Tim Kompilasi ABS SBK

Adat Tergerus, Pemprov Bentuk Tim, Suhermanto: Butuh Arah Baru Maknai
ABS-SBK
Rabu, 21 Mei 2008

Padang, Padek– Kian tergerusnya nilai Adat Basandi Sarak Sarak
Basandi Kitabullah (ABS-SBK), Pemprov Sumbar membentuk tim perumus
penjabaran, operasional, kompilasi hukum ABS-SBK. Pasalnya, selama ini
ABS-SBK hanya tertuang dalam slogan-slogan tanpa ada aplikasinya di
kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, generasi muda Minang saat ini
tidak lagi menggunakan dan memahami prinsip-prinsip filosofis ABS-SBK.

Jika ini dibiarkan berlarut-larut berpengaruh terhadap masa depan
Minangkabau, akhirnya menjadi ancaman bagi jati diri Minang. Persoalan
ini sudah ini menjadi kerisauan di banyak kalangan, karena filosofis
ABS-SBK tidak lagi menjadi acuan dalam penyelesaian persoalan. Padahal
filosofis tersebut yang berdekatan dengan agama Islam, mampu menjawab
persoalan kekinian.

Beranjak dari kerisauan dan persoalan globalisasi, saatnya masyarakat
Minangkabau bangkit. Apalagi bertepatan dengan satu abad kebangkitan
nasional, sudah saatnya filosopis ABS-SBK betul-betul menjadi domain
terhadap nilai-nilai kehidupan sehingga dapat menjadi acuan dan
pedoman hidup baik untuk saat ini maupun untuk masa depan.

Hal ini terungkap dalam rapat bersama tim perumus dan louncing
dimulainya pembahasan butir-butir penjabaran ABS-SBK di Kantor LKAAM
Sumbar, kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Biro
Pemerintahan Nagari Setprov Sumbar Suhermanto Raza, Ketua Tim Perumus
Muchtiar Muchtar,  Sekretaris Edi Pratama, Sekretaris LKAAM Yuzirwan
Rasyid, ulama Mas’oed Abidin, anggota tim perumus lainnya Basir
Basyar.

Menurut Suhermanto, pembentukan tim perumus ini sesuai dengan
keputusan gubernur Sumbar untuk memberikan rekomendasi pada kebijakan
pemerintah daerah yang nantinya bisa dibuatkan dalam bentuk peraturan
daerah (Perda) dan peraturan gubernur. Ditargetkan, kata Suhermanto
akhir Desember mendatang sudah ada kesepakatan bersama setelah
dilakukan tahapan-tahapan pembahasan seperti seminar dan menerima
masukkan dari semua pihak.

”Perlu arah dan inspirasi baru untuk menjadikan ABS-SBK sebagai
pedoman dan tuntutan hidup yang betul-betul mampu diimplementasikan.
Kesepakatan ini nantinya untuk mendorong pelaksanaan ABS-SBK tersebut.
Pemerintah tidak berbicara sanksi yang akan dikenakan jika penjabaran
tersebut tidak dilaksanakan di lapangan,” kata Suhermanto.

Sementara itu Ketua Tim Perumus Muchtiar Muchtar menambahkan semua
unsur masyarakat boleh memberikan masukan untuk pembahasan ini.
Masyarakat juga bisa mengakses www.timperumus_ ABSSBK.multiply.com
untuk memberikan masukan terhadap pembahasan kompilasi hu kum ABS-SBK
nantinya. Tim yang terdiri dari tim adat, tim sarak dan tim editor
nantinya juga akan membahas 100 butir point yang terkandung dalam ABS-
SBK.

Sekretaris tim perumus Edi menambahkan, tiga yang akan dirumuskan tim
nantinya akan ada kesepakatan bersama, penjabaran filosofis ABS-SBK
dan operasional pelaksanaan pembahasan tersebut. Terkait pelaksanaan
dari kesepakatan bersama ini, ditambahkan Mas’oed tergantung
sosialisasi dan pemahaman bersama yang disesuaikan dengan kondisi
kekiniaan. Karena implementasinya tidak sesederhana apa yang telah
dirumuskan. (Afrianingsih Putri)

Sumber: http://www.padangekspres.co.id/content/view/6518/104/

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s