<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BlogMinangkabau's Weblog</title>
	<atom:link href="http://blogminangkabau.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogminangkabau.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Nov 2009 23:08:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='blogminangkabau.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9dba409a7fd515ae46237cd60fe260a3?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>BlogMinangkabau's Weblog</title>
		<link>http://blogminangkabau.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Masoed Abidin&#8217;s Notes &#8230;.MEMAKNAI ZIKRULLAH &#8230;&#8230;. Menjelang Shalat Dhuha di pagi ini</title>
		<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/06/19/masoed-abidins-notes-memaknai-zikrullah-menjelang-shalat-dhuha-di-pagi-ini/</link>
		<comments>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/06/19/masoed-abidins-notes-memaknai-zikrullah-menjelang-shalat-dhuha-di-pagi-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 01:08:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buya Masoed Abidin]]></category>
		<category><![CDATA[Komentar]]></category>
		<category><![CDATA[Pesan Rang Gaek]]></category>
		<category><![CDATA[Suluah Bendang di Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[Surau]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhidik]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Buya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[ 

 
 
 
MEMAKNAI ZIKRULLAH &#8230;&#8230;. Menjelang Shalat Dhuha di pagi ini
OLEH : H. MAS’OED ABIDIN
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
&#8220;Wahai orang-orang yang beriman,
berzikirlah (dengan menyebut) Nama Allah,
zikir dengan sebanyak-banyakya.&#8221;
(Q.S. Al Ahzab: 41)
Salah satu wasilah atau cara agar selalu berkomunikasi dengan Allah
adalah berzikir (Zikrullah).
Zikir berasal dari akar kata dalam bahasa Arab; zakara, yazkuru, zikran.
Zikir secara harfiah berarti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=435&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"></a></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p align="left">MEMAKNAI ZIKRULLAH &#8230;&#8230;. Menjelang Shalat Dhuha di pagi ini</p>
<p align="left">OLEH : H. MAS’OED ABIDIN</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا</p>
<p>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman,<br />
berzikirlah (dengan menyebut) Nama Allah,<br />
zikir dengan sebanyak-banyakya.&#8221;<br />
(Q.S. Al Ahzab: 41)</p>
<p>Salah satu wasilah atau cara agar selalu berkomunikasi dengan Allah<br />
adalah berzikir (Zikrullah).<br />
Zikir berasal dari akar kata dalam bahasa Arab; zakara, yazkuru, zikran.</p>
<p>Zikir secara harfiah berarti ingat dan sebut.<br />
Ingat adalah gerak hati, sedangkan sebut adalah gerak lisan.<br />
Zikrullah berarti mengingat Allah.</p>
<p>Dari sini dapat disimpulkan bahwa zikir<br />
mengandung dua pengertian yakni zikrul lafzhy dan zikrul ma’nawy.</p>
<p>Zikrul lafzhy adalah zikir yang mengandung puji-pujian kepada Allah,<br />
baik berupa tasbih, tahmid, tahlil<br />
yang dilafazkan dengan lisan.</p>
<p>Sedangkan zikrul ma’nawy adalah<br />
zikir dengan mengingat Allah dalam hati,<br />
baik ketika diberikan Allah nikmat atau sebaliknya.</p>
<p>Kedua bentuk zikir ini tidak dapat dipisahkan,<br />
ia saling berkaitan satu dengan lainnya.</p>
<p>Misalnya,<br />
ketika seorang mukmin mendapatkan suatu nikmat dalam hidupnya,<br />
maka ia akan langsung ingat kepada Allah,<br />
bahwa nikmat itu adalah pemberian-Nya,<br />
setelah itu ia akan mengucapkan puji-pujian kepada Allah<br />
sebagai tanda syukurnya.</p>
<p>Zikir terdiri dari empat bagian yang saling terikat,<br />
tidak terpisahkan,<br />
yaitu zikir lisan (ucapan),<br />
zikir qalbu (merasakan kehadiran Allah),<br />
zikir ‘aql (menangkap bahasa Allah di balik setiap gerak alam),<br />
dan zikir amal (taqwa).</p>
<p>Idealnya zikir itu berangkat dari kekuatan hati<br />
ditangkap oleh akal,<br />
dan diucapkan dengan lisan,<br />
lalu dibuktikan dengan ketaqwaan;<br />
yang tampak di dalam amal nyata di dunia ini.</p>
<p>Zikir adalah perintah Allah kepada orang-orang yang beriman.<br />
Maka orang yang beriman adalah orang yang banyak berzikir.<br />
Kurang iman, kurang zikir.<br />
Tidak beriman tidak akan berzikir.<br />
Berzikir berarti taat kepada perintah Allah.</p>
<p>Prakteknya, zikir bisa dilakukan dalam keadaan berdiri,<br />
ketika duduk atau dalam keadaan berbaring.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p>فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ</p>
<p>“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu),<br />
ingatlah Allah (fazkurullaha) di waktu berdiri,<br />
di waktu duduk, dan diwaktu berbaring …”<br />
(Q.S. An Nisa’ : 103)</p>
<p>Zikir dapat pula dilakukan di mesjid, mushalla,<br />
di rumah, di kantor, di pasar,<br />
atau di jalan sekalipun,<br />
dan bisa dilakukan sendiri-sendiri atau berjama’ah (dalam majelis).</p>
<p>Tempat zikir berada di dalam hati,<br />
bukan hanya diujung lidah belaka.</p>
<p>Zikir dilakukan dengan qalbu menjadi khusyu’,<br />
khudhu’, tadharru’, tawadhu’,<br />
dan yang melahirkan rasa khauf dan raja’,<br />
dilakukan di setiap kesempatan,<br />
pagi dan petang, siang dan malam.</p>
<p>Allah SWT berfirman :</p>
<p>وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ<br />
بِالْغُدُوِّ وَاْلآصَالِ وَلاَ تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ</p>
<p>“Dan sebutlah (Nama) Tuhanmu dalam hatimu<br />
dengan merendahkan diri dan rasa takut,<br />
dan dengan tidak mengerasakan suara,<br />
di waktu pagi dan petang,<br />
dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”<br />
(Q.S. Al-A’raf: 205)</p>
<p>Zikir adalah pangkal ketentraman, ketenangan dan kedamaian.<br />
Allah adalah sumber ketenangan dan kedamaian.<br />
Maka untuk mencapai kedamaian dan ketenangan<br />
jalannya adalah mendatangi sumbernya<br />
dan membersamakan diri dengan-Nya.</p>
<p>Zikir itulah jalan pembersamaan (ma’rifatullah).</p>
<p>Firman Allah :</p>
<p>&#8230; أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ</p>
<p>“… Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku,<br />
niscaya Aku ingat (pula) kepadamu…”<br />
(Q.S. Al Baqarah: 152).</p>
<p>الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ</p>
<p>“&#8230;&#8230; (Yaitu) orang-orang yang beriman<br />
dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.<br />
Ingatlah &#8230;.,<br />
hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram.”<br />
(Q.S. Ar Ra’d: 28)</p>
<p>Adapun orang yang meninggalkan zikrullah<br />
berarti ia telah membuka keleluasaan syetan untuk menguasainya.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p>اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ<br />
أَلاَ إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ</p>
<p>“Syetan telah menguasai mereka<br />
dan menjadikan mereka lupa mengingat Allah (zikrullah);<br />
mereka itulah golongan syetan.<br />
Ketahuilah &#8230;..,<br />
bahwa sesungguhnya golongan syetan itulah<br />
golongan yang merugi.”<br />
(Q.S. Mujadilah: 19)</p>
<p>Hujjatul Islam Imam Al Ghazali dalam Ihya ‘Ulum Ad Din berkata:<br />
“Ketahuilah bahwa orang-orang yang memandang dengan cahaya bashirah<br />
mengetahui bahwa tidak ada keselamatan kecuali<br />
dalam pertemuan dengan Allah SWT.<br />
Dan tidak ada jalan untuk bertemu Allah kecuali<br />
dengan kematian hamba dalam keadaan menyintai Allah<br />
dan mengenal Allah (hubbullah dan ma’rifatullah).</p>
<p>Sesungguhnya cinta dan keakraban<br />
tidak akan tercapai<br />
kecuali dengan selalu mengingat yang dicintai.</p>
<p>Sesungguhnya pengenalan kepada-Nya<br />
tidak akan tercapai<br />
kecuali dengan senantiasa berfikir<br />
tentang berbagai penciptaan Allah,<br />
sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah Ta&#8217;ala&#8230;.</p>
<p>Hubbullah dan ma’rifatullah hanya dapat dicapai<br />
dengan mengoptimalkan waktu-waktu malam dan siang<br />
untuk bertafakkur dan berzikir. &#8220;</p>
<p>الحَمْدُ ِللهِ غَافِرِ الذَّنـْبِ وَ قَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ العِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِلَيْهِ اْلمَصِيْرُ</p>
<p>َ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، يُسَبِّحُ لَهُ مَا فيِ السَّموَاتِ وَ مَا فيِ الأَرْضِ<br />
لَهُ المُلْكُ وَ لَهُ الحَمْدُ، وَ هُوَ عَلىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ</p>
<p>َ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، البَشِيْرُ النَّذِيْرُ، وَ السِّرَاجُ المُنِيْرُ</p>
<p>صَلَوَاتُ اللهِ وَ سَلاَمُهُ عَلَيْهِ، وَ عَلىَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ الَّذِيْنَ آمَنُوْا بِهِ<br />
وَ عَزَّرُوْهُ وَ نَصَرُوْهُ وَ اتـَّبَعُوْا النُّوْرَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ اْلمُفْلِحُوْنَ<br />
وَ رَضِيَ اللهُ عَمَّنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ وَ اهْتَدَى بِسُنَّتِهِ، وِ جَاهَدَ جِهَادَهُ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنُِ</p>
<p>اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ المُؤْمِنَاتِ وَ المُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ</p>
<p>رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيـْـمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فيِ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30249537&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=91531618819&amp;aid=-1&amp;oid=91531618819&amp;id=1402038180"></a></p>
<p> </p>
<p><a href="http://www.facebook.com/home.php">Report Note</a> ;</p>
<p><a title="Donna Savitri" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1286785591"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1286785591">Donna Savitri</a> at 12:29 on 15 June, Terimo kasih atas tausiahnya</p>
<p><a title="Sara Dewi Mangil" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1577365128"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1577365128">Sara Dewi Mangil</a> at 13:31 on 15 June, Alhamdulillah, tks buya</p>
<p><a title="Pepi Agum Widianti" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1672682062"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1672682062">Pepi Agum Widianti</a> at 14:55 on 15 June, Alhamdulillah, Buya terima kasih atas silaturrahim yang telah terpaut, subhanallah memberikan bgitu banyak manfaat. Terima kasih telah berbagi dan mengingatkan.</p>
<p><a title="Titin Anggraini" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1850045544"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1850045544">Titin Anggraini</a> at 15:40 on 15 June, Terima kasih buya masih mau mengingatkan kami yang sering lupa&#8230;. mudah-mudahan ini semua bermanfaat untuk kami di dunia dan akhirat. Tin tunggu siraman rohani lainnya dari buya, thanks buy&#8230;.</p>
<p><a title="Alex Lincoln" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1526421232"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1526421232">Alex Lincoln</a> at 16:42 on 15 June, Ass Alhamdulillah&#8230; Semoga tulisan Buya ini akan menjadi manfaat bagi kami sekeluarga beserta saudara saudara kita seiman yang sempat membacanya dan sekaligus menjadi ilmu yang bermanfaat bagi Buya, Amiiiiiiiiiiiin&#8230;</p>
<p><a title="Susianti Annisa H" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1705255389"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1705255389">Susianti Annisa H</a> at 17:20 on 15 June, Syukran Buya tas tausiyahnya&#8230; Susi tunggu tausiyah brikutnya&#8230; Mg Buya slalu d lindungi oleh Allah&#8230;</p>
<p><a title="Dwi Mutia" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1772503880"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1772503880">Dwi Mutia</a> at 19:44 on 15 June, alhamdullillah, trima kasih byk tausiahnya buya..</p>
<p><a title="Rauf Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1542285822"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1542285822">Rauf Jabbar</a> at 21:29 on 15 June, Alhamdullilah, semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahmat nya buat kita semua dan klg kt dgn slalu ingat kpd Nya, Amiiiiin</p>
<p><a title="Fitri Adona" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1772640836"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1772640836">Fitri Adona</a> at 10:00 on 16 June, Alhamdulillah. Terimakasih Buya. Saya akan ingat selalu.</p>
<p><a title="Awenk Hasyim" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1075410390"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1075410390">Awenk Hasyim</a> at 16:18 on 17 June, Terima kasih buya&#8230;.Semoga ini dapat meningkatkan ibadah kami..Amiin.</p>
<p> </p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=576696991"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=576696991">Abdul Hamid Damanik</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1680936801"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1680936801">Aristo Munandar</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1584259296"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1584259296">Auda Thariq</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1459036992"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1459036992">Rafika Dewi</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=811708432"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=811708432">Shofwan Karim</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1557281189"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1557281189">Nina Karmilawati</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1567923697"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1567923697">Dewi Mutiara</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1622414053"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1622414053">Roland Y. Mandailiang</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1330535479"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1330535479">Roni Patihan</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1244381912"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1244381912">&#8216;Ain Syams Al-Qohiroh</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1136901550"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1136901550">Haja Aini Addini</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1177669994"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1177669994">Rina Fajri Nuwarda</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1133151263"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1133151263">&#8216;Dewis&#8217; Is Sikumbang</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=754313563"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=754313563">Asnelly Dewiyanti</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1546263465"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1546263465">Dyan Eka Putri</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1488907903"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1488907903">Marlis Rahman</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1635406667"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1635406667">Lily Maria Yulis</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1179437923"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1179437923">Asraferi Sabri</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1284992923"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1284992923">Ivo Sabrina</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1363280817"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1363280817">Deri Manoppo</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000008946313"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000008946313">Deri Marta</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1039321981"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1039321981">Meidia Utami</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1610523957"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1610523957">Anita Kencanawati</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1564939965"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1564939965">Linda Gustaf</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1431665326"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1431665326">Rusli Zainal</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1391389792"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1391389792">Mambang Mit</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1427197701"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1427197701">Rika Mitaliani</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=720911273"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=720911273">Rachman Chalid</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1264872287"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1264872287">Rainal Rais</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogminangkabau.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogminangkabau.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogminangkabau.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogminangkabau.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogminangkabau.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogminangkabau.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogminangkabau.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogminangkabau.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogminangkabau.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogminangkabau.wordpress.com/435/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=435&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/06/19/masoed-abidins-notes-memaknai-zikrullah-menjelang-shalat-dhuha-di-pagi-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e39878fa395a5d6eb4a7146fc7ac321?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">buya masoedabidin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyambut 101 tahun Hari Kebangkitan Nasional &#8230; &#8220;HINDARILAH FITNAH &#8230;&#8221;</title>
		<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/20/menyambut-101-tahun-hari-kebangkitan-nasional-hindarilah-fitnah/</link>
		<comments>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/20/menyambut-101-tahun-hari-kebangkitan-nasional-hindarilah-fitnah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 05:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buya Masoed Abidin]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Kesatuan Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Komentar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Suluah Bendang di Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[Surau]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhidik]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Buya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[Menyambut Kebangkitan Nasional &#8230;&#8230; 

 
Renungan menjelang senja &#8230;.
Oleh : Buya H. Masoed Abidin

” Wahai orang-orang yang hanya Islam dengan lidahnya,
sementara keimanan belum masuk ke dalam hatinya ;
janganlah kalian menyakiti kaum muslimin dan mencelanya,
dan jangan pula kalian mencari-cari kesalahannya,
karena orang yang mencari-cari kesalahan saudaranya yang muslim
niscaya Allah akan membukkan auratnya,
dan jika seseorang telah dibuka auratnya oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=427&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="note_title"><span>Menyambut Kebangkitan Nasional &#8230;&#8230; </span></div>
<div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix">
<div> </div>
<div>Renungan menjelang senja &#8230;.</div>
<div>Oleh : Buya H. Masoed Abidin</div>
<div><img class="alignleft size-full wp-image-432" title="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" src="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/05/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram1.jpeg?w=236&#038;h=290" alt="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" width="236" height="290" /></div>
<p>” Wahai orang-orang yang hanya Islam dengan lidahnya,<br />
sementara keimanan belum masuk ke dalam hatinya ;<br />
janganlah kalian menyakiti kaum muslimin dan mencelanya,<br />
dan jangan pula kalian mencari-cari kesalahannya,<br />
karena orang yang mencari-cari kesalahan saudaranya yang muslim<br />
niscaya Allah akan membukkan auratnya,<br />
dan jika seseorang telah dibuka auratnya oleh Allah<br />
niscaya Allah akan membuatnya malu dan terbuka auratnya meskipun di rumahnya sendiri. ”<br />
(HR. At Tirmidzi yang bersumber dari Ibnu Umar r.a)</p>
<p>Melihat kondisi masyarakat di Tanah Air yang kita cintai ini,<br />
kita turut prihatin.<br />
Cobaan dari Allah seakan tidak pernah habis,<br />
musibah demi musibah datang silih berganti<br />
hilang satu datang lagi yang lain, seperti pergantian musim saja.</p>
<p>Penyakit merebak dimana-mana,<br />
baik penyakit fisik atau jasmani,<br />
penyakit hati ataupun ruhani.<br />
Namun demikian,<br />
dari penyakit yang ada,<br />
bila diamati seksama,<br />
maka penyakit hati jauh akan lebih berbahaya.</p>
<p>Kenapa begitu &#8230;.???<br />
Bila seorang muslim ditimpa penyakit fisik,<br />
hal itu dapat mengantarkannya menuju kebahagiaan akhirat,<br />
selama ia sabar menghadapinya.</p>
<p>Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:<br />
“Tidak ada seorang muslimpun yang ditimpa gangguan (musibah)<br />
semacam tusukan duri atau yang lebih berat dari padanya<br />
melainkan dengan ujian itu<br />
Allah menghapuskan perbuatan buruknya<br />
serta digugurkan dosa-dosanya<br />
sebagai mana pohon kayu menggugurkan daun-daunnya.”<br />
(HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Akan tetapi, jika penyakitnya adalah penyakit hati,<br />
seperti hasud, dengki, suka mengumpat, sombong, ria,<br />
suka menfitnah dan lain sebagainya,<br />
apalagi yang sudah kronis,<br />
maka penyakit itu akan menjerusmuskan penderitanya<br />
ke dalam neraka atau menuai siksaan Allah di akhirat kelak.<br />
Na’uzubillah min zalik!</p>
<p>Pada surat Al Hujarat ayat 12,<br />
Allah SWT memperingatkan dalam firman-Nya:<br />
“Hai orang-orang yang beriman,<br />
jauhilah kebanyakan dari berburuksangka,<br />
sesungguhnya sebagian dari berburuk sangka itu adalah dosa<br />
dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain<br />
dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.<br />
Sukakah salah seorang di antara kamu<br />
memakan bangkai saudaranya yang telah mati?<br />
Maka tentulah kamu merasa jijik karenanya.”</p>
<p>Salah satu penyakit hati yang sedang menyebar<br />
di kalangan masyarakat sekarang ini adalah<br />
menfitnah atau suka menuduh seseorang yang bukan-bukan<br />
akibat dari berburuk sangka.</p>
<p>Hal ini terjadi karena isu-isu (istilah sekarang gosip)<br />
yang tidak benar dan menyebar luas,<br />
yang terlalu cepat kita percayai dan kita telan mentah-mentah<br />
tanpa mengunyah atau chek dan re-chek atau tabayun.</p>
<p>Padahal itu bisa dihindari<br />
kalau kita mau mengaplikasikan ajaran Allah,<br />
seperti yang telah diingatkan di dalam firman Allah<br />
dalam surat Al Hujarat ayat 6 tadi,<br />
dan surat An Nuur ayat 13.</p>
<p>Kedua ayat itu menunjukkan dengan jelas<br />
agar jangan terlalu cepat menerima setiap berita<br />
tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu<br />
dan jangan terlalu mudah menuduh orang<br />
tanpa bukti dan saksi yang dapat dipercaya.</p>
<p>Selain itu, ada pula peringatan kepada si pembawa berita<br />
agar menyadari bahwa kebiasaan berberita bohong itu<br />
atau kebiasaan menyebarkan berita-berita bohong itu<br />
dapat mengubah diri menjadi seorang pendusta.</p>
<p>Menurut asbaabun nuzul (penyebab turun)nya ayat 13 dari surat An Nur<br />
adalah menceritakan peristiwa fisik atau ifki<br />
yaitu peristiwa yang khusus yang menyangkut nash yang umum.<br />
Peristiwa ini menyangkut Siti Aisyah r.a putri Abu Bakar as Siddiq r.a<br />
yang juga adalah istri Rasulullah SAW,<br />
yang dikait-kaitkan dengan sahabat Safwan bin Mu’athal.</p>
<p>Peristiwa semacam itu sangat mungkin terjadi<br />
berulang pada setiap generasi,<br />
dan mungkin saja menghasilkan efek yang serupa<br />
baik yang berkenaan dengan seorang pemimpin<br />
atau pemuka masyarakat.</p>
<p>Di sini terlihat saat dua pihak atau kubu saling bermusuhan,<br />
di mana salalh satu menyadari bahwa mereka tidak mungkin menang<br />
dalam konfrontasi langsung,<br />
di situ akan terbuka peluang<br />
untuk menggunakan teror mental<br />
untuk menghancurkan pihak lainnya.</p>
<p>Cara-cara ini tidak sikap kesatria,<br />
ini adalah sikap pengecut<br />
namun seringkali ampuh hasilnya.</p>
<p>Dan sepertinya bila kita melihat dengan mata batin kita,<br />
hal ini juga sedang terjadi sekarang<br />
pada pemimpin kaum muslimin,<br />
di seantero jagat ini.</p>
<p>Dalam peristiwa ifki (hasutan dan fitnahan) ini,<br />
berita bohong ini dibesar-besarkan oleh kelompok munafiqun<br />
yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul<br />
(berasal dari seorang Yahudi).</p>
<p>Mulanya fitnah itu tidak mempengaruhi para sahabat,<br />
tetapi begitu berita bohong itu menyentuh kaum muslimin Madinah yang awam<br />
langsung menjalar dengan cepat<br />
bagaikan api yang membakar daun ilalang yang kering.</p>
<p>Dari peristiwa ifki ini,<br />
ada beberapa hal yang menjadi pegangan kita<br />
yang merupakan pendidikan dari Rasulullah SAW<br />
yang dapat kita lakukan ketika menghadapi isu atau fitnah:</p>
<p>1. Menjauhkan diri kita dari semua kecurigaan dan prasangka yang tidak beralasan.<br />
2. Sebaiknya kita tidak menghiraukan segala macam isu yang tidak ada dasar.<br />
3. Membiarkan hukum bicara terhadap penyebar luasan fitnah-fitnah itu.<br />
4. Janganlah kita memperturutkan hawa nafsu.<br />
5. Jauhi sikap suka membesar-besarkan suatu kabar burung apalagi ikut pula menyebarkannya.<br />
6. Dalam menghadapai suatu fitnah keji, cara yang terbaik janganlah membalasnya dengan fitnah baru.</p>
<p>Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah r.a<br />
dalam menghadapai cobaan fitnah berucap:<br />
“Kesabaran itu adalah indah<br />
dan Allah SWT sajalah yang akan menangani<br />
apa yang kalian katakan itu…”</p>
<p>Inilah sikap mulia beliau.<br />
Dan ini adalah adab Islam yang agung<br />
dalam menghadapi atau memperlakukan<br />
orang-orang yang suka menyebarluaskan fitnah itu.</p>
<p>Perlu kita camkan dan kita renungkan<br />
bahwa fitnah dan berita-berita bohong itu<br />
mudah dinyalakan dalam hati manusia<br />
manakala iman yang menjadi pemersatu kita lemah,<br />
karena menghadapi fitnah,<br />
tidak serupa dengan menghadapi musuh yang nyata”.</p>
<p>Iblis laknatullah dan bala tentranya dari jin dan manusia<br />
terus menyebarluaskan virus-virus penyakit hati<br />
untuk menjerumuskan manusia itu,<br />
maka semestinyalah kita selalu waspada,<br />
selalu membentengi diri dengan iman dan taqwa.</p>
<p>Sesuai dengna firman Allah SWT dalam surat An Naas (QS.114) : ayat 1-6.<br />
&#8221; Katakanlah, &#8220;Aku berlindung kepada Tuhan<br />
(yang memelihara dan menguasdai) manusia&#8230;.,<br />
Raja manusia &#8230;.,<br />
Sembahan manusia&#8230;.,<br />
dari kejahatan (bisikan) syaithan yang bisa bersembunyi,<br />
dari (golongan) jin dan manusia&#8230;&#8221;</p>
<p>Wallahu a&#8217;lamu bis-shawaab.<br />
Wassalamu&#8217;alaikum Wa rahmatullahi Wa barakatuh,<br />
Buya H. Mas&#8217;oed Abidin</p></div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30224319&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=82637438819&amp;aid=-1&amp;oid=82637438819&amp;id=1402038180"></a></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30224320&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=82637438819&amp;aid=-1&amp;oid=82637438819&amp;id=1402038180"></a></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30224321&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=82637438819&amp;aid=-1&amp;oid=82637438819&amp;id=1402038180"><img class="alignleft size-medium wp-image-430" title="Buya Hamka dalam Dokumentasi Ed. Zulverdi" src="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/05/buya-hamka-dalam-dokumentasi-ed-zulverdi1.jpg?w=236&#038;h=300" alt="Buya Hamka dalam Dokumentasi Ed. Zulverdi" width="236" height="300" /><img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs034.snc1/4321_1079786480520_1402038180_30224321_1426119_n.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30224322&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=82637438819&amp;aid=-1&amp;oid=82637438819&amp;id=1402038180"></a></div>
</div>
<div class="note_footer clearfix">
<div id="commentable_item_82637438819" class="commentable_item with_comments expanded_comments hidden_add_button autoexpand_mode">
<div class="action_links_bottom"><span class="action_links_bottom">Updated 16 hours ago<span class="action_link_dash action_link_dash_1"><span style="color:#888888;"> · </span></span></span></div>
<div class="action_links_bottom"><span class="action_links_bottom"><a title="Click here to leave a comment"><span style="color:#3b5998;">Comment</span></a><span class="action_link_dash action_link_dash_2"><span style="color:#888888;"> </span></span></span></div>
<div id="comments_box_82637438819" class="comment_box">
<div id="feed_comments_target_82637438819_82637438819" class="target_comments selected_target_comments">
<div id="like_box_82637438819_82637438819" class="like_box has_likes like_not_exists">
<div class="ufi_section participants_not_expanded">
<div class="like_sentence_container">
<div class="like_sentence like_sentence_exists like_component_exists"><a title="Click here to stop liking this item"><span style="color:#3b5998;"><img class="like_box_thumb_icon spritemap_icons sx_icons_like_on" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/spacer.gif?8:11" alt="" /></span></a><a title="Radhi Muhammad" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1073842480"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/profile6/318/10/q1073842480_518.jpg" alt="Radhi Muhammad" /></span></a></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="feed_comments_82637438819_82637438819" class="comments_list_wrapper">
<div id="comments_paging_container_82637438819_82637438819" class="comments_paging_container">
<div id="comments_page_current_82637438819_82637438819">
<div id="comment_82637438819_82637438819_1898625" class="ufi_section">
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1898625" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1073842480"><span style="color:#3b5998;">Radhi Muhammad</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 17:51 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc1caaa3843329984" class="comment_actual_text">kecek urang-urang Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan Buya..;-)</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1898658" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Hendra Ikhwan" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1199575707"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v228/484/17/q1199575707_6404.jpg" alt="Hendra Ikhwan" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1898658" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1199575707"><span style="color:#3b5998;">Hendra Ikhwan</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 17:53 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc1d4b99a11483166" class="comment_actual_text">hubungannya dengan kebangkitan nasional apa buya?</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1898881" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin Za Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" alt="Masoed Abidin Za Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1898881" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span style="color:#3b5998;">Masoed Abidin Za Jabbar</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 18:08 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc1dd471338416356" class="comment_actual_text">Banyak sekali,<br />
menyebarnya isu dan fitnah,<br />
malah menjadi nasional ini bangkrut</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1898985" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Datuak Rajo Malako Yf" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1080109302"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v223/1991/115/q1080109302_8488.jpg" alt="Datuak Rajo Malako Yf" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1898985" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1080109302"><span style="color:#3b5998;">Datuak Rajo Malako Yf</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 18:14 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc1e6f70882371225" class="comment_actual_text">Sasuai tu Buya, dan sabaiknyo Kebangkitan Nasional dibarengi jo Kebangkitan Rasional dan Kebangkitan Spritual, baa ga ati tu Buya&#8230;&#8230;.</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1899123" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin Za Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" alt="Masoed Abidin Za Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1899123" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span style="color:#3b5998;">Masoed Abidin Za Jabbar</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 18:25 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc1ef248817909897" class="comment_actual_text">Yo Baitu nan paralu,<br />
Fisik jo non fisik mesti seimbang</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1899408" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Nofri Nofrinaldi" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1647531549"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v230/475/51/q1647531549_8192.jpg" alt="Nofri Nofrinaldi" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1899408" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1647531549"><span style="color:#3b5998;">Nofri Nofrinaldi</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 18:47 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc1f8d40304827085" class="comment_actual_text">io lah buya,..enak nasehat dari tulisan buya ko sangat menyentuh,..oh iyo Buya titip ka urang kampuang jang lupo urang sumando awak nan surang tuh yo.</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1899453" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin Za Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" alt="Masoed Abidin Za Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1899453" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span style="color:#3b5998;">Masoed Abidin Za Jabbar</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 18:51 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc200556a91039039" class="comment_actual_text text_exposed">iyo lah Nof &#8230;<br />
sabanta lai ado pertandingan sengit&#8230;<br />
antaro primordialisme vs egaliter &#8230;<br />
nama lah nan ka manang ko &#8230;<br />
asal wak ndak tajajah wak baliek&#8230;<span class="text_exposed_hide">&#8230; <span class="text_exposed_link"><a><strong><span style="color:#3b5998;font-size:xx-small;">Read more</span></strong></a></span></span><span class="text_exposed_show"><br />
Wassalam<br />
Buya HMA</span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1899615" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Tasril Moeis" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1340755624"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v225/132/121/q1340755624_9028.jpg" alt="Tasril Moeis" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1899615" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1340755624"><span style="color:#3b5998;">Tasril Moeis</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 19:02 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc20c283e02992409" class="comment_actual_text">Buya, mudah2 an sen lah awak2 ko lai bisa ba biliak2, babedo pandapek di ciek persoalan tapi di banyak hal lain bisa ba samo2, nothing personal kecek urang. Silatruhmi jalan taruih, tainda awak dari panyakik nan buya kecek kan tu</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1899828" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Dyan Eka Putri" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1546263465"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v226/951/35/q1546263465_7107.jpg" alt="Dyan Eka Putri" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1899828" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1546263465"><span style="color:#3b5998;">Dyan Eka Putri</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 19:16 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc214be4524436412" class="comment_actual_text">mokasi buya&#8230; sajuak hati tiok mambaco tulisan buya..</div>
<p>malenceng dari topik saketek buya,<br />
dyan buliah batanyo wakatu luang buya<br />
di bulan juni, ado wakatu buya tuak ka Tokyo buya???<span class="text_exposed_hide">&#8230; <span class="text_exposed_link"><a><strong><span style="color:#3b5998;font-size:xx-small;">Read more</span></strong></a></span></span></p>
<div><span class="text_exposed_show"><br />
kok dapek hari kamis barangkek , hari senin baliak<br />
maagiah pangajian di KMII buya<br />
(Keluarga Masyarakat Islam Indonesia) Jepang</span></div>
<div><span class="text_exposed_show">kalau ado bia dyan telp buya&#8230;</span></div>
<p><span class="text_exposed_show">jadi juo lah handak nyo batamu wak di negri sakura ko buya<br />
Ya Rabb.. amiinnn ^-^</p>
<p> </p>
<p></span></div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1900439" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Deri Manoppo" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1363280817"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v228/551/93/q1363280817_1283.jpg" alt="Deri Manoppo" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1900439" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1363280817"><span style="color:#3b5998;">Deri Manoppo</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 19:57 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc220109a44345747" class="comment_actual_text">ass wr wb &#8230;buya&#8230;nan paling sulit mengobatinya adalah penyakit hati,seperti iri,dengki,sombong,ria dan lain2nya&#8230;sangat sulit&#8230;setiap dari kita pasti pernah mengalaminya..ada yg cepat sadar ada yg tidak sadar bahwa itu salah&#8230;tolong buya&#8230;doa apa yg bs kita lafazkan setiap saat setiap waktu agar kita bs terhindar atau tidak melakukan penyakit hati tersebut ? terima kasi buya..wass..</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1902185" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Muhammad Tonas" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1056890969"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v230/391/67/q1056890969_4491.jpg" alt="Muhammad Tonas" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1902185" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1056890969"><span style="color:#3b5998;">Muhammad Tonas</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 21:50 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc228fd7161332841" class="comment_actual_text">pencerahan yang sangat luar biasa dalam kesumpekkan fitnah yang tersebar .</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1908686" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin ZAbidin Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1491995908"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v229/237/52/q1491995908_2453.jpg" alt="Masoed Abidin ZAbidin Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1908686" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Click here to remove this comment"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1491995908"><span style="color:#3b5998;">Masoed Abidin ZAbidin Jabbar</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 04:14 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc234905259372031" class="comment_actual_text text_exposed">@ ananda Dyan, Bulan Juni ka Tokyo, manga tu garangan ananda ??? Kiro-kiro bara ari nan paralu? Bulieh Buya caliek-caliek dulu dalam daftar kegiatan Buya, kok indak dapek tantu di lain wakatu sen barangkali. Baa alah salasai ujian ananda kini tu.. Moga berhasil dengan baik dan sempurna&#8230; Ibadah jan tinggakan yo ananda.. sampaikan pasan Buya ka kawan-kawan.. Wassalam dengan iringan do&#8217;a Buya.</div>
<p>@ Deri, Banyak do&#8217;a nan bisa kito baco&#8230;<br />
ALLAHUMMA ASHLIH DZATA BAININAA WA ALLIF BAINA QULUBINA WAHDINAA SUBULAS-SALAM WA NAJJINA MINADZ-DZULUMATI ILAAN-NUUR &#8230;<br />
Wahai Allah, perbaikilah apa yang ada di hati kami, dan satukan (pertautkan) hati hati kami, Bimbing kami di jalan yang penuh keselamatan, dan keluarkan kami dari kegelapan (hati, pikiran dan tindakan) ke tempat yang terang benderang (cahaya hidayah)&#8230;<span class="text_exposed_hide">&#8230; <span class="text_exposed_link"><a><strong><span style="color:#3b5998;font-size:xx-small;">Read more</span></strong></a></span></span></p>
<div><span class="text_exposed_show"><br />
ALLAHUMMA-FTAHLANA ABWABA RAHMATIKA &#8230;<br />
Wahai Allah bukakanlah untuk kami pintu-pintu Rahmat Mu &#8230;</span></div>
<div><span class="text_exposed_show">Salam Buya buat semua,<br />
Moga bermanfaat,<br />
Wassalam<br />
BuyaHMA</span></div>
<p><span class="text_exposed_show"> </p>
<p></span></div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1909664" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Zamrisyaf Sy" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1849411305"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v226/812/66/q1849411305_8059.jpg" alt="Zamrisyaf Sy" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1909664" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1849411305"><span style="color:#3b5998;">Zamrisyaf Sy</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 05:34 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div class="comment_actual_text text_exposed">ass wrhmtlh wbrkth, buya. buya, nampaknyo kito-kito ko sakaluarga, sakampuang, sanagari dan sa-negara tiok hari di sungguhi acara tv, baa caro mafitnah, baa caro malawan ka ranggaek, baa caro malawan ka guru dan banyaklai baa caro baa caro, yang intinyo mancalakokan timba baliak. Nampaknyo paralu terobosan/inovasi baa untuk mangatasinyo acara-acara<span class="text_exposed_hide">&#8230; </span></div>
<div class="comment_actual_text text_exposed"><span class="text_exposed_show">nan mancalakokan itu. </span></div>
<div class="comment_actual_text text_exposed"><span class="text_exposed_show">Nampaknyo kito tunggu &#8220;Iman yang bisa merobah dengan tangannya&#8221; dan bayak kito &#8220;selemah-lemah iman (dalam hati)&#8221;<br />
Yo satu-satu jalan, yo kito jago dirikito dan kito jago keluarga kito dari jilatan api neraka. wslm, buya.</span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1909951" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Dutamardin Umar" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=592552204"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v225/36/70/q592552204_9298.jpg" alt="Dutamardin Umar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1909951" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=592552204"><span style="color:#3b5998;">Dutamardin Umar</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 05:55 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc24ff57b33088018" class="comment_actual_text">Penyakit hati namanya 4S. Orang Senang dia Susah, orang Susah dia Susah</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1910462" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Aslim Saleh" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1414591557"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v228/1827/102/q1414591557_271.jpg" alt="Aslim Saleh" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1910462" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1414591557"><span style="color:#3b5998;">Aslim Saleh</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 06:32 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc257818250494223" class="comment_actual_text">Asw.Wb Buya, Alhamdulillah, iyo bana apa nan buya kecekkan dan paparkan, sebagian mungkin jaweknyo bersatulah umat ISLAM, klu tdk asuang fitanah akan selalu terjadi antara kita.</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1910523" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Musfi Yendra" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1520752538"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v229/131/41/q1520752538_3500.jpg" alt="Musfi Yendra" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1910523" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1520752538"><span style="color:#3b5998;">Musfi Yendra</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 06:37 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc25f979b08862222" class="comment_actual_text">tulisan buya ambo upload ke padang-today.com. Boleh kan buya?</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1910568" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Nurlaila Zai" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1103423032"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v223/993/38/q1103423032_8523.jpg" alt="Nurlaila Zai" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1910568" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1103423032"><span style="color:#3b5998;">Nurlaila Zai</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 06:40 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc267c20563278309" class="comment_actual_text">Terima kasih buya.. memang susah dan serba salah hidup di zaman seperti sekarang ini. Sepertinya kita harus mempuasakan mata dan telinga dari hal-hal yang nggak bermanfaat. Juga kita harus istiqomah, agar tidak terpengaruh dengan gosip dan fitnah. Semoga Allah SWT memberi kekuatan bagi kita, agar bisa terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan, amiinn&#8230;i</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1910989" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Harini Rahmi" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1159237716"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v227/1807/67/q1159237716_903.jpg" alt="Harini Rahmi" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1910989" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1159237716"><span style="color:#3b5998;">Harini Rahmi</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 07:10 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc270877879055260" class="comment_actual_text">Terima kasih buya&#8230;<br />
Tulisan buya kembali mengingatkan kami akan hal-hal<br />
yang selama ini terabaikan,<br />
kesalahan yang saat ini dianggap sebagai trend of life yang sudah menjadi hal yang biasa u dilakukan, tanpa kami tau, bahwa ternyata kami sudah berada di tepi jurang&#8230;&#8230;<br />
semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan hidayahnya kepada kita semua, dan membukakan pintu TAUBAT bagi hambaNYA, Aminn ya rabbal alamin</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1911458" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Irmayani Suherman" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1626013381"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v222/540/124/q1626013381_7247.jpg" alt="Irmayani Suherman" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1911458" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&amp;id=1626013381"><span style="color:#3b5998;">Irmayani Suherman</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 07:46 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc27afd6547229225" class="comment_actual_text">Asalamu&#8217;alaikum Buya&#8230;apakah hukumnya bagi kita kalau menonton, membaca, atau mendengar berita2 gosip? sekarang kan banyak acara2 infotainment di tv atau media lain untuk ditonton?</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1912996" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin Za Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=806887155"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v226/796/82/q806887155_1171.jpg" alt="Masoed Abidin Za Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1912996" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=806887155"><span style="color:#3b5998;">Masoed Abidin Za Jabbar</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 09:54 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div class="comment_actual_text text_exposed">Wa &#8216;alaykum salam wa Rahim<br />
@ Musfi, silahkan&#8230;<br />
Buya tidak keberatan,</div>
<p>@ Rky. Irmayeni, selamat di KL.<span class="text_exposed_hide">&#8230;</span></p>
<div class="comment_actual_text text_exposed"><span class="text_exposed_show">e.Zamrisyaf Yth,<br />
Yah memang ini yang selalu Buya sampaikan kecemasan, bahwa tayangan tv kita kurang mendidik,<br />
seperti termehek-mehek, silet dan sebagainya itu.<br />
Jika terpaksa melihat,<br />
dan juga di ikuti anak-anak kita,<br />
jangan lupa mengingatkan mereka<br />
bahwa tayangan ini termasuk gunjing,<br />
tidak baik untuk ditiru teladani&#8230;</span></div>
<p>@.e.Dutamardin Umar di Ombak badabue di Amrik,<br />
Tarimo kasih,<br />
tidak saja 4 S ada lagi istilah SMS,<br />
Sanang Malieh urang Susah, Susah Maliek urang Sanang,<br />
satu kebiasaan di luar pendidikan adat yang luhur,<br />
jauh dari akhlaqul karimah,<br />
perlu pendidikan kepedulian dengan basis,<br />
aqidah yang kuat dan akhlaq terpuji,<br />
Moga kita mampu mengarahkan ke sana&#8230;</p>
<p>Wassalam,<br />
BuyaHMA</p></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogminangkabau.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogminangkabau.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogminangkabau.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogminangkabau.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogminangkabau.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogminangkabau.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogminangkabau.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogminangkabau.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogminangkabau.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogminangkabau.wordpress.com/427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=427&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/20/menyambut-101-tahun-hari-kebangkitan-nasional-hindarilah-fitnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e39878fa395a5d6eb4a7146fc7ac321?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">buya masoedabidin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/05/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/05/buya-hamka-dalam-dokumentasi-ed-zulverdi1.jpg?w=236" medium="image">
			<media:title type="html">Buya Hamka dalam Dokumentasi Ed. Zulverdi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs034.snc1/4321_1079786480520_1402038180_30224321_1426119_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://static.ak.fbcdn.net/images/spacer.gif?8:11" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/profile6/318/10/q1073842480_518.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Radhi Muhammad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v228/484/17/q1199575707_6404.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hendra Ikhwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Masoed Abidin Za Jabbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v223/1991/115/q1080109302_8488.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Datuak Rajo Malako Yf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Masoed Abidin Za Jabbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v230/475/51/q1647531549_8192.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nofri Nofrinaldi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Masoed Abidin Za Jabbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v225/132/121/q1340755624_9028.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tasril Moeis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v226/951/35/q1546263465_7107.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dyan Eka Putri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v228/551/93/q1363280817_1283.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Deri Manoppo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v230/391/67/q1056890969_4491.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Muhammad Tonas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v229/237/52/q1491995908_2453.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Masoed Abidin ZAbidin Jabbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v226/812/66/q1849411305_8059.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Zamrisyaf Sy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v225/36/70/q592552204_9298.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dutamardin Umar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v228/1827/102/q1414591557_271.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Aslim Saleh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v229/131/41/q1520752538_3500.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Musfi Yendra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v223/993/38/q1103423032_8523.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nurlaila Zai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v227/1807/67/q1159237716_903.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Harini Rahmi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v222/540/124/q1626013381_7247.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Irmayani Suherman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v226/796/82/q806887155_1171.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Masoed Abidin Za Jabbar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAUSHIYAH DI TENGAH UJIAN MUSIBAH</title>
		<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/15/taushiyah-di-tengah-ujian-musibah/</link>
		<comments>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/15/taushiyah-di-tengah-ujian-musibah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 00:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buya Masoed Abidin]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[Komentar]]></category>
		<category><![CDATA[Suluah Bendang di Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Surau]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhidik]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Buya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[

9 (SEMBILAN) SIKAP UTAMA AKHLAK ISLAM &#8230;.



Buya H. Mas&#8217;oed Abidin
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ على اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُوْ خِمَاصًا وَ تَرُوْحُ بِطَانًا. وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَاْلآصَالِ وَلاَ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=424&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="note_header">
<div class="note_title_share clearfix">
<div class="note_title"><strong><span>9 (SEMBILAN) SIKAP UTAMA AKHLAK ISLAM &#8230;.<br />
</span></strong></div>
</div>
<div class="note_title_share clearfix"></div>
<div class="note_title_share clearfix"><strong>Buya H. Mas&#8217;oed Abidin</strong></div>
<div class="note_title_share clearfix">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ على اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُوْ خِمَاصًا وَ تَرُوْحُ بِطَانًا. وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَاْلآصَالِ وَلاَ تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ عَنْ عَلِىِّ بن أَبِي طَالِبِ رَضِىَ الله عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ، الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلاَ إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا َكثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَ الفَرَاغُ</div>
</div>
<div><strong></strong></p>
<p><strong>&#8220;Hai orang-orang yang beriman,<br />
bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa (orang)<br />
memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat),<br />
dan bertaqwalah kepada Allah,<br />
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&#8221;<br />
(Q.S. Al Hasyr : 18)</strong></p>
<p><strong>Menjadi kewajiban setiap orang merancang<br />
dan mempersiapkan hari-harinya dengan bertaqwa kepada Allah.<br />
Perintah ini,<br />
mengisyaratkan bahwa landasan berfikir,<br />
serta tempat bertolak untuk mempersiapkan hari esok<br />
haruslah dengan taqwa.</strong></p>
<p><strong>Simpulannya, mesti ada peningkatan prestasi dari hari ke hari.<br />
Hari esok juga berarti pula hari esok yang hakiki,<br />
di akhirat nanti.</strong></p>
<p><strong>1. MU’AHADAH<br />
Mu’ahadah adalah mengingat perjanjian dengan Allah SWT.<br />
Konkritnya berupa ikrar janji kepada Allah,<br />
sebagaimana tertera di dalam surat Al Fatihah,<br />
“Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”.<br />
Artinya, engkau semata wahai Allah yang kami sembah,<br />
dan engkau semata pula<br />
tempat kami menyandarkan permohonan dan permintaan pertolongan.</strong></p>
<p><strong>Ikrar janji ini mengandung ketinggian dan kemantapan aqidah tauhid.<br />
Ajaran tauhid secara hakiki adalah<br />
mengakui tidak ada lain yang berhak disembah dan dimintai pertolongan,<br />
kecuali hanya Allah semata.</strong></p>
<p><strong>Ikrar itu wujud dalam kalimat<br />
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku,<br />
hidup dan matiku<br />
hanya kuperuntukkan (ku-abdikan) bagi Allah SWT,<br />
Tuhan semesta alam.”</strong></p>
<p><strong>2. MUJAHADAH<br />
Mujahadah berarti bersungguh hati melaksanakan ibadah<br />
dan teguh berkarya amal shaleh,<br />
sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah SWT<br />
yang sekaligus menjadi amanat serta tujuan diciptakannya manusia.</strong></p>
<p><strong>Mujahadah adalah sarana menunjukkan ketaatan seorang hamba kepada Allah.<br />
Orang-orang yang selalu bermujahadah dengan beribadah<br />
dan beramal shaleh dijanjikan akan mendapatkan keutamaan,<br />
hidayah dan rusyda  (Kecerdasan dan Kearifan)<br />
dengan selalu ingat kepada Allah SWT,<br />
tidak terpukau oleh bujuk rayu hawa nafsu<br />
dan tidak tergoda syetan yang terus mengintai.</strong></p>
<p><strong>Mujahadah adalah suatu keniscayaan<br />
yang mesti diperbuat oleh siapa saja<br />
yang ingin kebersihan jiwa serta kematangan iman dan taqwa.</strong></p>
<p><strong>3. MURAQABAH<br />
Muraqabah artinya merasa selalu diawasi oleh Allah SWT<br />
sehingga dengan kesadaran ini mendorong manusia<br />
senantiasa rajin melaksanakan perintah<br />
dan menjauhi larangan-Nya.</strong></p>
<p><strong>Kehati-hatian (mawas diri) adalah kesadaran.<br />
Kesadaran ini makin terpelihara dalam diri seseorang hamba<br />
jika meyakini bahwa<br />
Allah SWT senantiasa melihat dirinya.<br />
« “Jalan kesuksesan itu dibangun di atas dua bagian.<br />
Pertama, hendaknya engkau memaksa jiwamu muraqabah (merasa diawasi) oleh Allah SWT.<br />
Kedua, hendaknya ilmu yang engkau miliki tampak di dalam perilaku lahiriahmu sehari-hari.” »</strong></p>
<p><strong>Mawas diri adalah bentuk dari muraqabah kepada Allah SWT.<br />
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa,<br />
« Allah SWT tidak melihat kepada bentuk dan indah wajahmu semata,<br />
akan tetapi Allah SWT memperhatikan wujud batinmu.” »</strong></p>
<p><strong>4.  MUHASABAH<br />
Muhasabah berarti introspeksi diri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan.<br />
Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu diri,<br />
dan selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan kelak yang abadi di yaumul akhir.</strong></p>
<p><strong>Dengan melakasanakan Muhasabah, seorang hamba akan selalu menggunakan waktu<br />
dan jatah hidupnya dengan sebaik-baiknya.<br />
Melakukan perhitungan yang matang dalam beramal ibadah mahdhah<br />
maupun amal sholeh berkaitan kehidupan bermasyarakat,<br />
adalah bentuk nyata dari muhasabah.</strong></p>
<p><strong>Allah SWT memerintahkan hamba untuk selalu mengintrospeksi dirinya<br />
dengan meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT.<br />
Muhasabah dapat dilaksanakan dengan cara<br />
meningkatkan ubudiyah serta mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.</strong></p>
<p><strong>5. MU’AQABAH<br />
Muaqabah artinya pemberian sanksi terhadap diri sendiri.<br />
Apabila melakukan kesalahan atau sesuatu yang bersifat dosa<br />
maka ia segera menghapus dengan amal yang lebih utama meskipun terasa berat,<br />
seperti berinfaq, bertaubat, istighfar dan sebagainya.<br />
Kesalahan maupun dosa adalah kesesatan.<br />
Oleh karena itu agar manusia tidak tersesat<br />
hendaklah manusia bertaubat kepada Allah,<br />
mengerjakan kebajikan sesuai dengan norma yang ditentukan<br />
untuk menuju ridha dan ampunan Allah.</strong></p>
<p><strong>Hanyut dalam kesalahan adalah perbuatan yang melampaui batas<br />
dan wajib ditinggalkan.<br />
Di dalam ajaran Islam,<br />
orang baik adalah orang yang manakala berbuat salah,<br />
bersegera mengakui dirinya salah, kemudian bertaubat,<br />
dalam arti kembali ke jalan Allah dan berniat<br />
serta berupaya kuat untuk tidak akan pernah mengulanginya untuk kedua kalinya.</strong></p>
<p><strong>6. MUSYAHADAH<br />
Situasi batin dari orang-orang yang terus musyahadah<br />
atau menyaksikan keagungan Ilahi amat tenang.<br />
Sehingga tak ada kewajiban yang diperintah dilalaikan<br />
dan tidak ada larangan Allah yang dilanggar.</strong></p>
<p><strong>Jiwa yang memiliki rusyda terus hadir dengan khusyu’.<br />
Inilah sebenarnya yang disebut mujahidin ‘ala nafsini wa jawarihihi,<br />
yaitu orang yang selalu bersungguh dengan nuraninya dan gerakannya.<br />
“Barangsiapa menghias lahiriah dengan mujahadah,<br />
Allah akan memperindah rahasia batin melalui musyahadah.”</strong></p>
<p><strong>« Jiwa mempunyai dua sifat yang menghalanginya dalam mencari kebaikan;<br />
Pertama larut dalam mengikuti hawa nafsu, Kedua ingkar terhadap ketaatan.<br />
Manakala jiwa ditunggangi nafsu, wajib dikendalikan dengan kendali taqwa.<br />
Manakala jiwa bersikeras ingkar kepada kehendak Tuhan,<br />
wajib dilunakkan dengan menolak keinginan hawa nafsunya.<br />
Manakala jiwa bangkit memberontak,<br />
wajib ditaklukkan dengan musyahadah dan istigfar.</strong></p>
<p><strong>Sesungguhnya bertahan dalam lapar (puasa)<br />
dan bangun malam di perempat malam (tahajjud),<br />
adalah sesuatu yang mudah.<br />
Sedangkan membina akhlak<br />
dan membersihkan jiwa dari sesuatu yang mengotorinya<br />
sangatlah sulit. »</strong></p>
<p><strong>7. TASYAKUR NIKMAT<br />
Ibadah sebenarnya merupakan suatu<br />
“persembahan kepada Allah Yang maha Kuasa ”<br />
sebagai perwujudan ketaatan dan kesyukuran kepada Allah SWT.</strong></p>
<p><strong>Refleksi dari ibadah adalah lahirnya sikap pengorbanan yang tulus,<br />
penuh kerelaan dengan kesadaran yang tinggi<br />
sebagai pembuktian tanggung jawab makhluk terhadap khaliknya.</strong></p>
<p><strong>Maka dengan tasyakur ini melahirkan watak positif<br />
sebagai hasil jalinan hubungan komunikatif dengan ma’bud (hablum minallah),<br />
membentuk sisi kejiwaan (psychological side-effect) yang terlihat jelas<br />
pada sikap kokoh hubungan mu’amalah,<br />
atau hubungan sosial kemasyarakatan (social effect),<br />
yang tampak nyata pada jalinan tugas-tugas kebersamaan (hablum minan-naas),<br />
kesediaan meringankan beban orang lain,<br />
peduli dengan kaum fuqarak wal masakin,<br />
sedia memikul beban secara bersama,<br />
dan hidup dengan prinsip ta’awun<br />
(saling menolong, bekerja sama dan sama-sama bekerja).</strong></p>
<p><strong>Untuk itu, Allah menyediakan balasan (pahala) ibadah berupa “hasanah” ,<br />
dan merupakan amalan yang paling di senangi Allah<br />
menjadi puncak kegembiraan muttaqin (orang yang mawas diri).</strong></p>
<p><strong>8. SHABAR DAN REDHA<br />
Dalam setiap keadaan seorang hamba tidak akan pernah terlepas dari ujian<br />
yang harus disikapinya dengan kesabaran,<br />
serta nikmat yang harus disyukuri.</strong></p>
<p><strong>Sikap shabar menjadikan seorang hamba<br />
tidak berlepas diri dari kewajiban yang difardhukan Allah SWT yang mesti dilaksanakan,<br />
dan larangan yang wajib dihindari.</strong></p>
<p><strong>Shabar dapat membentuk sikap mental dan kepribadian seseorang<br />
sehingga ia menjadi manusia yang jujur.<br />
« Berlaku jujurlah engkau dalam perkara sekecil apapun<br />
dan di manapun engkau berada.<br />
Kejujuran dan keikhlasan adalah dua hal yang harus engkau realisasikan dalam hidupmu.<br />
Ia akan bermanfaat bagi dirimu sendiri.<br />
Engkau berdusta,<br />
padalah Allah SWT mengetahui apa yang engkau rahasiakan.<br />
Bagi Allah tidak ada perbedaan antara yang tersembunyi dan yang terang-terangan,<br />
semuanya sama.</strong></p>
<p><strong>Bertaubatlah engkau kepada-Nya,<br />
dekatkanlah diri kepada-Nya (taqarrub)<br />
dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.” »</strong></p>
<p><strong>Hidup yang sedang kita jalani  ini tidak terlepas dari keinginan2.<br />
Dan keinginan tidak terlepas dari usaha.<br />
Makin tinggi keinginan makin kuat dan besar usaha yang dilakukan.</strong></p>
<p><strong>Keinginan dan usaha mesti dikuatkan<br />
dengan penyerahan diri kepada Allah SWT<br />
dengan sikap tawakkal.</strong></p>
<p><strong>“ Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah<br />
dengan sebenar-bernar tawakkal,<br />
niscaya Ia (Allah) akan memberikan kepadamu rezki<br />
seperti layaknya seekor burung<br />
yang keluar terbang pad pagi hari dalam keadaan lapar,<br />
dan pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang ”<br />
(HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)</strong></p>
<p><strong>Tawakkal yang benar adalah selalu ingat kepada Allah dalam setiap tindakan.<br />
Allah SWT berfirman :</strong></p>
<p><strong>“Dan sebutlah (Nama) Tuhanmu dalam hatimu<br />
dengan merendahkan diri dan rasa takut,<br />
dengan tidak mengeraskan suara,<br />
di waktu pagi dan petang,<br />
dan jangan kamu termasuk orang-orang yang lalai.”<br />
(Q.S. Al-A’raf: 205)</strong></p>
<p><strong>9. DOA<br />
Doa adalah bagian dari zikrullah.<br />
Tempat zikir berada di dalam hati,<br />
bukan diujung lidah belaka,<br />
bermakna dengan qalbu yang khusyu’, khudhu’, tadharru’,<br />
tawadhu’ yang melahirkan rasa khauf dan raja’di setiap kesempatan,<br />
pagi dan petang,<br />
siang dan malam.</strong></p>
<p><strong>Zikir pangkal ketentraman,<br />
ketenangan dan kedamaian.<br />
Allah adalah sumber ketenangan dan kedamaian.</strong></p>
<p><strong>Mendatangi sumbernya<br />
dengan membersamakan diri dengan Allah SWT dalam do’a.</strong></p>
<p><strong>قال رسول الله ص.م: الدُّعَاءُ سِلاَحُ المُؤْمِنِ وَ عِمَادُ الدِّيْنِ وَ نُوْرَ السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضِ</strong></p>
<p><strong>&#8220;Dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda :<br />
Doa adalah senjata orang mukmin,<br />
tiang agama dan cahaya langit dan bumi.&#8221;<br />
(HR. Al Hakim)</strong></p>
<p><strong>Doa atau Zikir itulah jalan pembersamaan dengan Allah SWT (marifatullah).</strong></p>
<p><strong>.. أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ</strong></p>
<p><strong>“… Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku,<br />
niscaya Aku ingat (pula) kepadamu…”<br />
(Q.S. Al Baqarah: 152).</strong></p>
<p><strong>“(Yaitu) orang-orang yang beriman<br />
dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.<br />
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah<br />
hati menjadi tentram.”<br />
(Q.S. Ar Ra’d: 28)</strong></p>
<p><strong>Meninggalkan zikrullah berarti membuka keleluasaan kepada syetan<br />
untuk menguasai dan menjatuhkan diri<br />
kepada tindakan aniaya dan zalim serta berbuat maksiyat.</strong></p>
<p><strong>“Syetan telah menguasai mereka<br />
dan menjadikan mereka lupa mengingat Allah (zikrullah);<br />
mereka itu jadi golongan syetan.<br />
Ketahuilah, sesungguhnya golongan syetan<br />
adalah golongan yang merugi.”<br />
(Q.S. Mujadilah: 19)</strong></p>
<p><strong>Hamba yang shaleh selalu  berma’rifatullah<br />
dengan mengamalkan perintah Allah,<br />
dan memiliki rasa takut terhadap azab yang mengancam,<br />
sehingga selalu waspada dari kemurkaan Allah SWT:</strong></p>
<p><strong>“Katakanlah:<br />
“Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar<br />
jika aku durhaka kepada Tuhanku.”<br />
(Q.S. Az Zumar: 13)</strong></p>
<p><strong>Rasa takut (khauf) ini tampak dalam cara-cara menjaga dan memanfaatkan waktu.<br />
Allah SWT telah bersumpah dengan berbagai kata yang menunjuk pada waktu.<br />
Waktu adalah modal utama manusia.<br />
Apabila tidak dipergunakan dengan baik,<br />
waktu akan terus berlalu.</strong></p>
<p><strong>Banyak sekali hadits Nabi SAW<br />
yang memperingatkan manusia<br />
agar mempergunakan waktu<br />
dan mengaturnya sebaik mungkin.</strong></p>
<p><strong>“Dua nikmat yang sering disia-siakan banyak orang:<br />
Kesehatan dan kesempatan (waktu luang).”<br />
(H.R. Bukhari melalui Ibnu Abbas r.a).</strong></p>
<p><strong>Seorang ulama yang bernama Malik bin Nabi<br />
dalam bukunya Syuruth An Nahdhah berkata ;<br />
« “Tidak terbit fajar suatu hari,<br />
kecuali ia berseru,<br />
“Wahai anak cucu Adam,<br />
aku adalah ciptaan terbaru yang menjadi saksi usahamu.<br />
Gunakan aku karena,<br />
aku tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat.” »</strong></p>
<p><strong>Akhlak Muslim yang sangat baik<br />
berada pada puncak-puncak perilaku<br />
dengan sikap ikhlas (bersih),<br />
shabar (tahan uji),<br />
istiqamah (disiplin),<br />
qanaah (hemat),<br />
jihad (rajin dan berani),<br />
taat (setia),<br />
hayak (malu),<br />
syukur nikmat (pandai berterima kasih),<br />
dan redha (siap sedia),<br />
yang menjadi dasar-dasar akhlaq mulia,<br />
dan menjadi tugas pokok<br />
risalah keutusan Muhammad SAW.</strong></p>
<p><strong>Ikatlah ucapanmu, baik yang lahir maupun yang batin,<br />
karena malaikat senantiasa mengontrolmu.<br />
Allah SWT Maha Mengetahui segala hal di dalam batin.</strong></p>
<p><strong>Seharusnya engkau malu kepada Allah SWT<br />
dalam setiap kesempatan,<br />
dan seyogyanya hukum Allah SWT<br />
menjadi pegangan dalam keseharianmu.</strong></p>
<p><strong>Jangan engkau turuti hawa nafsu dan bisikan syetan,<br />
jangan sekali-kali engkau berbuat riya’ dan nifaq.<br />
Tindakan itu adalah batil.<br />
Kalau engkau berbuat demikian maka engkau akan disiksa.</strong></p>
<p><strong>RASA TAKUT PADA ALLAH MEMOTIVASI DIRI<br />
UNTUK MENGAMALKAN NILAI-NILAI ILAHY,<br />
SERTA MENJAGA KEBERSIHAN DIRI<br />
DAN MENINGKATKAN IBADAH TERUS MENERUS,<br />
BAHKAN IKUT MENDORONG DHAMIR ATAU JIWA<br />
MENJADI DINAMIS, DAN TAWAKKAL KEPADA ALLAH.</strong></p>
<p><strong>Shadaqallahul’azhim. Allahu A’lamu Bissawab.</strong></p>
<p><strong>Pasie Laweh, 8 Mei 2009.<br />
Wassalam,<br />
</strong></div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><strong><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30217796&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=80284548819&amp;aid=-1&amp;oid=80284548819&amp;id=1402038180"><img style="width:460px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs036.snc1/4329_1077072692677_1402038180_30217796_2564553_n.jpg" alt="" /></a></strong></div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogminangkabau.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogminangkabau.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogminangkabau.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogminangkabau.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogminangkabau.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogminangkabau.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogminangkabau.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogminangkabau.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogminangkabau.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogminangkabau.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=424&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/15/taushiyah-di-tengah-ujian-musibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e39878fa395a5d6eb4a7146fc7ac321?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">buya masoedabidin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs036.snc1/4329_1077072692677_1402038180_30217796_2564553_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bersikap Muahadah, Mujahadah, Muraqabah, Muhasabah, dan Muaqabah dalam Membangun Hari Esok yang lebih baik</title>
		<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/06/bersikap-muahadah-mujahadah-muraqabah-muhasabah-dan-muaqabah-dalam-membangun-hari-esok-yang-lebih-baik/</link>
		<comments>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/06/bersikap-muahadah-mujahadah-muraqabah-muhasabah-dan-muaqabah-dalam-membangun-hari-esok-yang-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 06:13:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABS-SBK]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Masoed Abidin]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[Komentar]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Suluah Bendang di Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Surau]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhidik]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Buya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : H. Mas’oed Abidin


يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa (orang) memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&#8221;  (Q.S. Al [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=421&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh : H. Mas’oed Abidin</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ</p>
<p><strong>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa (orang) memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&#8221;  (Q.S. Al Hasyr : 18) </strong></p>
<p><strong>Adalah menjadi kewajiban setiap orang merancang dan mempersiapkan hari esok yang lebih baik. </strong></p>
<p><strong>Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa seorang akan merugi kalau hari esoknya sama saja dengan hari ini, bahkan dia menjadi terkutuk jika hari ini lebih buruk dari kemarin.  Seseorang baru dikatan bahagia, jika hari esok itu lebih baik dari hari ini. </strong><strong><img class="alignleft size-full wp-image-422" title="jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram" src="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/05/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram.jpeg?w=236&#038;h=290" alt="jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram" width="236" height="290" /></strong></p>
<p><strong>Membangun hari esok yang baik, sesuai dengan ayat (wahyu Allah SWT) di atas dimulai dengan perintah bertaqwa kepada Allah dan di akhiri dengan perintah yang sama. Ini mengisyaratkan bahwa landasan berfikir, serta tempat bertolak untuk mempersiapkan hari esok haruslah dengan taqwa. </strong></p>
<p><strong>Semestinya orang Mukmin punya langkah antisipatif terhadap kemungkinan yang dapat terjadi esok disebabkan kelalaian hari ini. </strong></p>
<p><strong>Seorang mukmin sudah dapat memprediksi dan mempersiapkan hari esok yang lebih baik, dinamis, lebih mapan, lebih produktif dari pada hari ini. </strong></p>
<p><strong>Simpulannya, mesti ada peningkatan prestasi dari hari ke hari. Hari esok dapat berarti masa depan dalam kehidupan pendek di dunia ini. </strong></p>
<p><strong>Hari esok juga berarti pula hari esok yang hakiki, yang kekal abadi di akhirat kelak. </strong></p>
<p><strong>Hari esok mesti dirancang harus lebih baik dari hari ini, dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, dengan melaksanakan lima “M ” ; yaitu Mu’ahadah, Mujahadah, Muraqabah, Muhasabah, dan Mu’aqabah.[1] </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>1.     Mu’ahadah </strong></p>
<p><strong>Mu’ahadah adalah mengingat perjanjian dengan Allah SWT. Sebelum manusia lahir ke dunia, masih berada pada alam gaib, yaitu di alam arwah, Allah telah membuat “kontrak” tauhid dengan ruh. </strong></p>
<p><strong>Kontrak tauhid ini terjadi ketika manusia masih dalam keadaan ruh belum berupa materi (badan jasmani). Karena itu, logis sekali jika manusia tidak pernah merasa membuat kontrak tauhid tersebut. </strong></p>
<p><strong>Mu’ahadah konkritnya diikrarkan oleh manusia mukmin kepada Allah setelah kelahirannya ke dunia, berupa ikrar janji kepada Allah.  Wujudnya terefleksi minimal 17 kali dalam sehari dan semalam, bagi yang menunaikan shalat wajib, sebagaimana tertera di dalam surat Al Fatihah ayat 5 yang berbunyi: “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”. Artinya, engkau semata wahai Allah yang kami sembah, dan engkau semata pula tempat kami menyandarkan permohonan dan permintaan pertolongan. </strong></p>
<p><strong>Ikrar janji ini mengandung ketinggian dan kemantapan aqidah. Mengakui tidak ada lain yang berhak disembah dan dimintai pertolongan, kecuali hanya Allah semata. </strong></p>
<p><strong>Tidak ada satupun bentuk ibadah dan isti’anah (Permintaan Pertolongan) yang boleh dialamatkan kepada selain Allah SWT.[2] </strong></p>
<p><strong>Mu’ahadah  yang lain adalah ikrar manusia ketika mengucapkan kalimat “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya kuperuntukkan (ku-abdikan) bagi Allah SWT,  Tuhan semesta alam.” </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>2.     Mujahadah </strong></p>
<p><strong>Mujahadah berarti bersungguh hati melaksanakan ibadah dan teguh berkarya amal shaleh, sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah SWT yang sekaligus menjadi amanat serta tujuan diciptakannya manusia. </strong></p>
<p><strong>Dengan beribadah, manusia menjadikan dirinya ‘abdun (hamba) yang dituntut berbakti dan mengabdi kepada Ma’bud (Allah Maha Menjadikan) sebagai konsekuensi  manusia sebagai hamba wajib berbakti (beribadah). </strong></p>
<p><strong>Mujahadah adalah sarana menunjukkan ketaatan seorang hamba kepada Allah, sebagai wujud keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya. Di antara perintah Allah SWT kepada manusia adalah untuk selalu berdedikasi dan berkarya  secara optimal. </strong></p>
<p><strong>Hal ini dijelaskan di dalam Al Qur’an Surat At Taubah ayat: 5, </strong></p>
<p><strong>“Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitahukan-Nya kepada kamu apa-apa yang telah kamu kerjakan.” </strong></p>
<p><strong>Orang-orang yang selalu bermujahadah merealisasikan keimanannya dengan beribadah dan beramal shaleh dijanjikan akan mendapatkan petunjuk jalan kebenaran untuk menuju (ridha) Allah SWT hidayah dan rusyda  yang dijanjikan Allah diberikan kepada yang terus bermujahadah dengan istiqamah. </strong></p>
<p><strong>Kecerdasan dan kearifan akan memandu dengan selalu ingat kepada Allah SWT, tidak terpukau oleh bujuk rayu hawa nafsu dan syetan yang terus menggoda. </strong></p>
<p><strong>Situasi batin dari orang-orang yang terus musyahadah (menyaksikan) keagungan Ilahi amat tenang. Sehingga tak ada kewajiban yang diperintah dilalaikan dan tidak ada larangan Allah yang dilanggar. </strong></p>
<p><strong>Jiwa yang memiliki rusyda terus hadir dengan khusyu’. Inilah sebenarnya yang disebut mujahidin ‘ala nafsini wa jawarihihi, yaitu orang yang selalu bersungguh dengan nuraninya dan gerakannya. </strong></p>
<p><strong>Syeikh Abu Ali Ad Daqqaq mengatakan: “Barangsiapa menghias lahiriahnya dengan mujahadah, Allah akan memperindah rahasia batinnya melalui musyahadah.” </strong></p>
<p><strong>Imam Al Qusyairi an Naisaburi [3] mengomentari tentang mujahadah sebagai berikut: </strong></p>
<p><strong>« Jiwa mempunyai dua sifat yang menghalanginya dalam mencari kebaikan;  Pertama larut dalam mengikuti hawa nafsu,  Kedua ingkar terhadap ketaatan. </strong></p>
<p><strong>Manakala jiwa ditunggangi nafsu, wajib dikendalikan dengan kendali taqwa.  Manakala jiwa bersikeras ingkar kepada kehendak Tuhan, wajib dilunakkan dengan menolak keinginan hawa nafsunya. </strong></p>
<p><strong>Manakala jiwa bangkit memberontak, wajib ditaklukkan dengan musyahadah dan istigfar. </strong></p>
<p><strong>Sesungguhnya bertahan dalam lapar (puasa) dan bangun malam di perempat malam (tahajjud), adalah sesuatu yang mudah. </strong></p>
<p><strong>Sedangkan membina akhlak dan membersihkan jiwa dari sesuatu yang mengotorinya sangatlah sulit. » </strong></p>
<p><strong>Mujahadah adalah suatu keniscayaan yang mesti diperbuat oleh siapa saja yang ingin kebersihan jiwa serta kematangan iman dan taqwa.</strong></p>
<p>وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيد ِ   *  إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ *   مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إلاَّ لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ</p>
<p><strong>“Dan sesunggunya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.  Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan adal di dekatnya Malaikat pengawas yang selalu hadir”.  (Q.S. Qaaf: 16-18). </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>3.     Muraqabah </strong></p>
<p><strong>Muraqabah artinya merasa selalu diawasi oleh Allah SWT sehingga dengan kesadaran ini mendorong manusia senantiasa rajin melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. </strong></p>
<p><strong>Sesungguhnya manusia hakikinya selalu berhasrat dan ingin kepada kebaikan dan menjunjung nilai kejujuran dan keadilan, meskipun tidak ada orang yang melihatnya. </strong></p>
<p><strong>Kehati-hatian (mawas diri) adalah kesadaran. Kesadaran ini makin terpelihara dalam diri seseorang hamba jika meyakini bahwa Allah SWT senantiasa melihat dirinya. </strong></p>
<p><strong>Syeikh Ahmad bin Muhammad Ibnu Al Husain Al Jurairy mengatakan, « “Jalan kesuksesan itu dibangun di atas dua bagian. Pertama, hendaknya engkau memaksa jiwamu muraqabah (merasa diawasi) oleh Allah SWT. Kedua, hendaknya ilmu yang engkau miliki tampak di dalam perilaku lahiriahmu sehari-hari.” » </strong></p>
<p><strong>Syeikh Abu Utsman Al Maghriby mengatakan, « “Abu Hafs mengatakan kepadaku, ‘manakala engkau duduk mengajar orang banyak jadilah seorang penasehat kepada hati dan jiwamu sendiri dan jangan biarkan dirimu tertipu oleh ramainya orang berkumpul di sekelilingmu, sebab mungkin mereka hanya melihat wujud lahiriahmu, sedangkan Allah SWT memperhatikan wujud batinmu.” » </strong></p>
<p><strong>Dalam setiap keadaan seorang hamba tidak akan pernah terlepas dari ujian yang harus disikapinya dengan kesabaran, serta nikmat yang harus disyukuri. Muraqabah adalah tidak berlepas diri dari kewajiban yang difardhukan Allah SWT yang mesti dilaksanakan, dan larangan yang wajib dihindari. </strong></p>
<p><strong>Muraqabah dapat membentuk mental dan kepribadian seseorang sehingga ia menjadi manusia yang jujur. </strong></p>
<p><strong>« Berlaku jujurlah engkau dalam perkara sekecil apapun dan di manapun engkau berada. </strong></p>
<p><strong>Kejujuran dan keikhlasan adalah dua hal yang harus engkau realisasikan dalam hidupmu. Ia akan bermanfaat bagi dirimu sendiri. </strong></p>
<p><strong>Ikatlah ucapanmu, baik yang lahir maupun yang batin, karena malaikat senantiasa mengontrolmu. Allah SWT Maha Mengetahui segala hal di dalam batin. </strong></p>
<p><strong>Seharusnya engkau malu kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan dan seyogyanya hukum Allah SWT menjadi pegangan dlam keseharianmu. </strong></p>
<p><strong>Jangan engkau turuti hawa nafsu dan bisikan syetan, jangan sekali-kali engkau berbuat riya’ dan nifaq.  Tindakan itu adalah batil. Kalau engkau berbuat demikian maka engkau akan disiksa. </strong></p>
<p><strong>Engkau berdusta, padalah Allah SWT mengetahui apa yang engkau rahasiakan. Bagi Allah tidak ada perbedaan antara yang tersembunyi dan yang terang-terangan, semuanya sama. </strong></p>
<p><strong>Bertaubatlah engkau kepada-Nya dan dekatkanlah diri kepada-Nya (Bertaqarrub) dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.” » [4]</strong></p>
<p>وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إلاَّ مَا سَعَى  وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى  ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ اْلأَوْفَى  وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى  وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى  وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا</p>
<p><strong>&#8220;Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).  Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,  dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),  dan bahwasanya DIA yang menjadikan orang tertawa dan menangis,  dan bahwasanya DIA yang mematikan dan yang menghidupkan.”  (QS. An-Najm: 39-44) </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>4.     Muhasabah </strong></p>
<p><strong>Muhasabah berarti introspeksi diri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan. Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu diri, dan selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan kelak yang abadi di yaumul akhir. </strong></p>
<p><strong>Dengan melakasanakan Muhasabah, seorang hamba akan selalu menggunakan waktu dan jatah hidupnya dengan sebaik-baiknya, dengan penuh perhitungan baik amal ibadah mahdhah maupun amal sholeh berkaitan kehidupan bermasyarakat. Allah SWT memerintahkan hamba untuk selalu mengintrospeksi dirinya dengan meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT. </strong></p>
<p><strong>Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. melaksanakan shalat shubuh. Selesai salam, ia menoleh ke sebelah kanannya dengan sedih hati. Dia merenung di tempat duduknya hingga terbit matahari, dan berkata ; </strong></p>
<p><strong>« “Demi Allah, aku telah melihat para sahabat (Nabi) Muhammad SAW. Dan sekarang aku tidak melihat sesuatu yang menyerupai mereka sama sekali. Mereka dahulu berdebu dan pucat pasi, mereka melewatkan malam hari dengan sujud dan berdiri karena Allah,  mereka membaca kitab Allah dengan bergantian (mengganti-ganti tempat) pijakan kaki dan jidat mereka apabila menyebut Allah, mereka bergetar seperti pohon bergetar diterpa angin, mata mereka mengucurkan air mata membasahi pakaian mereka dan orang-orang sekarang seakan-akan lalai (bila dibandingkan dengan mereka).” » </strong></p>
<p><strong>Muhasabah dapat dilaksanakan dengan cara meningkatkan ubudiyah serta mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.  Berbicara tentang waktu, seorang ulama yang bernama Malik bin Nabi berkata ; « “Tidak terbit fajar suatu hari, kecuali ia berseru, “Wahai anak cucu Adam, aku ciptaan baru yang menjadi saksi usahamu. Gunakan aku karena aku tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat.” » [5] </strong></p>
<p><strong>Waktu terus berlalu, ia diam seribu bahasa, sampai-sampai manusia sering tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya. Allah SWT bersumpah dengan berbagai kata yang menunjuk pada waktu seperti  Wa Al Lail (demi malam), Wa An Nahr (demi siang), dan lain-lain. </strong></p>
<p><strong>Waktu adalah modal utama manusia. Apabila tidak dipergunakan dengan baik, waktu akan terus berlalu.  Banyak sekali hadits Nabi SAW yang memperingatkan manusia agar mempergunakan waktu dan mengaturnya sebaik mungkin.</strong></p>
<p>نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا َكثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَ الفَرَاغُ</p>
<p><strong>“Dua nikmat yang sering disia-siakan banyak orang: Kesehatan dan kesempatan (waktu luang).” (H.R. Bukhari melalui Ibnu Abbas r.a). </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>5.     Mu’aqabah </strong></p>
<p><strong>Muaqabah artinya pemberian sanksi terhadap diri sendiri. Apabila melakukan kesalahan atau sesuatu yang bersifat dosa maka ia segera menghapus dengan amal yang lebih utama meskipun terasa berat, seperti berinfaq dan sebagainya. </strong></p>
<p><strong>Kesalahan maupun dosa adalah kesesatan. </strong></p>
<p><strong>Oleh karena itu agar manusia tidak tersesat hendaklah manusia bertaubat kepada Allah, mengerjakan kebajikan sesuai dengan norma yang ditentukan untuk menuju ridha dan ampunan Allah. </strong></p>
<p><strong>Berkubang dan hanyut dalam kesalahan adalah perbuatan yang melampaui batas dan wajib ditinggalkan. </strong></p>
<p><strong>Di dalam ajaran Islam, orang baik adalah orang yang manakala berbuat salah, bersegera mengakui dirinya salah, kemudian bertaubat, dalam arti kembali ke jalan Allah dan berniat dan berupaya kuat untuk tidak akan pernah mengulanginya untuk kedua kalinya. </strong></p>
<p><strong>Shadaqallahul’azhim. Allahu A’lamu Bissawab. </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Catatan kaki ;</strong></p>
<p>[1] Syeikh Abdullah Nasih ‘Ulwan dalam bukunya ‘Ruhniyatut Da’iyah’</p>
<p>[2] Demikian komentar Imam as Syaukani dalam kitab tafsirnya ‘Fathul Qadir’ dan Syeikh Ali As Shabuni dalam kitab tafsirnya ‘Shafwatut Tafaasir’.</p>
<p>[3]  Kitab tasawuf, “Risalatul Qusyairiyah”.</p>
<p>[4] Syeikh Abdul Kadir Jailany memberikan nasehat kepada kita sebagaimana yang terdapat dalam kitabnya Al Fathu Arrabbaani wa Al Faidh Ar Rahmaani.</p>
<p>[5] Malik bin Nabi dalam bukunya Syuruth An Nahdhah</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogminangkabau.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogminangkabau.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogminangkabau.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogminangkabau.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogminangkabau.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogminangkabau.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogminangkabau.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogminangkabau.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogminangkabau.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogminangkabau.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=421&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/06/bersikap-muahadah-mujahadah-muraqabah-muhasabah-dan-muaqabah-dalam-membangun-hari-esok-yang-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e39878fa395a5d6eb4a7146fc7ac321?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">buya masoedabidin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/05/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peningkatan Pengamalan Agama dan Adat  dalam Kehidupan Bermasyarakat  di Kabupaten Agam, untuk penetapan arah kebijakan ke  dalam  lima perioritas pembangunan Kabupaten Agam, 2009 &#8211; 2010</title>
		<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/13/peningkatan-pengamalan-agama-dan-adat-dalam-kehidupan-bermasyarakat-di-kabupaten-agam-untuk-penetapan-arah-kebijakan-ke-dalam-lima-perioritas-pembangunan-kabupaten-agam-2009-2010/</link>
		<comments>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/13/peningkatan-pengamalan-agama-dan-adat-dalam-kehidupan-bermasyarakat-di-kabupaten-agam-untuk-penetapan-arah-kebijakan-ke-dalam-lima-perioritas-pembangunan-kabupaten-agam-2009-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 09:57:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABS-SBK]]></category>
		<category><![CDATA[Adat istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Masoed Abidin]]></category>
		<category><![CDATA[Kesatuan Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Komentar]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Suluah Bendang di Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Surau]]></category>
		<category><![CDATA[Tatanan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Buya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Buya H. Mas’oed Abidin
 
Disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Agam tahun 2009 di Lubuk Basung, 24 – 25 Maret 2009, 
merajut masukan utama bagi pemutakhiran rancangan RKPD dan Renja-SKPD, 
untuk penetapan arah kebijakan ke  dalam 
lima perioritas pembangunan Kabupaten Agam, 
a. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih,
b. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=417&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Oleh : Buya H. Mas’oed Abidin</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:Agate-Normal;" lang="FR"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:normal;" align="right"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">Disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Agam tahun 2009 di Lubuk Basung, 24 – 25 Maret 2009,<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:normal;" align="right"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">merajut masukan utama bagi pemutakhiran rancangan RKPD dan Renja-SKPD, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:normal;" align="right"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">untuk penetapan arah kebijakan ke <span> </span>dalam </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">lima perioritas pembangunan Kabupaten Agam,<span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">a. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">b. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan berkelanjutan </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">yang berwawasan lingkungan,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">c. Percepatan pembangunan perkotaan,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">d. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berwasan masyarakat madani,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">e. Mewujudkan masyarakat yang mengamalkan norma agama dan adat ….. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">dan plafond/pagu dana berdasarkan fungsi / SKPD.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:Agate-Normal;color:#632423;" lang="FR"><img class="alignleft size-medium wp-image-416" title="pas-photo-buya" src="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/04/pas-photo-buya.jpg?w=244&#038;h=300" alt="pas-photo-buya" width="244" height="300" />Pendahuluan</span></strong></p>
<p class="AyatBuku" style="margin-top:12pt;text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku" style="line-height:115%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">&#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa (orang) memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&#8221;</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">.</span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"> </span><strong><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;font-style:normal;" lang="FR">(Q.S. Al Hasyr : 18)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Kita mulai bahasan dalam upaya mewujudkan idea menjadi realita di dalam membangun pemerintahan dan daerah Kabupaten Agam berbasis masyarakat <strong>madani</strong> yang <strong>mandiri</strong> dan <strong>berprestasi</strong>, untuk <strong>merajut hari esok</strong> <strong>Kabupaten Agam yang lebih baik</strong>, dalam <em>jangka pendek untuk tahun 2010</em>, dan berkelanjutan ke masa-masa berikutnya.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"><span> </span>Perlu disadari bahwa membangun hari esok itu, mestilah lebih baik dari hari kemarin. Artinya ada kewajiban moral dan program bahwa <strong>geliat pembangunan</strong> di tahun 2010, mesti lebih baik dari tahun 2009 yang sedang kita tempuh atau segera akan ditinggalkan.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Kewajiban moral ini terkait erat dengan perintah agama. Mempersiapkan masa depan yang lebih baik, seperti sinyal Al Qur’an Surat Al-Hasyar ayat 18 ini mengisyaratkan bahwa <strong>landasan berfikir</strong>, serta <strong>tempat bertolak</strong> (<em>starting point</em>) dari setiap gerak dan pentahapan pembangunan untuk mempersiapkan hari esok <strong>haruslah diisi dengan taqwa</strong>. </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Ini bermakna, bahwa Kabupaten Agam salah satu keping dari bingkahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang masih kukuh dengan fondasi landasan UUD 45, yang meletakkan Ketuhanan Yang Maha Esa di dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa serta kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat di Indonesia, sebagai filosofi hidup bernegara dan berbangsa, yang memberi warna pada setiap kebijakan pembangunan di segala bidang, dan di Kabupaten Agam telah diterjemahkan dalam satu visi <em>Agam Mandiri dan Berprestasi yang Madani</em>. Konsekwensinya adalah tetap menjaga secara utuh landasan berfikir serta tempat bertolak « <strong>beriman kepada Allah</strong> ». </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Dengan demikian Pemerintah daerah dengan seluruh stake holder serta seluruh masyarakat di Kabupaten Agam mesti mempunyai <em>langkah antisipatif</em> terhadap kemungkinan apa yang terjadi esok, dengan kemampuan memprediksi, merancang, mempersiapkan dan meraih hari esok Kabupaten Agam yang <strong><span style="text-decoration:underline;">lebih</span></strong> <strong>baik</strong>, <strong>dinamis</strong>, <strong>mapan</strong>, <strong>produktif, berprestasi</strong> dari hari ini. </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Singkatnya mesti ada perbedaan dan peningkatan prestasi dari hari ke hari, dari tahun ke tahun yang terukur, sebagai konsekwensi dari keberlanjutan (sustainability) itu. Hari esok dapat berarti masa depan dalam kehidupan ini, di sini dan sekarang (here and now). Hari esok juga berarti yang hakiki yaitu akhirat. Tidak dapat tidak, wajib ada kemestian perencanaan, gerak dan perilaku pada seluruh sisi dan bidang yang mengarah kepada «<strong>Hari esok harus lebih baik dari hari ini.</strong>»</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Di dalam upaya <strong><em>peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berwawasan masyarakat madani</em></strong> di Kabupaten Agam, mestinya tumbuh <strong>sadar diri</strong> bahwa ada ikatan perjanjian dengan Allah SWT atau <strong><em>Mu’ahadah</em></strong> sebagai satu sikap pengakuan terhadap kekuasan Allah SWT (<em>tauhidic weltanschaung</em>).<em> Mu’ahadah</em> secara konkrit telah diikrarkan kepada Allah, yang terefleksi minimal 17 kali sehari dan semalam sebagai termaktub di dalam surat Al Fatihah ayat 5 yang berbunyi: “<strong><em>Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in</em></strong><em>”.<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">[1]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></span></a> </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:Agate-Normal;font-variant:small-caps;color:#632423;" lang="SV">Masyarakat Madani Beradat Dan Beradab</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Kegiatan hidup masyarakat dipengaruhi oleh berbagai lingkungan tatanan (<em>”system”</em>) pada berbagai tataran (”<em>structural levels</em>”). Yang paling mendasar adalah tatanan nilai dan norma dasar sosial budaya berupa <strong>Pandangan Dunia dan Pandangan Hidup</strong> (<em>PDPH</em>), yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat berupa sikap umum dan perilaku serta tata-cara pergaulan<span> </span>masyarakat.<span> </span>PDPH ini merupakan landasan pembentukan pranata sosial budaya yang melahirkan berbagai<span> </span>lembaga formal maupun informal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Pranata sosial budaya (”<em>social and cultural institution</em>”) adalah batasan-batasan perilaku manusia atas dasar kesepakatan bersama yang menjadi ”<strong>kesadaran kolektif</strong>” di dalam pergaulan masyarakat berupa seperangkat aturan main dalam menata kehidupan bersama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;">PDPH merupakan pedoman serta petunjuk perilaku bagi setiap dan masing-masing anggota masyarakat di dalam kehidupan sendiri-sendiri<span> </span>maupun bersama-sama. PDPH memberikan <strong>ruang</strong> (dan sekaligus <strong>batasan-batasan</strong>) yang merupakan <strong>ladang</strong> bagi <strong>p</strong></span><strong><span style="font-family:&quot;">engembangan kreatif potensi manusiawi</span></strong><span style="font-family:&quot;"> dalam menghasilkan buah karya sosial, budaya dan ekonomi serta karya-karya pemikiran intelektual yang merupakan mesin perkembangan dan pertumbuhan masyarakat di segala bidang kehidupan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;">PDPH masyarakat di Kabupaten Agam yang sejak dahulu telah melahirkan angkatan-angkatan “<strong>generasi emas</strong>” adalah “<em>Adat Basandi Syarak</em>, <em>Syarak Basandi Kitabullah</em>”(ABS-SBK).<span> </span>ABS-SBK adalah PDPH yang menata seluruh kehidupan masyarakat Minangkabau<span> </span>dalam arti kata dan kenyataan yang sesungguhnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;">Dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan, generasi Minangkabau dengan filosofi <em>adat basandi syarak syarak basandi Kitabullah</em> mampu berpegang pada sikap <em>istiqamah</em> (konsistensi). Fatwa adat menyebutkan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“A<em>lang tukang tabuang kayu, </em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Alang cadiak binaso adat, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Alang alim rusak agamo, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Alang sapaham kacau nagari. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dek ribuik kuncang ilalang, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Katayo panjalin lantai, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Hiduik jan mangapalang, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Kok tak kayo barani pakai. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Baburu kapadang data, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dapeklah ruso balang kaki, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Baguru kapalang aja, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Bak bungo kambang tak jadi”. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Kalangan terdidik (<em>el-fataa</em>) di Minangkabau khususnya selalu hidup dalam bimbingan agama Islam. Dengan bimbingan agama dalam kehidupan, maka ukhuwah persaudaraan (<em>ruh al ukhuwwah</em>) terjalin baik. Kekerabatan yang erat menjadi benteng kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Kekerabatan tidak akan wujud dengan meniadakan hak-hak individu orang banyak.<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a> Tamak dan loba akan mempertajam permusuhan. Bakhil akan meruntuhkan persaudaraan dan perpaduan. Setiap Muslim wajib mengagungkan Allah dan menghargai nikmatNya yang menjadi sumber dari rezeki, kekuatan, kedamaian dan membimbing manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:0;line-height:normal;margin:0 6.05pt 6pt 0;" align="right"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;color:black;" dir="rtl"><span> </span></span></strong><strong><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;color:black;" dir="rtl" lang="AR-SA">اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ<span> </span>وَالَّذِينَ كَفَرُوا<span> </span>أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ<span> </span>يُخْرِجُونَهُمْ<span> </span>مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:0;line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><span> </span>Allah adalah pelindung bagi orang-orang yang beriman yang mengeluarkan mereka dari berbagai kegelapan kepada nur(hidayah-Nya). Dan orang-orang kafir itu pelindung-pelindung mereka ialah taghut ( sandaran kekuatan selain Allah) yang mengeluarkan mereka daripada nur (hidayah Allah) kepada berbagai kegelapan.</span></em></strong><span style="font-family:&quot;color:black;"> <a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:black;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Tata</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">nan nilai dan norma dasar sosial budaya (</span><em><span style="font-family:&quot;">Meta-environment</span></em><span style="font-family:&quot;">)<span> yang dibentuk </span>ABS-SBK sebagai PDPH <span>membentuk lembaga pemerintahan ”</span><em>tigo tungku sajarangan</em><span>” yang menata kebijakan “</span><em>macro-level” (</em><span>dalam hal ini “</span><em>adat nan sabana adat, adat istiadat, dan adat nan taradat) </em><span>bagi pengaturan kegiatan kehidupan masyarakat untuk kemaslahatan “</span><em>anak nagari</em><span>”, begitu pula di dapati di Kabupaten Agam. Dengan demikian setiap dan masing-masing anggota pelaku kegiatan<span> </span>sosial, budaya dan ekonomi<span> </span>pada tingkat sektoral (</span><em>meso-level</em><span>) maupun tingkat perorangan (</span><em>micro-level</em><span>) dapat mengembangkan seluruh potensi dan kreativitasnya sehingga terciptalah manusia dan masyarakat Kabupaten Agam yang unggul dan tercerahkan.<span> </span>Maka dapat dinyatakan bahwa Masyarakat Kabupaten Agam harus tampil menjadi salah satu contoh dari Masyarakat Madani Yang Beradat dan Beradab.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-indent:0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:Agate-Normal;font-variant:small-caps;color:#632423;">Masyarakat Ber-Adat Beradab Dilandasi <em>Kitabullah</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;">Pokok pikiran ”<em>alam takambang jadi guru</em>” menunjukkan bahwa para pemikir (filsuf) Adat Minangkabau (Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk Katumanggungan, menurut versi Tambo Alam Minangkabau) meletakkan landasan<span> </span>filosofis Adat Minangkabau atas dasar pemahaman yang mendalam tentang <strong>bagaimana bekerjanya alam semesta serta dunia ini termasuk manusia dan masyarakatnya</strong>. </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Mereka telah menjadikan alam semesta menjadi ”ayat dari <em>Nan Bana</em>” atau ayat kauniyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Secara jujur, kita harus mengakui bahwa adat tidak mungkin lenyap, manakala<span> </span>orang Minangkabau memahami dan mengamalkan fatwa adatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">“Kayu pulai di Koto alam, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">batangnyo sandi ba sandi, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">Jikok pandai kito di alam, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">patah tumbuah hilang baganti”.</span></em></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Secara alamiah (natuurwet) adat itu akan selalu ada dalam prinsip. Jika patah akan tumbuh (<strong>maknanya hidup dan dinamis</strong>), mengikuti perputaran masa yang tidak mengenal kosong. Setiap kekosongan akan selalu terisi, dengan dinamika akal dan kekuatan ilmu (raso jo pareso). Diperkuat sendi keyakinan, bahwa yang hilang akan berganti. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Di sini kita menemui kearifan menangkap perubahan yang terjadi, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">“sakali aie gadang, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">sakali tapian baralieh, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">sakali tahun baganti, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">sakali musim bakisa”.</span></em></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Setiap perubahan tidak akan mengganti <em>sifat</em> adat. Penampilan adat di alam nyata mengikut zaman dan waktu. </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">“Kalau d balun sabalun kuku, kalau dikambang saleba alam, walau sagadang biji labu, bumi jo langit ado di dalam”.</span></em></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"> <span> </span></span></strong><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Keistimewaan adat ada pada falsafah adat mencakup isi yang luas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Konsep </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#632423;" lang="SV">”<span>Adaik basandi ka</span> mupakaik, mupakaik<span> </span>basandi ka alua, alua basandi ka patuik, patuik basandi ka Nan Bana, Nan Bana Badiri Sandirinyo”</span></em></strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> menunjukkan bahwa sesungguhnya para filsuf dan pemikir yang merenda Adat Minangkabau telah <strong>mengakui keberadaan</strong> dan <strong>memahami </strong>”<em>Nan Bana, Nan Badiri Sandirinyo”.</em><span> Artinya, kekuasaan dan kebenaran hakiki ada pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. <strong>Ini dapat dimaknai sebagai landasan masyarakat bertauhid.</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Perputaran harmonis dalam </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">“patah tumbuh hilang berganti”</span></em></strong><span style="font-family:&quot;" lang="FR">, menjadi sempurna dalam </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">“adat di pakai baru, kain dipakai usang”.</span></em></strong><span style="font-family:&quot;" lang="FR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Adat tidak mesti mengalah kepada yang tidak sejalan. </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#632423;" lang="FR">Adat adalah aturan satu suku bangsa. Menjadi pagar keluhuran tata nilai yang dipusakai. Bertanggungjawab penuh menjaga diri dan masyarakat kini, jikalau tetap dipakai, dan akan mengawal generasi yang akan datang.</span></em></strong><span style="font-family:&quot;" lang="FR"> <span> </span></span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Adat Minangkabau dibangun di<span> </span>atas ”Peta Realitas” yang dikonstruksikan secara kebahasaan (”<em>linguistic construction of realities</em>”)<span> </span>yang direkam terutama lewat bahasa lisan berupa pepatah, petatah petitih, mamang, bidal, pantun yang secara keseluruhan dikenal juga sebagai <strong>Kato Pusako</strong>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Lewat berbagai upacara Adat serta kehidupan masyarakat<span> </span>se-hari-hari, Kato Pusako menjadi rujukan di dalam penerapan </span><span style="font-family:&quot;">PDPH di dalam kehidupan masyarakat Minangkabau dan menjadi Peta Realitas sekaligus Pedoman serta Petunjuk Jalan Kehidupan Masyarakat Minangkabau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Sesudah ABS-SBK, terjadi semacam <strong>lompatan kuantum</strong> (”<em>quantum leap</em>”) di dalam budaya Minangkabau, dengan bertumbuh-kembangnya manusia-manusia unggul dan tercerahkan yang muncul menjadi tokoh-tokoh yang berperan penting dalam sejarah kawasan ini. </span><span style="font-family:&quot;">Dengan <em>Adat Basandi Syarak Syarak</em>, dan <em>Syarak Bansandi Kitabullah </em>(ABS-SBK) maka tali hubungan antara Adat Sebagai Pedoman serta Petunjuk Jalan Kehidupan itu dibuhul-eratkan dengan Kitabullah yakni Al Qur’an. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;">Al Qur’an adalah Petunjuk/Pedoman Hidup Bagi Manusia Dan Penjabaran Rinci Dan Jelas Dari Petunjuk/Pedoman Serta Tolok Ukur Kebenaram. (“<em>hudal linnaasi wa bayyinatin minal huda wal furqaan</em>” Q.S 2, Al-Baqarah Ayat 184). Penerapan Al-Qur’an yang merupakan Ajaran Allah dan menurut Teladan Nabi Muhammad SAW (<em>Sunnah Rasulullah</em>) telah mentransformasikan masyarakat menjadi Pembawa Obor Peradaban. Selama tidak kurang dari tujuh abad, kebudayaan dan peradaban yang ditegakkan atas Ajaran Al Qur’an telah mendominasi Dunia Beradab. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;">Itu pulalah yang tampaknya terjadi dengan Masyarakat Minangkabau ketika menerapkan ABS-SBK secara “murni dan konsekwen”. Walau berada dalam lingkungan nasional dan internasional yang sulit<span> </span>penuh tantangan, yaitu zaman kolonialisme<span> </span>dan perjuangan melawan penjajahan, budaya Minangkabau yang berazaskan ABS-SBK telah terbukti mampu menciptakan lingkungan yang menghasilkan jumlah yang signifikan tokoh-tokoh yang menjadi pembawa obor peradaban di kawasan ini. <span> </span>Rentang sejarah itu membuktikan bahwa penerapan ABS-SBK telah memberikan lingkungan sosial budaya yang subur bagi seluruh anggota masyarakat dalam <span>mengembangkan segenap potensi dan kreativitasnya sehingga terciptalah manusia dan masyarakat Minangkabau yang unggul dan tercerahkan.</span></span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="text-indent:0;line-height:115%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:Agate-Normal;color:#632423;" lang="FR">Peningkatan kualitas sumberdaya manusia</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Sikap <strong><em>Mu’ahadah</em></strong><em> </em><span>yang mengikrarkan </span>janji yang mengandung ketinggian dan <strong>kemantapan aqidah</strong> bahwa tidak ada yang berhak untuk disembah dan dimintai pertolongan, hanya Allah SWT semata. B<span>erlanjut </span>dengan ucapan, “<em>Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya kuperuntukkan (ku-abdikan) bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam.”</em> Artinya, di dalam menetapkan prioritas pembangunan sumberdaya manusia yang berwawasan masyarakat madani di Kabupaten Agam wajib ada <strong>program pendidikan berbasis akidah</strong> (tauhidic weltanschaung) itu. </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Sadar sikap berakidah mesti di iringkan oleh <strong><em>Mujahadah </em></strong><span>yang </span>berarti bersungguh-sungguh dalam melaksanakan amal karya yang baik (shaleh) sebagai bagian dari ibadah. Konsekwensi logisnya dari sadar sikap ini sebagai pelaksanaan perintah Allah SWT, sekaligus menjadi <strong>amanat</strong></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="FR"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">serta <strong>tujuan</strong> di dalam pembinaan masyarakat hingga ke <strong>akar bawah di nagari-nagari</strong>. </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Dengan mengedepankan nilai-nilai ibadah, masyarakat di Kabupaten Agam didorong secara sadar untuk merasakan dirinya sebagai ‘<em>abdun</em> (hamba) yang senantiasa memiliki kewajiban untuk <strong>berbakti, bekerja sama, gotong royong, melaksanakan dan menjaga hasil-hasil pembangunan, </strong>menjadi bagian dari mengabdi kepada <em>Ma’bud</em> (Allah SWT Sang Khaliq). </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Mujahadah</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"> mesti digerakkan menjadi sarana menunjukkan <strong>ketaatan, kepatuhan hukum</strong> yang mesti dipunyai setiap hamba Allah sebagai perwujudan keimanan, ketaqwaan dan kesalehan beragama. Karena itu Allah SWT selalu memerintahkan kesalehan peribadi dan sosial kepada manusia untuk selalu <strong>berdedikasi</strong> dan <strong>berkarya secara optimal,</strong> seperti dijelaskan di dalam Al Qur’an Surat At Taubah ayat: 5, </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">“Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitahukan-Nya kepada kamu apa-apa yang telah kamu kerjakan.”</span></em></strong></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Mujahadah dalam realisasi tampak dengan ibadah dan karya (amal) shaleh. Upaya ini terkait konsistensi pada jalan kebenaran menuju <strong><em>ridha</em></strong> Allah SWT dan <strong><em>hidayah </em>(petunjuk),</strong> <strong><em>rusyda </em><span>(kecerdasan), </span></strong>dan <strong>keistiqamahan </strong>(<em>sustainability</em>), tidak terpukau bujuk rayu nafsu dan syetan yang terus menggoda. Situasi batin terjaga selalu <strong><em>musyahadah</em></strong> (mengakui) keagungan Ilahi, sehingga tak ada kewajiban yang dilalaikan dan tidak ada larangan Allah yang dilanggar, wujud ciri utama masyarakat madani <strong><em>‘ala nafsihi wa jawarihihi</em></strong><span> (pada diri dan lingkungan)</span>.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Tidak dapat dibantah, bahwa “Barangsiapa menghias lahiriahnya dengan mujahadah, Allah akan memperindah rahasia batinnya melalui musyahadah.”<a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a> Maka dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang berwawasan masyarakat madani ini, mau tidak mau harus dipahami bahwa, « <em>Jiwa mempunyai dua sifat yang sering menghalanginya dalam mencari kebaikan. Pertama, <strong>larut dalam mengikuti hawa nafsu</strong>, dan kedua <strong>ingkar terhadap ketaatan</strong>. » </em></span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Karena itu, manakala jiwa telah ditunggangi oleh nafsu, maka yang dapat mengendalikannya hanyalah taqwa. Manakala jiwa bersikeras untuk tetap ingkar pada kehendak Tuhan, maka diperlukan upaya intensif mengembalikan dengan menolak keinginan hawa nafsunya. Manakala jiwa bangkit memberontak, maka untuk meredamnya hanya dengan ibadah. </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Patutlah disadari, bahwa bertahan dalam lapar (puasa) dan bertanggang (bangun malam di perempat malam), adalah sesuatu yang mudah. Sedangkan membina akhlak dan membersihkan jiwa dari sesuatu yang mengotorinya sangatlah sulit. Maka program utama pendidikan di Kabupaten Agam mesti menjangkau <strong>pendidikan akhlaq</strong> dan <strong>budi pekerti</strong>.</span></em></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Keberhasilan pendidikan berbasis akhlak dan budi pekerti dan sadar jiwa dengan <strong><em>Muraqabah</em></strong></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"> (merasa selalu diawasi oleh Allah SWT). Rasulullah SAW mengajarkan mengamalkan Muraqabah bahwa Allah SWT selalu menyaksikan segala yang diperbuat oleh hambanya. Artinya masyarakat selalu diarahkan kepada mawas diri (<em>Muraqabah</em>), yang dapat <strong>membentuk mental keperibadian</strong> menjadi <strong>manusia jujur</strong> dan <strong>ikhlas</strong> dalam melaksanakan segala sesuatu. Firman Allah SWT, </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">“Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang berada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan Tiada (pembicaraan antara) lima orang melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu.” </span></em></strong><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">(Q.S. Al Mujaadilah : 7)</span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"> </span></span><a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:left;text-indent:0;margin:6pt -.15in .0001pt 0;" align="left"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:Agate-Normal;color:#632423;">Mewujudkan Masyarakat mengamalkan norma agama dan adat dengan Kecerdasan Spritual</span></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:justify;text-indent:.2in;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لاَيَاتٍ لِأُولِي</span><span style="font-size:20pt;line-height:115%;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span> </span>اْلأَلْبَاب ِ</span></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:justify;text-indent:.2in;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="FR">Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulil Albab. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FR"> <strong>(Q.S. Ali Imran: 190-191)</strong></span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="margin-top:12pt;line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Berbagai macam perkembangan mengarah pada modernisasi bermunculan diiringi pula bercorak rintangan dan tantangan menjadi penghalang pencapaian cita-cita mulia, yakni : <em>Hasanah fiddunya wal akhirah.</em></span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Setiap peribadi yang loyal terhadap komitmen tauhid bahwa « <em>Masa depan harus lebih baik dari masa ini » </em>mesti melihat berbagai rintangan dan cobaan yang menghadang sebagai ujian hidup yang menuntut kesabaran, agar semua yang ia lakukan akan bernilai ibadah di sisi Allah. Prinsip tauhid itu seringkali dibenturkan dengan kesulitan ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, kultur masyarakat yang mengalami degradasi moral, dan tantangan hidup lainnya.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Perlu ada “ <em>kecerdasan spritual ” </em><span>guna</span> menjawab problematika kehidupan yang terbentang menjadi suatu kenyataan dan keniscayaan yang harus dihadapi. Pada prinsipnya siapapun<span> </span>yang ingin meraih sukses , kata kuncinya adalah harus memiliki <em>kecerdasan spritual. </em>Menumbuh kembangkan kecerdasan spritual diperlukan formula-formula strategis, antara lain ;</span></p>
<p class="NormalBuku" style="margin-left:45pt;text-indent:-.25in;line-height:115%;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"><span> </span>Menjauhi Thaghut </span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">yang berarti menyembah selain Allah. <em>Thaghut</em><span> </span>merupakan kontra tauhid yang mesti dijauhi, karena dapat menimbulkan <em>‘split of personality’ </em>(pecah keperibadian) yang tidak akan mampu mengatasi suatu persoalan karena kehilangan asas yang akan menjadi tumpuan untuk berpijak. <em></em></span></p>
<p class="NormalBuku" style="margin-left:45pt;text-indent:-.25in;line-height:115%;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"><span> </span>Meningkatkan Pengetahuan. </span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Satu pendapat yang mesti dihilangkan di masa ini adalah <em>dikotomi</em> (pemisahan) dalam pembagian ilmu agama dan ilmu umum. <em>The second world Comfrence Muslim Education</em> sejak <span> </span>1980 merekomendasikan bahwa<span> </span>perencanaan pendidikan di dasarkan kepada dua kategori, yaitu <em>ilmu abadi</em> yang diwahyukan yang diambil dari Al Qur’an<span> </span>dan Sunnah dan ilmu yang diperoleh dari hasil karya dan pengalaman manusia. Ilmu memegang peran cukup menentukan bagi siapapun yang ingin meraih kebahagiaan. Ilmu pengetahuan merupakan potensi dan mempunyai andil yang sangat besar dalam menentukan tingkat <em>kecerdasan spritual.</em></span></p>
<p class="NormalBuku" style="margin-left:45pt;text-indent:-.25in;line-height:115%;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"><span> </span>Ittiba’ ahsanah. </span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Setiap peribadi madani yang berprestasi harus mengikis kebiasaan <em>taqlid</em></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"> secara membabi buta. Semua masyarakat Kabupaten Agam semestinya mampu merespon seruan-seruan yang mengajak kepada kebaikan secara reflektif dan selalu pro-aktif untuk mencegah kemungkaran. Kebiasaan positif ini apabila berlaku secara benar akan menumbuh-kembangkan benih-benih <em>kecerdasan spritual. </em>Sebaliknya, kurang tanggap terhadap <em>Ittiba’ ahsanah</em> ini, akan membunuh benih-benih <em>kecerdasan spritual. </em>Dan jadilah masyarakat madani di Kabupaten Agam mangsa dari <span> </span>“<em>Syarrud Dawwah”</em><span> yakni ajakan kepada keburukan<em>. </em></span></span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Agama dalam pandangan Islam adalah aturan-aturan yang diturunkan oleh Allah SWT untuk mengatur kehidupan manusia agar mereka dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Agama memberikan tuntunan yang jelas kepada manusia mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang harus dikerjakan dan mana pula yang harus ditinggalkan, mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan. Tuntunan agama memberikan arah yang benar yang harus ditempuh oleh manusia, baik urusan duniawi maupun untuk mempersiapkan diri menghadapi pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT di akhirat nanti.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Satu kesimpulan mewujudkan masyarakat mengamalkan norma agama dan adat istiadat di Kabupaten Agam dengan mengamati formula di atas, dapat membantu menggali<span> </span>potensi <em>kecerdasan spritual </em><span>di</span> lingkungan masyarakat Kabupaten Agam. Untuk mencapai <em>kecerdasan spritual</em>, diperlukan niat tulus, sikap istiqamah. Di samping sudah ada modal lain seperti ketersediaan <em>material, alam, </em><span>didukung <em>kecerdasan tekhnikal </em></span>untuk memecahkan serta mencari solusi problematika kehidupan. Perlu dikembangkan sikap sadar <em>Muhasabah </em>berarti introspeksi diri, baik amal ibadah <em>mahdhah</em> maupun kesalehan berkaitan kehidupan di masyarakat (interaksi sosial). </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Muhasabah</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"> dilaksanakan dengan cara meningkatkan <em>ubudiyah</em> <strong>mengelola waktu </strong>dengan produktif. </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">“Tidak terbit fajar suatu hari, kecuali ia berseru, “Wahai anak cucu Adam, aku ciptaan baru yang menjadi saksi usahamu. Gunakan aku karena aku tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat”. </span></em></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"><span> </span>Waktu terus berlalu, ia diam seribu bahasa, sampai manusia sering tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya. Allah SWT berkali-kali bersumpah dengan berbagai kata yang menunjuk pada waktu, seperti <em><span> </span>Wa Al Lail </em>(demi malam)<em>, Wa An Nahr </em>(demi siang), dan lain-lain.<a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a></span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Waktu adalah modal utama manusia. Apabila tidak dipergunakan dengan baik, waktu akan terus berlalu. Waktu tidak boleh berlalu begitu saja. Waktu adalah modal utama sebelum dapat memanfaatkan raw-materials dan capital akumulasi. Banyak sekali hadits Nabi SAW yang memperingatkan manusia agar mempergunakan waktu dan mengaturnya sebaik mungkin. Namun banyak manusia yang lalai.</span></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:20pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا َكثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَ الفَرَاغُ</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku" style="line-height:115%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">“Dua nikmat yang sering disia-siakan banyak orang: Kesehatan dan kesempatan (waktu luang).” </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">(H.R. bukhari melalui Ibnu Abbas r.a)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Masyarakat madani yang berprestasi adalah masyarakat yang pandai menjaga waktu. Memanfaatkan dan segera dapat melakukan <em>Muaqabah</em></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"> artinya pemberian sanksi terhadap diri sendiri, manakala melakukan kesalahan atau lalai yang berakibat diri berbuat dosa maka ia segera mnghapusnya dengan melaksanakan amal yang lebih utama meskipun terasa berat. Kesalahann maupun dosa adalah kesesatan. </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Banyak program sederhana yang dapat dilaunching oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Agam sampai ke nagari-nagari, mendorong dan mengajar masyarakat menghargai waktu, dengan menggelar kursus-kursus keterampilan akan berdampak kepada <strong>peningkatan kecerdasan, peningkatan kemampuan, peningkatan sumber pendapatan</strong>, dan akhirnya berbuah kepada <strong>peningkatan keamanan</strong> dan <strong>kesejahteraan anak nagari</strong>.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">Program sederhana itu bertujuan agar anak nagari <strong>pandai mengaji </strong>(<em>murattal, qari</em>), <strong>pandai memasak</strong> (<em>kuliner</em>), <strong>pandai menjahit</strong> (<em>home industri, handy craft</em>), <strong>pandai berpidato</strong> (<em>persembahan, budaya, adat istiadat</em>), <strong>pandai bersilat</strong> (olah raga), <strong>pandai berdagang </strong>(<em>wiraswasta, entrepreneurships</em>), <strong>pandai menabung</strong> (<em>banking minded</em>) sesuai pepatah Minangkabau menyebutkan ; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-indent:0;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Agate-Normal;font-variant:small-caps;color:#632423;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-indent:0;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Agate-Normal;font-variant:small-caps;color:#632423;">Krisis Budaya Minangkabau Merupakan Miniatur Dari Krisis Peradaban Manusia Abad<span> </span>Mutakkhir</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;">Budaya Minangkabau memang mengalami krisis, karena lebih dari setengah abad terakhir ini tidak melahirkan tokoh-tokoh yang memiliki peran sentral di dalam berbagai segi kehidupan di tataran nasional apatah lagi di tataran kawasan dan tataran global. <strong>Budaya Minangkabau selama setengah abad terakhir ini gagal membentuk lingkungan sosial ekonomi yang subur bagi persemaian manusia serta masyarakat unggul dan tercerahkan</strong>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;">Di sisi lainnya, manusia moderen sangat berbangga dengan berbagai <strong>isme</strong>-<strong>isme</strong> yang dikembangkannya serta <strong>meyakini kebenarannya</strong> di dalam memahami manusia serta mengatur kehidupan bersama di dalam masyarakat. Kapitalisme, liberalisme dan isme-isme lain telah menjadi semacam berhala yang dipuja serta diterapkan dalam kehidupan masyarakat di kebanyakan belahan Dunia. Hasil penerapan isme-isme itulah yang sekarang memicu berbagai krisis global di Alaf Ketiga ini.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;">Jika kita merujuk kepada <em>Kitabullah</em>, yaitu Al-Qur’an, kita akan menemukan gejala dan sebab-sebab dari Perubahan Iklim yang mendera Umat Manusia. Salah satu ayat Al-Qur’an menyatakan, “&#8230;..<em>Telah menyebar kerusakan di muka bumi akibat ulah manusia”. </em><span> </span><strong>Perilaku manusia-lah penyebab semua kerusakan itu</strong>.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.9pt;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:.9pt;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;">Dan penyebab perilaku merusak manusia ialah <strong>penyembahan berhala</strong>, berupa <strong>ilmu </strong>ataupun <strong>isme-isme</strong> <strong>yang ternyata tidak memiliki hubungan satu-satu dengan kenyataan di alam semesta termasuk di dalam diri manusia dan masyarakat</strong>.<span> </span>Salah satu ayat dalam Al-Qur’an </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:.9pt;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;">Surat 12, Yusuf , Ayat 40,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;line-height:normal;text-align:left;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;line-height:normal;"><span class="gen"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“<span>Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) <span>nama-nama</span> yang <span>kamu</span> dan <span>nenek moyangmu membuat-buatnya</span>. Allah tidak menurunkan suatu <span>keteranganpun</span> tentang <span>nama-nama</span> itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”</span></span></em></strong></span><span class="gen"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></span><span class="gen"><span style="font-family:&quot;">(QS 12, Yusuf : 40).</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:31.5pt;"><span class="gen"><span style="font-family:&quot;">Keyakinan, yang tidak berdasar, akan kebenaran isme-isme itulah yang dapat digolongkan sebagai pemujaan manusia moderen. Manusia memiliki kemampuan terbatas untuk menguji kesebangunan antara apa yang ada dalam pikirannya dengan apa yang sesungguhnya ada dalam Realitas. Isme-isme itu serta keyakinan berlebihan akan keampuhan Ilmu hasil pemikiran manusia hanyalah sekadar ” nama-nama yang dibuat-buat saja” atau sama dengan <strong>khayalan manusia</strong> saja. Dan, disebutkan dalam Al-Quran bahwa jenis manusia yang demikian telah “mempertuhan diri dan hawa nafsunya” dan mereka sesat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“ …. dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. sesung- guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. ” </span></em></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">(QS.28 : 50)<em></em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;">Simpulannya, krisis global yang dihadapi manusia moderen disebabkan karena kebanyakan mereka mempercayai apa yang tidak layak diyakini berupa isme-isme karena mereka telah menuhankan diri dan nafsu mereka sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;">Kebanyakan manusia moderen telah menjauh dari agama langit, bahkan dari agama itu sendiri, dalam pikiran apalagi dalam perbuatan dan kegiatan mereka. Jika dikaitkan dengan kondisi dan situasi masyarakat Minangkabau di abad ke 21 ini, mungkin telah ada jarak yang cukup jauh antara <strong>ABS-SBK</strong> sebagai konsep PDPH (Pandangan Dunia dan Pandangan Hidup) dengan<span> </span>kenyataan kehidupan sehari-hari. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&quot;">Asumsi atau dugaan ini menjadi penjelas serta alasan kenapa <span>budaya Minangkabau selama setengah abad terakhir ini gagal membentuk lingkungan sosial ekonomi yang subur bagi persemaian manusia serta masyarakat unggul dan tercerahkan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">P<span style="color:black;">enerapan ABS-SBK mengharuskan kehidupan perorangan serta pergaulan masyarakat Minangkabau berakar dari dan berpedoman kepada Al-Quran serta Sunnah Rasullullah.<span> </span>Hanya dengan demikianlah, ABS-SBK dapat membentuk lingkungan sosial-budaya yang akan mampu menghasilkan manusia dan masyarakat Minangkabau yang unggul dan tercerahkan yang berintikan para “</span></span><em><span style="font-family:&quot;color:black;">ulul albaab” </span></em><span style="font-family:&quot;color:black;">sebagai tokoh dan pimpinan masyarakat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;">Manusia seperti itulah barangkali yang dimaksudkan oleh Kato Pusako </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:black;">“</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Nan Pandai Manapiak Mato Padang, Nan Indak Takuik Manantang Matoari, Nan Dapek Malawan Dunia Urang, Sarato Di<span> </span>Akhiraik Beko Masuak Sarugo“.<span> </span></span></em></strong></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&quot;"><span> </span><em>Imam as Syaukani</em> dalam kitab tafsirnya ‘Fathul Qadir’ dan <em>Syeikh Ali As Shabuni</em> dalam kitab tafsirnya ‘<em>Shafwatut Tafaasir’.</em></span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.25in;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;color:black;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;color:black;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;line-height:115%;color:black;"> Pepatah Arab menyebutkan, <span dir="rtl" lang="AR-SA">اخاك اخاك ان من لا اخا له-<span> </span>كساع الى الهيجا بغير سلاح</span><span lang="AR-SA"> </span></span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:.25in;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="color:black;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;color:black;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="color:black;"> Al-Baqarah, 257</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Ucapan <em>Syeikh Abu Ali Ad Daqqaq </em><span>dan juga </span>Imam Al Qusyairiy an-Naisaburi mengomentari tentang mujahadah di dalam kitab tasawufnya <strong>Risalatul Qusyairiyah</strong></span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&quot;"><span> </span><strong>Syeikh Abdul Kadir </strong>memberikan nasehat di dalam kitab <em>Al Fathu Arrabbaani wa Al Faidh Ar Rahmaani, “</em><em>Berlaku jujurlah engkau dalam perkara sekecil apapun dan di manapun engkau berada. Kejujuran dan keikhlasan adalah dua hal yang harus engkau realisasikan dalam hidupmu. Ia akan bermanfaat bagi dirimu sendiri. Ikatlah perkataanmu, baik yang zhahir maupun yang batin, karena malaikat senantiasa mengontrolmu secara zhahir. Allah SWT yang mengontrol hal di dalam batin. Seharusnya engkau malu kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan dan seyogyanya hukum Allah SWT menjadi pegangan dalam keseharianmu. Jangan engkau turuti hawa nafsu dan bisikan syetan, jangan sekali-kali engkau berbuat riya’ dan nifaq, karena hak itu adalah batil. Kalau engkau berbuat demikian maka engkau akan disiksa. Engkau berdusta, padahal Allah SWT mengetahui apa yang engkau rahasiakan. Bagi Allah tidak ada perbedaan antara yang tersembunyi dan yang terang-terangan, semuanya sama. Bertaubatlah engkau kepada-Nya dan dekatkanlah diri kepada-Nya (Bertaqarrub) dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.</em>” </span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="ParagraphBuku" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;line-height:115%;"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FR"><span> </span><strong>Malik bin Nabi</strong> dalam bukunya <strong><em>Syuruth An Nahdhah</em></strong> menulis tentang peran waktu ini.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;line-height:115%;"><span lang="FR"> </span></p>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogminangkabau.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogminangkabau.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogminangkabau.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogminangkabau.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogminangkabau.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogminangkabau.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogminangkabau.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogminangkabau.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogminangkabau.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogminangkabau.wordpress.com/417/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=417&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/13/peningkatan-pengamalan-agama-dan-adat-dalam-kehidupan-bermasyarakat-di-kabupaten-agam-untuk-penetapan-arah-kebijakan-ke-dalam-lima-perioritas-pembangunan-kabupaten-agam-2009-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e39878fa395a5d6eb4a7146fc7ac321?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">buya masoedabidin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/04/pas-photo-buya.jpg?w=244" medium="image">
			<media:title type="html">pas-photo-buya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Tantangan Budaya Global</title>
		<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/13/menghadapi-tantangan-budaya-global/</link>
		<comments>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/13/menghadapi-tantangan-budaya-global/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 09:07:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adat istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Masoed Abidin]]></category>
		<category><![CDATA[Globalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komentar]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Suluah Bendang di Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[Surau]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[Membangun Program Strategis bersinergis
Menghadapi Tantangan Budaya Global 
Di Abad ke Duapuluh Satu 
oleh H. Mas&#8217;oed Abidin
 
Pendahuluan
Zaman senantiasa mengalami perubahan Begitulah Sunatullah. Yang Kekal hanyalah Sunnatullah, aturan yang telah ditetapkan oleh Allah, Maha pencipta.
Memasuki alaf ketiga atau abad dua puluh satu, ditemui suatu kenya­taan, terjadinya lonjakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pesat. 
Ditandai dengan lajunya teknologi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=410&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoTitle" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;"><span style="font-size:19pt;font-family:&quot;color:black;">Membangun Program Strategis bersinergis</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;"><span style="font-size:19pt;font-family:&quot;color:black;">Menghadapi Tantangan Budaya Global </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;"><span style="font-size:19pt;font-family:&quot;color:black;">Di Abad ke Duapuluh Satu</span><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;color:black;" lang="IN">oleh H. Mas&#8217;oed Abidin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> </span></p>
<h2 style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;text-transform:uppercase;" lang="IN">Pendahuluan</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Zaman senantiasa mengalami perubahan Begitulah Sunatullah. Yang Kekal hanyalah Sunnatullah, aturan yang telah ditetapkan oleh Allah, Maha pencipta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Memasuki <em>alaf ketiga </em>atau abad dua puluh satu, ditemui suatu kenya­taan, terjadinya lonjakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pesat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Ditandai dengan lajunya teknologi komuni­kasi dan informasi (information technology</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><img class="alignleft size-full wp-image-412" title="buya-depan-masjid-nabawi-4" src="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/04/buya-depan-masjid-nabawi-4.jpg?w=211&#038;h=279" alt="buya-depan-masjid-nabawi-4" width="211" height="279" /></span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Suatu gejala yang disebut‑sebut sebagai arus <strong>globalisasi</strong>, &#8220;perdagangan bebas, per­saingan yang tinggi dan tajam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Era globalisasi ak</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">an terjadi perubahan‑perubahan cepat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Dunia akan transparan, terasa sempit, dan seakan tanpa batas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Hubungan komunikasi, informasi, transportasi menjadikan satu sama lain menjadi dekat, sebagai akibat dari revolusi industri, hasil dari pengembangan ilmu penget</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">ahuan dan teknologi.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;text-transform:uppercase;" lang="IN">Perubahan oleh Arus globalisasi</span></strong><strong> </strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">1. Menggeser P</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">ola Hidup Masyarakat. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Dari agraris tradisional menjadi masyarakat industri modern. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Dari kehidupan</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> berasaskan kebersa­maan, kepada kehidupan individualis. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Dari lamban kepada serba cepat. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Dari berasas nilai sosial menjadi konsumeris materi­alis. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Dari tata kehidupan tergantung dari alam kepada kehi­dupan menguasai alam.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Dari kepemimpi</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">nan formal kepada kepe­mimpinan kecakapan (profesional).</span></p>
<h2 style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;font-weight:normal;" lang="IN">2. Pertumbuhan Ekonomi. </span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Globalisasi menyangkut langsung kepentingan sosial masing‑masing negara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Masing‑masing akan berjuang memelihara kepentingannya, dan cenderung tidak akan memperhatikan nasib </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">negara‑negara lain. Kecenderungan ini bisa melahirkan kembali &#8220;<strong>Social Darwinism</strong>&#8220;. </span><span style="font-family:&quot;color:black;">Dan ini kita rasakan kini dampaknya ketika dunia dilanda ambruknya sistim ekonomi kapitalis yang berbuah dengan krisis financial global.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Kondisi ini mirip dengan kehidupan so</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">sial budaya masyarakat jahiliyah, antara lain mengagungkan materi (berhala), mengabaikan kaedah-kaedah halal-haram, memutus hubungan silaturrahim, berbuat anarkis dan kegaduhan terhadap masyarakat (tetangga, bangsa,negara), yang kuat m</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">enelan yang lemah.<a name="_ednref4" href="#_edn4"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&gt;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="IN">[4]</span></span></span></span></span></a></span><a name="_ednref4" href="#_edn4"></a><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><a name="_ednref4" href="#_edn4"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></span></span></a></span></p>
<h2 style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> </span></h2>
<h2 style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;text-transform:uppercase;" lang="IN">Dampak Globalisasi</span></h2>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Globalisasi membawa <strong>banyak tantangan</strong> (sosial, budaya, ekonomi, politik dan bahkan menyangkut setiap aspek kehidupan kemanusiaan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Globalisasi juga menjanjikan <strong>harapan‑harapan dan kemajuan</strong>.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Harapan dan kemajuan yang menjanjikan, adalah pertumbuhan ekonomi yang pesat, sebagai alat untuk menciptakan kemakmuran masyarakat. Indonesia sebagai bagian dari Asia Tenggara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Apa artinya semua ini?</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> Kita akan menjadi pasar raksasa yang akan diperebutkan oleh orang‑orang di sekeliling. Bangsa kita akan dihadapkan pada <strong><em>&#8220;Global Capitalism&#8221;</em></strong>. Kalau kita tidak hati‑hati keadaan akan bergeser menjadi <strong><em>&#8220;Capitalism Imperialism&#8221;</em></strong> </span><span style="font-family:&quot;color:black;">artinya </span><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">kita akan terjajah di negeri sendiri tanpa kehadiran fisik si penjajah.</span></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Globalisasi membawa <strong>perubahan perilaku</strong>, terutama pada generasi muda (para remaja). </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">3.1. Masalah Remaja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 .9pt 6pt .5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Dunia remaja kita akhir-akhir ini digoncangkan oleh fenomena kurang menggembirakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Banyaknya <strong>tawuran pelajar</strong>, pergaulan <strong>a-susila</strong> dikalangan pelajar dan mahasiswa. Pornografi yang susah dibendung. Kalangan remaja dijangkiti kebiasaan <strong>bolos sekolah.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Kesukaan terhadap<strong> minuman keras.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Kecanduan terhadap<strong> ectasy (XTC), </strong><span> </span>menjadi <strong>budak kokain dan morfin. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Kesukaan judi </span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">dalam <strong>urban popular culture, </strong><em>musro, world-wide sing,</em> dan sejenisnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Para remaja cenderung bergerak menjadi <strong>generasi buih</strong> terhempas dipantai menjadi <strong><em>dzurriyatan dhi’afan</em></strong><span> </span>suatu generasi yang bergerak menjadi “<strong>X-G</strong>” <em>the loses generation</em> dan tidak berani ikut serta didalam perlombaan ombak gelombang samudera globalisasi. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Penyimpangan perilaku menjadi ukuran atas kemunduran moral dan akhlak.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Hilangnya kendali para remaja, berakibat ketahanan bangsa akan lenyap dengan lemahnya remaja. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><strong><em><span style="font-family:&quot;color:black;">Apa </span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Penyebab </span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;color:black;">U</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">tama </span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;color:black;">kesemuanya itu ?</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;color:black;"> </span></em></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:black;">Kalau ingin dirinci, antara lain</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">rusaknya sistim, pola dan politik pendidikan</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">.<span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">hilangnya tokoh panutan, </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">berkembangnya kejahatan orang tua, </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">luputnya tanggung jawab lingkungan masyarakat, </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">impotensi dikalangan pemangku adat, </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">hilangnya wibawa ulama, </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">bergesernya fungsi lembaga pendidikan menjadi bisnis, </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">profesi guru dilecehkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 .5in 6pt -.25in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 .25in 6pt .5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span> </span>3.2. <strong>Perilaku Umat</strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Terjadi</span><span style="font-family:&quot;color:black;"> pula</span><span style="font-family:&quot;color:black;"> <em><span lang="IN">interaksi</span></em><span lang="IN"> dan ekspansi<em> kebudayaan</em> secara meluas. Di tandai dengan semakin berkembangnya pengaruh budaya, </span></span></p>
<h2 style="margin-left:58.5pt;text-indent:-.25in;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">pengagungan materia secara berlebihan (materialistik),</span></h2>
<h2 style="margin-left:58.5pt;text-indent:-.25in;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">pemisahan kehidupan duniawi dari supremasi agama (sekularistik),</span></h2>
<h2 style="margin-left:58.5pt;text-indent:-.25in;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">pemujaan kesenangan indera mengejar kenikmatan badani (hedonistik). </span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;">Sebenarnya perilaku umat ini merupakan p</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">enyimpangan jauh dari budaya luhur</span><span style="font-family:&quot;color:black;">. Akibatnya dapat </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">memunculkan ; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">a. <strong>Kriminalitas, </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">b. Sadisme, </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">c. Krisis moral </span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">secara meluas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Terjadinya <strong>dis-equilibrium, (hilangnya keseimbangan moral),</strong> dalam tatanan kehidupan bermasyarakat menyebabkan lahir krisis-krisis, </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">krisis nilai, menyangkut <em>etika individu dan sosial</em> berubah drastik, pada mulanya berpandangan luhur bergeser kencang kearah tidak acuh, dan lebih parah mentolerir </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">krisis konsep pergeseran pandang (view) cara hidup, dan ukuran nilai jadi kabur. Sekolahan yang merupakan cerminan idealitas masyarakat tidak bisa dipertahankan. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Krisis kridebilitas dengan <em>erosi kepercayaan.</em> Pergaulan orang tua, guru dan muballig dimimbar kehidupan<span> </span>mengalami <em>kegoncangan wibawa</em>. </span>K<span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">risis beban institusi pendidikan terlalu besar.Tuntutan tanggung jawab moral sosial kultural dikekang oleh sisitim dan aturan birokrasi. Kesudahannya, membelenggu<em> dinamika</em> institusi, akhirnya impoten memikul beban tanggung jawab. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Krisis relevansi program pendidikan yang mendukung kepentingan <em>elitis non-populis</em>, tidak demokratis. Orientasi pendidikan beranjak dari mempertahankan <em>prestasi</em> kepada<em> orientasi prestise, keijazahan.</em>  </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Krisis solidaritas, dan membesarnya kesenjangan miskin kaya, dan kesempatan mendapatkan pendidikan tidak merata, kurangnya idealisme generasi<span> </span>remaja tentang peran dimasa datang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Pergeseran budaya </span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">d</span><span style="font-family:&quot;color:black;">engan </span><span style="font-family:&quot;color:black;"><span> </span><strong><span lang="IN">mengabaikan nilai-nilai agama</span></strong><span lang="IN"> </span></span><span style="font-family:&quot;color:black;">pastilah akan </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">melahirkan tatanan hidup </span><span style="font-family:&quot;color:black;">masyarakat dengan </span><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">penyakit sosial</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:black;"> (masyrakat) atau PEKAT yang</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> kronis,</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-family:&quot;color:black;">di antaranya akan meruyak menjadi ; </span>Keg<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">emaran berkorupsi. </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Aqidah</span><span style="font-family:&quot;color:black;">nya</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> bertauhid namun akhlaknya tidak mencerminkan akhlak Islami. </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Melalaikan ibadah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 .9pt 6pt 31.5pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">3.3. <strong>Perilaku kehidupan<span> </span>non-science</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Di antaranya tampak</span><span style="font-family:&quot;color:black;"> pula pada perangai </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">; </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Sangat berminat terhadap kehidupan <strong>non-science,</strong>  </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">asyik mencari <strong>kekuatan gaib</strong> belajar <strong>sihir. </strong></span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Mencari jawaban <strong>paranormal, </strong></span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">menguasai <strong>kekuatan jin</strong>, bertapa ketempat <strong>angker. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Menyelami <strong>black-magic, </strong>mempercayai <strong>mistik.</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Tidak terkecuali menghinggapi juga para cendekiawan. Mencari dukungan melalui pedukunan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">P</span><span style="font-family:&quot;color:black;">erangai </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">sedemikian</span><span style="font-family:&quot;color:black;"> ini telah</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> banyak melahirkan </span><span style="font-family:&quot;color:black;">peribadi yang terbelah (</span><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">split personalities</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:black;">)</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">,</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:black;"> dengan sikap </span></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">“too much science too little faith”, </span></strong><em><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">lebih banyak ilmu dengan tipisnya kepercayaan keyakinan agama, </span></em><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">berkembangnya paham <strong>nihilisme</strong> budaya senang lenang (<strong>culture contenment</strong>)<em>.</em><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;">Keadaan di atas d</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">iperparah </span><span style="font-family:&quot;color:black;">lagi </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">oleh limbah budaya, antara lain; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">sensate-culture<a name="_ednref6" href="#_edn6"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&gt;<span class="MsoEndnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="IN">[6]</span></strong></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></span></span></a></span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> yang selalu bertalian dengan <em>hedonistik.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Orientasi hiburan berselera rendah, <em> </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">3-S tourisme</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> <em>sun-sea-sex. </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Gaya hidup <em>konsumeristis, rakus, boros, cinta mode.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Pergaulan <em>bebas sex,</em> <strong>ittiba’ syahawat</strong> (memperturutkan hobi nafsu syahawat). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Kebebasan salah arah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Lepas dari kawalan agama dan adat luhur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>h.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Tampil dengan sikap <strong>permissif</strong> dan <strong>anarkis</strong>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Pada hakekatnya semua perilaku a-moral tersebut lahir karena <strong><em>lepas kendali dari nilai-nilai agama</em></strong> dan <strong>menyimpang jauh </strong></span><strong><span style="font-family:&quot;color:black;">dan </span></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">keluar dari alur </span></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:black;">akhlak mulia, </span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;">atau menjauh dari adat istiadat warisan leluhur dan budaya bangsa</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">.</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Kondisi seperti itu telah memb</span><span style="font-family:&quot;color:black;">awa perubahan </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">buruk terhadap </span><span style="font-family:&quot;color:black;">generasi bangsa dan menjadikan </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">dunia pendidikan pada umumnya</span><span style="font-family:&quot;color:black;"> mendapat cercaan</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;">Jawaban untuk keluar dari problematika ini adalah ikatan sinerjitas antara Umarak dan Ulama</span></strong></p>
<h2 style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;font-weight:normal;"> </span></h2>
<h2 style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-family:&quot;color:black;text-transform:uppercase;" lang="IN">Membentuk Generasi Masa Depan</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Generasi muda akan menjadi <strong>aktor utama</strong> dalam pentas kesejagatan (millenium ketiga). Karena itu, generasi muda (remaja) harus dibina dengan budaya yang kuat berintikan <strong><em>nilai-nilai dinamik</em></strong> yang relevan dengan realiti kemajuan di era globalisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 .9pt 6pt .5in;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Generasi<strong> masa depan</strong> (era globalisasi) yang diminta lahir dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">budaya luhur</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> (tamaddun),</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">berpaksikan tauhidik</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">kreatif</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> dan<strong> dinamik</strong>, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">memiliki <strong>utilitarian ilmu</strong> berasaskan <strong>epistemologi Islam</strong> yang jelas, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">tasawwur</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> (world view) yang <strong>integratik</strong> dan <strong>ummatik</strong> sifatnya (bermanfaat untuk semua, terbuka dan <strong>transparan</strong>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Perkembangan ke depan banyak ditentukan oleh peranan remaja sebagai generasi <strong>penerus</strong> dan <strong>pewaris</strong> dengan kepemilikan<span> </span>ruang interaksi yang jelas menjadi agen sosialisasi guna menggerakkan kelanjutan<span> </span><strong>survival</strong> kehidupan ke depan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Kita memerlukan <strong>generasi yang handal</strong>, dengan beberapa sikap; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">daya kreatif dan inno­vatif, dipadukan dengan kerja sama berdisiplin, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">kritis dan dinamis, memiliki vitalitas tinggi, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">tidak mudah terbawa arus, sanggup menghadapi realita baru di era kesejagatan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">memahami nilai‑nilai budaya luhur, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">siap bersaing dalam knowledge based society, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">punya jati diri yang jelas, hakekatnya adalah generasi yang menjaga <strong>destiny</strong>, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">individu yang berakhlak berpegang pada nilai-nilai mulia iman dan taqwa,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>h.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">motivasi yang bergantung kepada Allah, yang patuh dan taat beragama akan berkembang secara pasti menjadi agen perubahan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>i.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">memahami dan mengamalkan nilai‑nilai ajaran Islam sebagai kekuatan spritual, yang memberikan motivasi emansipatoris dalam mewujudkan sebuah kemajuan fisik‑material, tanpa harus mengorbankan nilai‑nilai kemanusiaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Sangat dipahami, bahwa kekuatan hubungan<em> ruhaniyah spiritual emosional</em> dengan iman dan taqwa<em> akan </em>memberikan ketahanan bagi umat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Hubungan ruhaniyah ini akan <em>lebih lama bertahan daripada hubungan struktural fungsional.</em></span><em><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> </span></em><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Generasi ke depan wajib digiring menjadi <strong>taat hukum.</strong></span><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Upaya ini dapat dilakukan dengan cara ; </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">memulai dari</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> lembaga keluarga dan rumah tangga, memperkokoh peran orang tua, ibu bapak , </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">fungsionalisasi peranan ninik mamak dan unsur masyarakat secara efektif, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">memperkaya warisan budaya dengan setia mengikuti dan mempertahankan, bertumpu kepada cita rasa <strong>patah tumbuh hilang berganti</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">menanamkan <strong>aqidah shahih (tauhid), dan</strong> <strong>istiqamah</strong> pada agama yang dianaut, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">menularkan ilmu pengetahuan yang segar dengan tradisi luhur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<em><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Apabila sains dipisah dari </span></em><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">aqidah syariah</span></strong><em><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> dan </span></em><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">akhlaq</span></strong><em><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> akan melahirkan saintis tak bermoral agama</span></em><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">, konsekwensinya <strong>ilmu banyak dengan sedikit kepedulian</strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Menanamkan kesadaran tanggung jawab terhadap hak dan kewajiban asasi individu secara amanah, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>h.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">penyayang dan adil dalam memelihara hubungan harmonis dengan alam,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>i.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">teguh politik, kukuh ekonomi, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>j.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">melazimkan musyawarah dengan disiplin dan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>k.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">bijak memilih prioritas pada yang hak sebagai nilai puncak budaya Islam<span> </span>yang benar. <strong>Sesuatu akan selalu indah selama benar</strong>. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Budaya adalah wahana kebangkitan bangsa. </span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kekuatan budayanya.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Generasi yang mampu mencipta akan menjadi syarat utama keunggulan. Keutuhan budaya bertumpu kepada individu dan masyarakat yang mampu mempersatukan seluruh potensi yang ada. </span></p>
<h3 style="text-indent:0;margin:0 .9pt 6pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> </span></h3>
<h3 style="text-indent:0;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;text-transform:uppercase;" lang="IN">M</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;text-transform:uppercase;">enghadapi Abad Keduapuluh satu</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;">Alaf </span></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Baru</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;color:black;">atau abad keduapuluh satu ini </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">ditandai oleh; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 63pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">mobilitas serba cepat dan modern, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 63pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">persaingan keras dan kompetitif, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 63pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">komunikasi serba efektif, dunia tak ada jarak seakan global village, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 63pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">akan banyak ditemui limbah budaya kebaratan westernisasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Alaf baru itu<span> </span>diyakini bahwa kehadirannya tak bisa di cegah. Bahkan sudah berada didepan mata. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Pertanyaan yang perlu dijawab segera: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Sudahkah kita siap mengha­dapi perubahan zaman yang cepat dan penuh tantangan ini? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Di antara jawabnya adalah, kita berkewajiban sesegeranya mem-per­siapkan generasi baru yang siap bersaing dalam era global terse­but. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Kita berkewajiban membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih berkecenderungan individual menjadi Sumber Daya Umat (SDU) yang bercirikan kebersamaan dengan nilai asas &#8220;gotong royong&#8221;, berat sepikul ringan sejinjing, atau prinsip <em>ta&#8217;awunitas</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;">Maka tidak dapat tidak, p</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">roses pembangunan SDM-SDU mesti ditempuh,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 31.5pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Tahap kesadaran </span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">tinggi tentang perlunya perubahan dan dinamik yang futuristik. Langkah</span><span style="font-family:&quot;color:black;"> ini</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> perlu dengan penggarapan secara sistematik dan pendekatan proaktif mendorong terbangunnya proses<span> </span>pengupayaan (<em>the process of empowerment</em>). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 31.5pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Tahap perencanaan</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> dengan rangka kerja yang <strong>terarah</strong>, terencana mewujudkan <strong>keseimbangan</strong> dan minat (motivasi) dan gita kepada iptek, keterampilan dan pemantapan siyasah.</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Aspek pendidikan dan latihan adalah faktor utama dalam peng-upayaan. Konsep-konsep visi, misi, selalu terbentur dalam pen-capaian oleh karena lemahnya metodologi dalam operasional pencapaiannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 31.5pt;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">3. Tahap aktualisasi </span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">secara sistematis<strong> </strong><em>(the level of actualization)</em><strong>. </strong>Bila pendidikan ingin </span><span style="font-family:&quot;color:black;">kita </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">jadikan <strong>modus operandus </strong>di</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">samping<strong> kurikulum ilmu terpadu dan holistik, </strong>sangat perlu pembentukan<strong> kualita pendidik </strong><em>(murabbi)</em><strong> </strong>yang sedari awal mendapatkan pembinaan<strong>. </strong>Pendekatan <strong>integratif</strong> dengan mempertimbangkan seluruh aspek <strong>metodologis</strong> berasas <strong>kokoh tamaddun</strong> yang <strong>holistik</strong> dan bukan utopis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt .5in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 .9pt 6pt 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;color:black;text-transform:uppercase;" lang="IN">Antisipasi Umat.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Umat mesti mengantisipasi dengan penyesuaian-penyesuaian agar tidak menjadi kalah. Dalam </span><span style="font-family:&quot;color:black;">menghadapi </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">persaingan beberapa upaya semestinya disejalankan dengan ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Memantapkan watak terbuka, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Pendidikan moral <strong>berpaksikan tauhid</strong>, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">mengamalkan nilai-nilai amar makruf nahi munkar seperti tertera dalam <strong><em>QS.31, Lukman:13-17</em>.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Integrasi moral</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> yang kuat, berakhlak dan memiliki penghormatan terhadap orang tua, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">mempunyai adab percakapan ditengah pergaulan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">pendalaman ajaran agama <strong>tafaqquh fid-diin, </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">berpijak pada nilai-nilai ajaran Islam yang universal, <strong>tafaqquh fin-naas,</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>h.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">perhatian besar terhadap masalah sosial atau <strong>umatisasi</strong>, teguh memilih kepentingan bersama dengan ukuran moralitas taqwa,<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>i.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">responsif dan kritis terhadap perkembangan zaman, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>j.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">mengenal kehidupan duniawi yang bertaraf perbedaan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>k.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">memacu penguasaan ilmu pengetahuan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>l.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">kaya dimensi dalam pergaulan <strong><em>rahmatan lil ‘alamin</em></strong> menampilkan kecerahan bagi seluruh alam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>m.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">iman dan ibadah, menjadi awal dari <strong>ketahanan bangsa</strong>.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Ketahanan umat bangsa terletak pada <strong>kekuatan ruhaniyah</strong> </span><span style="font-family:&quot;color:black;">dan </span><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">keyakinan agama</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> dengan <strong>iman taqwa</strong> dan <strong>siasah kebudayaan</strong>. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Bila penduduk negeri beriman dan bertaqwa dibukakan untuk mereka <strong>keberkatan langit dan bumi</strong> (<em>QS.7,al-A’raf:96</em>). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;">Ini juga dapat dicapai antara lain l</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">ewat pintu pendidikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Pendidikan yang akan dikembangkan adalah pendidikan akhlak, budi pekerti.</span><span style="font-family:&quot;color:black;"> Kita dapat memahami bahwa pendidikan </span><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Akhlak</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;color:black;">adalah, </span><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">jiwa pendidikan</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">, <strong>inti ajaran agama</strong></span><strong><span style="font-family:&quot;color:black;">, </span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;">dan<strong> </strong></span><strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">buah dari keimanan</span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Maka akhlak karimah (budi pekerti sempurna) adalah tujuan sesungguhnya dari proses pendidikan, dan menjadi wadah diri dalam menerima ilmu-ilmu lainnya. <strong><em>Ilmu yang benar membimbing umat kearah amal karya, kreasi, inovasi, motivasi yang shaleh (baik).</em></strong></span><strong><em><span style="font-family:&quot;color:black;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Untuk itu, beberapa model perlu dikembangkan; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">pemurnian <strong>wawasan fikir disertai</strong><span> </span><strong>kekuatan zikir,</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">penajaman<strong> visi,</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">perubahan melalui <strong>ishlah atau perbaikan,</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">mengembangkan keteladanan <strong>uswah hasanah, </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">sabar, benar, dan memupuk rasa kasih sayang melalui pengamalan <strong>warisan spiritual religi. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Menguatkan <strong>solidaritas </strong>beralaskan pijakan iman dan adat istiadat luhur, “<strong><em>nan kuriak kundi nan sirah sago, nan baik budi nan indah baso</em></strong>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Intensif menjauhi kehidupan materialistis, “<strong><em>dahulu rabab nan batangkai kini langgundi nan babungo, dahulu adat nan bapakai kini pitih nan paguno</em></strong>”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><strong><span style="font-family:&quot;color:black;">Mewujudkan model ini diperlukan sinerji antara Umarak dan Ulama. </span></strong><span style="font-family:&quot;color:black;">Setiap </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Muslim harus jeli (&#8216;arif) dalam menangkap setiap pergeser­an yang terjadi karena perubahan zaman ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;">Pemerintah dan Ulama Suluah Bendang di Sumatera Barat h</span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">arus mampu menjaring peluang‑peluang yang ada, sehingga memiliki visi jauh ke depan. &#8220;<strong>Laa tansa nashibaka minaddunya</strong>&#8220;, artinya &#8220;jangan sampai kamu melupakan nasib/peranan dalam percaturan hidup dunia (Q.S. 28: 77).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Langkah-langkah ke depan</span><span style="font-family:&quot;color:black;"> dalam bentuk nyata dari sinerjitas Umarak dan Ulama itu dapat dilakukan antara lain </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-20.25pt;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">pembinaan <strong>human capital</strong> melalui keluasan ruang gerak mendapatkan pendidikan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-20.25pt;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">pembinaan generasi muda yang akan mewarisi pimpinan <strong>berkualiti</strong>, <strong>memiliki jati diri</strong>, padu dan <strong>lasak</strong>, <strong>integreted</strong> inovatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-20.25pt;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Mengasaskan agama dan akhlak mulia sebagai dasar pembinaan generasi muda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-20.25pt;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Langkah drastik mencetak ilmuan Muslim yang benar-benar beriman taqwa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-20.25pt;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Pembinaan minda wawasan generasi muda ke depan yang bersatu dengan akidah, budaya dan bahasa bangsa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-20.25pt;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Secara sungguh-sungguh mewujudkan <strong>masyarakat madani </strong>yang berteras kepada prinsip keadilan (equity) sosial yang terang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt .5in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Sungguh suatu nikmat yang wajib disyukuri. <em>&#8220;Lain syakartum la adzidannakum</em>&#8220;, bila kamu mampu menjaga nikmat Allah (syukur), niscaya nikmat itu akan ditambah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Di sini peran yang amat crusial dari </span><span style="font-family:&quot;color:black;">Sinerjitas yang mesti terbangun antara Ulama dan Umarak didalam mengatasi kemelur penyakit masyarakat karena dampak Globalisasi ini dengan mengamalkan bimbingan </span><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Agama Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><strong><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:right;" align="right"><strong><em><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">Padang, </span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;color:black;">Jumadil awwal 1430 H / April 2009 M</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;color:black;" lang="IN">.</span></em></strong></p>
<div>&lt;!&#8211;[if !supportEndnotes]&#8211;&gt;</div>
<hr size="1" />&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</p>
<div id="edn1">
<h4 style="margin-bottom:4pt;"><a name="_edn1" href="#_ednref1"></a><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Catatan</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&gt;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">[1]</span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"> Perkembangan cyber space, internet, informasi elektronik dan digital, walaupun kenyataannya sering terlepas dari sistim nilai dan budaya sangat cepat terkesan oleh generasi muda yang cenderung cepat dipengaruhi oleh elemen-elemen baru yang merangsang.</span></p>
</div>
<div id="edn2">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><a name="_edn2" href="#_ednref2"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&gt;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">[2]</span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"> Globalisasi sebenarnya dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau proses menjadikan sesuatu mendunia (universal), baik dalam lingkup maupun aplikasinya, <em>the act of process or policy making something worldwide in scope or application</em> menurut pengertian The American Heritage Dictionary.</span></p>
</div>
<div id="edn3">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><a name="_edn3" href="#_ednref3"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&gt;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">[3]</span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"> Dimana dalam persaingan bebas bentuk apapun, yang kuat akan bisa bertahan dan yang lemah akan mati sendiri (Wardiman, 1997).</span></p>
</div>
<div id="edn4">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><a name="_edn4" href="#_ednref4"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&gt;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">[4]</span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"> Ungkapan Ja’far Bin Abi Thalib, lihat Al Islam Ruhul Madaniyah, Musthafa al Ghulayaini, terungkap sebagai berkiut,<span> </span>&#8220;<em>Kunna nahnu jahiliyyah, na’budul ashnam, wa na’kulul maitah, wa nuqat-ti’ul arham, wa nusi-ul-jiwaar, wa nakkul ul qawiyyu minna dha&#8217;ifun minna,</em>&#8220;<span> </span>artinya: &#8220;Kami masyarakat jahiliyyah, yang kuat dari kami berke­mampuan menelan yang lemah di antara kami.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Kehidupan sosial jahiliyyah itu telah dapat diperbaiki dengan kekuatan Wahyu Allah, dengan aplikasi syari&#8217;at Islam berupa penerapan ajaran <em>tauhid ibadah</em> dan <em>tauhid sosial</em> (Tauhidic Wel­tanschaung). Ini suatu bukti <em>tamaddun</em> pendekatan historik yang merupakan keberhasilan masa lalu (the glory of the past), sesuai Firman Allah, <em>&#8220;Demikian itulah umat sebelum kamu. Bagi mereka amal usahanya, dan bagi kamu amal usahamu.&#8221; (Q.S. 2: 141)</em></span></p>
</div>
<div id="edn5">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><a name="_edn5" href="#_ednref5"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&gt;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">[5]</span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"> Sebelum terjadinya krisis ekonomi, 1997-dampaknya masih terasa hingga hingga sekarang), dalam tiga dasawarsa (1967-1997) ini telah menikmati pertumbuhan ekonomi yang pesat. Bank Dunia menyebut sebagai &#8220;<em>The Eight East Asian Miracle&#8221;</em> yang berkembangan menjadi macan Asia bersama: Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Hong Kong, Thailand, Singapura, Malaysia.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:4pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;font-weight:normal;">Kini kita menghadap lagi Krisis Finansial Global, dampaknya lebih berbahaya dari krisis ekonomi 1997 itu, karena yang rusak adalah sistim ekonomi dunia, hilangnya kepercayaan dan kegunaan dari ekonomi kapilatalis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Populasi Asean sekarang sejak tahun 2003 saat memasuki AFTA antara 350 – 500 juta (Ini perkiraan Adi Sasono, Cides, 1997). Bila pertumbuhan ekonomi ini dapat dipelihara, Insya Allah pada tahun 2019, saat skenario APEC,<span> </span>maka kawasan ini akan menguasai 50,7 % kekayaan dunia, Amerika dan Uni Eropa hanya 39,3% dan selebihnya 10 % dikuasai Afrika dan Amerika Latin (Data Deutsche Bank, 1994).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Tetapi semua prediksi ini buyar oleh ambruknya sistim ekonomi ka[pitalis.</span></p>
</div>
<div id="edn6">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><a name="_edn6" href="#_ednref6"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><span>&lt;!--[if !supportFootnotes]&#8211;&gt;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">[6]</span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"> Budaya sensate memuja nilai rasa panca indera, menonjolkan keindahan sebatas yang di lihat (tonton), di dengar, dirasa, di sentuh, dicicipi, dengan tumpuan kepada sensual, erotik, seronok, kadang-kadang ganas, mengutamakan kesenangan badani (jasmani). Orientasinya hiburan melulu, terlepas dari kawalan agama, adat luhur, moral akhlak, ilmu dan filsafat, dan tercerabut dari budaya dan nilai-nilai normatif lainnya. Seni dibungkus selimut art for art’s sake, sensual, eksotik, erotik, horor, ganas, yang lazimnya melahirkan klub malam, night club, kasino dan panti pijat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Budaya sensate ini dipertajam dampaknya dalam kehidupan remaja oleh budaya popular kekota (urban popular culture) yang hedonistik (mulai berkembang 1960), dan berkembang lagi US culture imperialisme (uncle Sam Culture) dan the globalization of lifestyle gaya hidup global, world wide sing (Madonna, Michael Jakson, dll) sejak tahun 1990 di pra kondisi globalisasi. </span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin-bottom:4pt;"> </p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin-bottom:4pt;"> </p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin-bottom:4pt;"> </p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin-bottom:4pt;"> </p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogminangkabau.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogminangkabau.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogminangkabau.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogminangkabau.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogminangkabau.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogminangkabau.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogminangkabau.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogminangkabau.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogminangkabau.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogminangkabau.wordpress.com/410/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=410&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/13/menghadapi-tantangan-budaya-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e39878fa395a5d6eb4a7146fc7ac321?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">buya masoedabidin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/04/buya-depan-masjid-nabawi-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buya-depan-masjid-nabawi-4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat Ibadurrahman yang Ketiga yaitu &#8220;Suka Shalat Malam&#8221;</title>
		<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-ibadurrahman-yang-ketiga-yaitu-suka-shalat-malam/</link>
		<comments>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-ibadurrahman-yang-ketiga-yaitu-suka-shalat-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 04:56:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABS-SBK]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Masoed Abidin]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[Komentar]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suluah Bendang di Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Surau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[ 

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
“Dan pada sebagian malam hari, (shalat) tahajjudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhamu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”
(Q.S. Al Israa: 79)
 
Sifat Ibadurrahman yang ketiga: Shalat Malam
Pada malam hari Ibadurrahman  berada dalam keadaan antara sujud dan berdiri, yang berarti mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=405&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--> <strong><br />
</strong></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:10pt;" align="center"><span style="font-size:9pt;">“<em>Dan pada sebagian malam hari, (shalat) tahajjudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhamu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:10pt;" align="center"><em><span style="font-size:9pt;">(Q.S. Al Israa: 79)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:10pt;" align="center"><span style="font-size:9pt;"> </span></p>
<p class="NormalBuku"><strong><span lang="FR">Sifat Ibadurrahman yang ketiga: Shalat Malam</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR"><img class="alignleft size-medium wp-image-406" title="mabit-mina-3" src="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/04/mabit-mina-3.jpg?w=241&#038;h=300" alt="mabit-mina-3" width="241" height="300" /><strong>Pada malam hari <em>Ibadurrahman </em><span> </span>berada dalam keadaan antara sujud dan berdiri, yang berarti mereka sedang mendirian shalat (<em>Qiyamullail</em>). </strong></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Allah SWT berfirman: </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“<em>Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” </em>(Q.S. Al Furqan: 64)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Mereka diberi sifat sujud, karena mereka meletakkan kening di atas tanah, menghadap Allah. Dan mereka juga berdiri, membaca <em>Kalamullah</em>. </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Ibadurrahman melakukannya bukan mencari kehormatan di mata manusia, bukan untuk mencari ketenaran dan pujian, tapi mereka melakukannya karena mengharap ridha Allah dan rahmat-Nya serta karena takut akan azab-Nya.</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Di dalam riwayat banyak sekali yang menceritakan tentang keadaan Rasulullah SAW dalam</span><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="FR"> </span><span lang="FR">melewati waktu malamnya. </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Salah satunya diriwayatkan bahwa suatu hari Ubaid bin Umair dan Atha’ bin Abu Rabbah mendatangi rumsh Sayyidah Aisyah r.a lalu mereka bertanya, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“<em>Beritahukanlah kepada kami sesutau yang paling menakjubkan yang engkau lihat pada diri Rasulullah SAW!” </em>Setelah diam beberapa saat, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Aisyah menjawab<em>, “Suatu malam beliau berkata kepadaku, ‘Hai Aisyah, biarkan aku malam ini beribadah kepada Rabbku.” </em>Aku berkata, <em>“Demi Allah, aku suka selalu dekat dengan engkau, namun aku juga suka apa yang membuat engkau senang.”</em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Maka beliau bangkit, bersuci, lalu berdiri untuk mengerjakan shalat. Beliau terus menerus menangis, lalu beliau duduk dan masih tetap menangis hingga janggut beliau basah oleh air mata. Lalu beliau berdiri dan<span> </span>terus menangis hingga tanah di dekat beliau basah. Kemudian Bilal datang mengumandangkan Azan Subuh. </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Ketika melihat beliau menagis, Bilal menghampiri beliau seraya berkata, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“<em>Wahai Rasulullah, engkau menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lampau dan dosa-dosamu yang akan datang.” </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Beliau menjawab, “<em>Tidak bolehkah aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?”</em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Begitulah waktu malam yang dilalui oleh Rasulullah SAW, dan begitu juga yang dilakukan oleh para sahabat beliau. </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Al Hasan bin Shaleh – salah salah seorang <em>fuqaha s</em></span><em><span>a</span><span lang="FR">laf </span></em><span lang="FR">– pernah memberikan seorang  pembantu perempuan kepada sekumpulan orang. </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Ketika memasuki sepertiga terakhir dari waktu malam, perempuan pembantu itu  bangun dan menyeru<span> </span>mereka, “<em>shalat, shalat!” </em><span> </span></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Mereka bertanya-tanya, “<em>Apakah sudah subuh? Apakah fajar sudah terbit?” </em><span> </span></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Perempuan pembantu itu<span> </span>balik bertanya, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“<em>Apakah kalian tidak shalat kecuali subuh saja?” </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Mereka menjawab, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“<em>Memang, kami hanya biasa mengerjakan shalat fardhu.” </em><span> </span></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Maka perempuan pembantu itu menemui Al Hasan dan memohon kepadanya dengan berkata, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“<em>Tuan telah menyerahkan  aku kepada sekumpulan orang yang tidak mendapatkan bagian apapun dari waktu malam mereka. Demi Allah aku memohon agar tuan mengambil aku kembali.”</em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Barangsiapa yang tidak mau melakukan shalat malam, maka hendaklah ia mendirikan shalat fardhu tepat pada waktunya dan tidak mengulur-ulur shalat subuh sehingga matahari hampir terbit  pula karena kesukaan tidur atau lebih suka tidur daripada mengabdi kepada Tuhannya.</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"> Yusuf Al Qardhawy mengatakan, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“Pola hidup manusia sudah banyak yang rusak. Dulu mereka suka tidur lebih cepat dan bengun lebih cepat pula. Ketika berbagai macam perangkat dan fasilitas modern, media massa, TV, film, Video<span> </span>ada di mana-mana, maka mereka belum tidur hingga tengah malam, dan mereka pun<span> </span>kesulitan bangun lebih dini.”</span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">“Disebutkan dari Nabi SAW, bahwa ada seseorang yang tidur sepanjang malam hingga pagi hari. Maka beliau bersabda, “Itulah orang yang dikencingi syeithan di bagian telinganya.” (H.R. Bukhari &amp; Muslim)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Rasulullah SAW bersabda:</span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">“Syeithan membuat tiga simpul tali di bagian<span> </span>belakang kepala salah seorang di antara kalian, yang pada setiap simpul tali ia bubuhkan stempel, ‘Malam masih panjang, maka tidurlah lagi’, Jika ia bangun dan menyebut nama Allah, maka simpul itupun terburai. </span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">Jika ia wudhu’, maka satu simpul lagi terburai, </span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">Jika ia mendirikan shalat, maka seluruh simpul terburai, sehingga dia menjadi bersemangat dan tentram jiwanya. Jika tidak, maka tertekanlah jiwanya dan (timbullah) malas.” </span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">(H.R. Bukhari)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><strong><span style="font-size:9pt;">Simpul tali syeithan itu senantiasa ada di kepala setiap orang. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><strong><span style="font-size:9pt;">Karena itu Rasulullah SAW bersabda;</span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">“Lepaskanlah simpul tali syeithan itu meskipun dengan dua rakaat.” (H.R. Ibnu Khuzaimah)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Syaikh DR. Yusuf Al Qardhawy mengatakan, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"><em>“Shalat malam dapat dikerjakan seusai shalat Isya hingga waktu fajar. </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"><em>Kita bisa memilih bagian dari bentangangan waktu itu. </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"><em>Shalatlah menurut kesanggupan, bisa dua rakaat, empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat, hingga dua belas rakaat, dan akhirilah dengan shalat witir, karena sesungguhnya akhir shalat malam itu dipersaksikan. </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"><em>Tuntunan yang paling sederhana dari setiap muslim ialah melaksanakan shalat fardhu. </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"><em>Tapi Allah mensifati Ibadurrahman, bahwa mereka adalah orang-orang yang sujud dan berdiri melaksanakan shalat di waktu malam (Qiyamullail), dan tidak mensifati mereka sebagai orang-orang yang hanya memelihara dan mendirikan shalat fardhu. </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"><em>Memang memelihara shalat fardhu merupakan satu tingkatan, tapi itu bukan tingkatan Ibadurrahman. Artinya, Ibadurrahman memiliki tingkatan yang lebih tinggi lagi.”</em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Abdullah bin Sallam berkata, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“Ketika pertama kali Rasulullah SAW menginjakkan kaki di Madinah, maka orang-orang berkerumun mengelilingi beliau, dan aku termasuk mereka yang ikut berkerumun. </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Setelah aku amati kuperhatikan wajah beliau, maka aku tahu bahwa wajah itu bukanlah wajah pendusta. Perkataan yang<span> </span>pertama kali aku dengar dari beliau adalah : </span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, jalinlah hubungan persaudaraan dan shalatlah pada malam setelah manusia tidur, niscaya kalian akan masuk<span> </span>sorga dengan sejahtera.” (H.R. Ahmad dan Tirmidzi)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><em><span lang="FR">Allahi A’lam bi as Shawab</span></em></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Wassalam,</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Buya H. Masoed Abidin</span></strong><em><span lang="FR"><br />
</span></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogminangkabau.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogminangkabau.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogminangkabau.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogminangkabau.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogminangkabau.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogminangkabau.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogminangkabau.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogminangkabau.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogminangkabau.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogminangkabau.wordpress.com/405/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=405&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-ibadurrahman-yang-ketiga-yaitu-suka-shalat-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e39878fa395a5d6eb4a7146fc7ac321?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">buya masoedabidin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/04/mabit-mina-3.jpg?w=241" medium="image">
			<media:title type="html">mabit-mina-3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat Ibadurarhman yang Kedua  adalah &#8220;MURAH HATI&#8221;</title>
		<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-ibadurarhman-yang-kedua-adalah-murah-hati/</link>
		<comments>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-ibadurarhman-yang-kedua-adalah-murah-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 03:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABS-SBK]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Masoed Abidin]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[Komentar]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Pergaulan]]></category>
		<category><![CDATA[Suluah Bendang di Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Surau]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Buya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[
وَلا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (Q.S. Fushilat: 34)
Sifat Ibadurrahman yang kedua: Murah hati
Sifat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=397&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَلا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku" style="text-align:center;" align="center"><span lang="FR">“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” <strong>(Q.S. Fushilat: 34)</strong></span></p>
<p class="NormalBuku"><strong><span lang="FR">Sifat Ibadurrahman yang kedua: Murah hati</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Sifat Ibadurrahman yang kedua adalah sifat Murah Hati saat bergaul dengan manusia, terutama dengan orang-orang yang jahil dan bodoh. Sebagaimana firman Allah SWT, </span></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى اْلأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُو</span><strong><span lang="FR"><img class="alignleft size-full wp-image-403" title="jpeg-image-227c397269-pixels-buya" src="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/04/jpeg-image-227c397269-pixels-buya.jpeg?w=227&#038;h=269" alt="jpeg-image-227c397269-pixels-buya" width="227" height="269" /></span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">نَ قَالُوا سَلامًا</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><span lang="FR">“… dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, maka mereka mengucapkan kata-kata yang baik (yang </span><strong></strong><span lang="FR">mengandung keselamatan),” <strong>(Q.S. Al Furqan: 63)</strong></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Mengucapkan kata-kata yang baik artinya membebaskan diri dari kata-kata yang mengandung dosa, celaan, fitnah dan rasa dendam. Tidak membals keburukan dengan keburukan yang sama, meskipun itu sanggup dilakukan dan punya hak untuk membalasnya.</span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Allah SWT berfirman:</span></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلامٌ عَلَيْكُمْ لا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><span lang="FR">“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling dari padanya dan mereka berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan</span><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;font-style:normal;" dir="rtl" lang="FR"> </span><span lang="FR">bagimu amal-amal kamu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang yang jahil.” <strong>(Q.S Al</strong></span><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;font-style:normal;" dir="rtl" lang="AR-SA">-</span><span lang="FR">Qashash: 55)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Ketika orang-orang jahil menyapa, maka <em>Ibadurrahman </em>mengucapkan perkataan yang baik, tidak melumuri lidahnya dengan kata-kata yang sia-sia, tidak meladeni dan menghindarinya. Karena mereka tidak mau waktu mereka terbuang hanya untuk melayani sesuatu yang tidak bermanfaat, bukankah waktu sangat berharga apalagi bagi <em>Ibadurrahman</em>. Begitulah <em>Ibadarurrahman, </em>mereka menjaga lidah, waktu dan umur, melindungi lembaran-lembaran kebaikan yang sudah ada dan mengisi dengan kebaikan-kebaikan yang lain, menghindari keburukan dan sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat bagi mereka.</span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Nabi Isa a.s pernah berjalan</span><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="FR"> </span><span lang="FR">melewati sekumpulan orang-orang Yahudi, lalu mereka melontarkan kata-kata<span> </span>yang tidak senonoh kepda beliau, tapi beliau menanggapi perkataan mereka dengan kebaikan. Maka ada beberapa orang bertanya kepada<span> </span>beliau, <em>“Orang-orang itu telah melontarkan kata-kata tidak senonoh kepada engkau, namun engkau justru mengatakan yang baik kepada mereka.”</em> Beliau menjawab, <em>“Segala sesuatu mengeluarkan apa yang ada di dalamnya.”</em></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Anas bin Malik r.a pernah berkata; </span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">“Jika ada yang mengucapkan kata-kata kasar kepadamu, misalnya dengan ungkapan, “Wahai orang zalim, fasik, pendusta, pembohong”, atau kata-kata lain yang tidak senonoh, maka hadapilah ia dengan berkata, “Kalau memang engkau berkata bahwa aku ini seperti yang engkau katakan, semoga Allah mengampuni kesalahanku. Jika engkau dusta atau mengada-adaatau memfitnah dengan kata-katamu itu, semoga Allah mengampuni kedustaanmu.”</span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Allah SWT berfirman: <em></em></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR"><em>“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” <strong>(Q.S. Fushilat: 34)</strong></em></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Di dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala memerintahkan kita untuk tetap berlaku baik bahkan yang lebih baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita, agar dia dapat berbalik menjadi teman yang setia. Karena manusia itu hakikatnya selalu menjadi tawanan dari kebaikan. Jika kita berbuat baik kepada seseorang, maka kebaikan itu akan mengikat dirinya<span> </span>dengan diri kita, sebagaimana yang dikatakan seorang penyair:</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku" style="margin:6pt 15.35pt .0001pt 12pt;"><span lang="FR">“Tundukkan hati manusia dengan berbuat baik kepadanya. Karena hanya kebaikan yang dapat menundukkan hati manusia”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span lang="FR">Dalam pembahasan sehari-hari, kita selalu menyebut dan menykapi dengan tidak senang seseorang yang disebut orang-orang yang jahil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span lang="FR">Siapakah mereka yang disebut dengan orang-orang yang jahil itu? …</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span lang="FR">Menurut Syaikh Yusuf Al-Qardhawy, jahil menurut Al Qur’an adalah setiap orang yang durhaka kepada Allah<em> Azza wa Jalla</em>, setiap orang yang memberi kekuasaan kepada hawa nafsu untuk<span> </span>mengalahkan kebenaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span lang="FR">Dan setiap orang yang memberi kekuasaan kepada syahwat untuk mengalahkan akal sehatnya, dapat dikatakan jahil. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span lang="FR">Orang-orang yang meremehkan, mengolok-olok<span> </span>masalah yang serius dan mengejek kebenaran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span lang="FR">Begitupun setiap orang yang akhlaknya buruk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span style="font-size:9pt;">Al Qur’an menceritakan ketika para wanita tertarik dan terpesona saat menatap wajah tampan Nabi Yusuf a.s, maka Nabi Yusuf a.s berkata, <em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span style="font-size:9pt;"><em>“…Dan jika tidak Engkau hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka, dan tentulah aku termasuk orang-orang yang jahil.” </em></span><strong><em><span style="font-size:9pt;" lang="FR">(Q.S. Yusuf: 33)</span></em></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Al Qur’an juga menceritakan ketika Nabi Musa a.s memerintahkan kaumnya agar menyembelih sapi betina, maka mereka berkata, </span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR"><em>“Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?” Musa menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.” <strong>(Q.S. Al Baqarah: 67)</strong></em></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Sebagai penutup marilah kita simak hadits Rasulullah SAW berikut ini:</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><span lang="FR">“Bersabda Nabi SAW kepada ‘Uqbah bin ‘Amir r.a, </span></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><span lang="FR">“Wahai ‘Uqbah, maukah engkau aku beritahukan budi pekrti ahli dunia dan akhrat yang paling utama? </span></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><span lang="FR">Yaitu: Melakukan silaturrahmi (menghubungkan kekeluargaan) dengan orang yang telah memutuskannya, memberi kepad orang yang tidak pernah memberimu, dan memaafkan orang yang pernah menganiayamu.” <strong>(H.R. Hakim)</strong></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><em><span lang="FR">Allahu A’lam bi as Shawab</span></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogminangkabau.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogminangkabau.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogminangkabau.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogminangkabau.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogminangkabau.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogminangkabau.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogminangkabau.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogminangkabau.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogminangkabau.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogminangkabau.wordpress.com/397/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=397&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-ibadurarhman-yang-kedua-adalah-murah-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e39878fa395a5d6eb4a7146fc7ac321?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">buya masoedabidin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/04/jpeg-image-227c397269-pixels-buya.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">jpeg-image-227c397269-pixels-buya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat Sifat Ibadurrahman,</title>
		<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-sifat-ibadurrahman/</link>
		<comments>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-sifat-ibadurrahman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 03:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABS-SBK]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Masoed Abidin]]></category>
		<category><![CDATA[Komentar]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suluah Bendang di Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[Surau]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Buya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Rendah Hati&#8221;
Oleh : H. Mas&#8217;oed Abidin
Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman ;
“Dan hamba-hamba Rabb yang Maha Penyayang (Ibadurrahman) itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (mengandung) keselamatan.
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.
Dan orang-orang yang berkata: “Ya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=394&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Rendah Hati&#8221;</p>
<p>Oleh : H. Mas&#8217;oed Abidin</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman ;</p>
<p>“Dan hamba-hamba Rabb yang Maha Penyayang (Ibadurrahman) itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (mengandung) keselamatan.</p>
<p>Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.<img class="alignleft size-full wp-image-400" title="jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram" src="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/04/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram.jpeg?w=236&#038;h=290" alt="jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram" width="236" height="290" /></p>
<p>Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.</p>
<p>Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.</p>
<p>Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan)  yang benar, dan tidak berzina. Barangsiapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</p>
<p>Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shaleh, maka sesungguhnya ia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.</p>
<p>Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.</p>
<p>Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.</p>
<p>Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami …Anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami, penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam sorga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan-ucapan selamat di dalamnya.”</p>
<p>Firman Allah ini ditemui di dalam Alquranul Karim, Q.S. Al Furqan, ayat  63-75.</p>
<p>Ibadurrahman adalah hamba-hamba yang dinisbatkan kepada Allah semata (Ar Rahman) yang mengandung pengertian, bahwa mereka adalah hamba-hamba yang layak mendapatkan rahmat Allah dan mereka selalu berada dalam lingkup rahmat-Nya.</p>
<p>Mereka adalah orang-orang yang menyadari kekuasaan Allah dan memenuhi hak-hak-Nya, yang memurnikan agama karena Allah dan Allah memurnikan agama-Nya bagi mereka.</p>
<p>Dinisbatkannya mereka kepada Allah Yang Maha Rahman – sebagaimana yang dinyatakan langsung oleh Allah – oleh karena disana juga ada golongan-golongan hamba yang lain, seperti hamba syeitan, hamba taghut, hamba syahwat, hamba uang, hamba khamar, hamba narkoba, hamba birahi, hamba harta, hamba tahta, hamba wanita. Ibadurrahman mempunyai sifat dan tanda-tanda sebagaiman yang disebutkan Allah di dalam ayat-ayat di atas.</p>
<p>Sifat-sifat tersebut adalah:</p>
<p>1.	Tawadhu’ dan rendah hati</p>
<p>2.	Murah hati</p>
<p>3.	Mendirikan shalat malam (Qiyamullail)</p>
<p>4.	Takut neraka</p>
<p>5.	Sederhana dalam membelanjakan harta</p>
<p>6.	Tauhid</p>
<p>7.	Menjauhi tindak pembunuhan dan menghormati kehidupan</p>
<p>8.	Menjauhi zina</p>
<p>9.	Taubat Nasuha</p>
<p>10.	Tidak bersumpah palsu dan meninggalkan pekerjaan yang tidak bermanfaat</p>
<p>11.	Menyelami ayat-ayat Allah</p>
<p>12.	Memohon kebaikan bagi istri dan keluarganya.</p>
<p>Sifat Ibadurrahman yang pertama adalah  Tawadhu’, sebagaimana diungkap  oleh Al Qur’an bahwa mereka berjalan di muka bumi dalam keadaan rendah hati dan penuh tawadhu’.</p>
<p>Ibadurrahman bila berjalan di muka bumi dalam keadaan  rendah hati, tawadhu’ dan lemah lembut, berjalan dengan penuh kewibawaan dan kehormatan, tidak dengan sikap sombong dan semaunya sendiri, tidak merasa lebih tinggi dari siapapun, tidak menyeramkan dan tidak congkak.</p>
<p>Syaikh Yusuf Al Qardhawy mengatakan maksud berjalan dengan rendah hati bukan berarti berjalan dengan cara membungku-bungkuk seperti orang sakit, sebab Rasulullah SAW tidak berbuat seperti itu, begitu pula para sahabat.</p>
<p>Sebagaimana yang diriwayatkan Ali bin Abi Thalib r.a, dari Nabi SAW, bahwa saat berjalan badan beliau bergerak-gerak seperti sedang meniti jalan menurun. Ini merupakan jalannya orang-orang yang penuh semangatdan pemberani, seperti yang dikatakan Ibnu Qayyim di dalam Zadul Ma’ad .</p>
<p>Abu Hurairah juga pernah berkata, “Aku tidak melihat sesuatu pun yang lebih bagus dari pada Rasulullah SAW. Seolah-oleh matahari berjalan di muka beliau. Aku juga tidak melihat seseorang yang lebih jalannya daripada beliau, seakan-akan bumi menjadi turun di hadapan beliau. Kami sudah berusaha menyeimbangi beliau, tapi beliau seperti tidak peduli.”</p>
<p>Rasulullah tidak berjalan seperti orang sakit atau lamban.</p>
<p>Maksud dari kata-kata cepat di sini bukan berarti cara berjalan yang menghilangkan kewibawaan, yang berjalan terlalu cepat.</p>
<p>Artinya sedang-sedang saja, tidak terlalu cepat tidak terlalu lambat, sesuai dengan perawakan, umur dan kemampuan.</p>
<p>Rasulullah SAW juga para sahabat beliau telah menyontohkan kepada kita sikap tawadhu’ yang pada dasrnya adalah salah satu landasan sikap dan akhlak mereka.</p>
<p>Marilah kita simak kata-kata hikmah berikut ini yang terdapat dalam kitab Muzakarah fi manazili as Shiddiqin wa ar Rabbaniyyin; min khilali an Nushus wa Hikam Ibnu ‘Athaillah Sakandary, karya Syaikh Sa’id Hawwa:</p>
<p>“Barangsiapa yang beranggapan bahwa dirinya tawadhu’ pada hakikatnya dia orang-orang yang sombong, sebab anggapan tawadhu’ seperti ini tidak timbul kecuali lantaran rasa tinggi diri/tinggi hati.</p>
<p>Karena itu, jika engkau beranggapan bahwa dirimu telah tawadhu’ sebenarnya engkau adalah orang yang takabur (sombong).”</p>
<p>Allahu A’lam Bi As Shawab</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogminangkabau.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogminangkabau.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogminangkabau.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogminangkabau.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogminangkabau.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogminangkabau.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogminangkabau.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogminangkabau.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogminangkabau.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogminangkabau.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=394&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-sifat-ibadurrahman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e39878fa395a5d6eb4a7146fc7ac321?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">buya masoedabidin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogminangkabau.files.wordpress.com/2009/04/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Palanta Mak Sati</title>
		<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/02/01/palanta-mak-sati/</link>
		<comments>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/02/01/palanta-mak-sati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 06:17:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lapau]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[Suluah Bendang di Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/02/01/palanta-mak-sati/</guid>
		<description><![CDATA[Dunsanak sa palanta, ketek indak disabuikkan namo, gadang indak dipanggiakan gala. Sabalunnyo ambo maminta maaf dek karano talambek mambaleh milis yang mananyokan identitas badan diri ambo oleh Kmd. Andrinof Chaniago. Kapado moderator paralu ambo jalehkan bahwa email ambo di milis iko indak dibajak urang, jadi pandapek nan ambo tulih, asli dari ambo nan banamo Noor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=388&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dunsanak sa palanta, ketek indak disabuikkan namo, gadang indak dipanggiakan gala. Sabalunnyo ambo maminta maaf dek karano talambek mambaleh milis yang mananyokan identitas badan diri ambo oleh Kmd. Andrinof Chaniago. Kapado moderator paralu ambo jalehkan bahwa email ambo di milis iko indak dibajak urang, jadi pandapek nan ambo tulih, asli dari ambo nan banamo Noor Indones glr St. Sati. Ambo baru pulang dari kampuang di Agam dan indak mambuka email di sinan. Ambo berkenalan untuak memanfaatkan tehnologi komunikasi informasi dunia maya iko karano diperkenalkan oleh angku doto Abraham Ilyas (63 th), kutiko baliau membangun situs komunitas (th. 2002) di www.nagari.org /dan selanjutnyo www.nagari.or.id. Kutiko itu baliau maminta ambo untuak membangun komunitas dunia maya nagari Sitalang di Kab. Agam. Meskipun pembangunan nagari maya tersebut sampai kini masih menggunokan hosting gratis di www.geocities.com/ctalang, tapi kok urang mamasuakkan kato kunci Sitalang (nagari asa ambo) di google, alah bisa diketahui suku, nagari asa sarato foto ambo (walaupun gaek masih ngganteng lho, he, he..!). Jadi namo Noor Indones itu indak palasu doh. Induak bareh sorang sajo, dan anak ado 9 urang. Alhamdulillah kasadonyo alah tamat PT dan alah nikah. Kiniko 6 urang anak ambo badomisili/bakarajo di Sumatera, 2 urang di Jawa dan sorang di Japang. Iseng-iseng kok nak mengecek identitas diri ambo bisa ditanyokan ka Bapak Prof. Amran Halim, mantan Ka. Pusat Bahasa. Mulonyo ambo nak maurus/maninggakan pasan-pasan sabalun ambo mati hanyo untuak anak-kamanakan sajo di situs nagari Sitalang, tapi angku Abraham maminta ambo untuak mambuek semacam &#8220;palanta&#8221; di homepage di situs nan baliau tampilkan dan diagiahlah judul palanta tersebut diambiak dari gala ambo yaitu &#8220;Palanta Mak Sati&#8221;. Palanta barisi &#8220;guritiak&#8221; untuak proyek/pembangunan Sumbar. Bukankah kini jaman alah baganti jo jaman reformasi, siapopun buliah mangaluakan pandapeknyo asa indak menghujat. Ambo maraso… kok pemda Sumbar salah arah dalam mambuek proyek-proyek pembangunan…., tantu akan marusak anak-kamanakan sarato keturunannyo, khususnyo nan bamukim di nagari Sitalang nan Barajo Surang. Jadi kok amuah manalusuri isi tulisan ambo di palanta Mak Sati, lai ado alternatife lain nan ambo sampaikan di sinan tantangan pembangunan iko (selain galeh wisata). Sebagian Daftar Judul tulisan di bawah merupokan karangan ambo pribadi atau basamo jo angku Abraham Ilyas. Tampaknyo lai ado nan mambaco tulisan tersebut sesuai jo angko-angko nan tatulih di belakang judul. Kini permintaan ambo, kok lai kan ado nan ka mambantu ambo mambuek tulisan disaratoi paretongan jo angko-angko (proposal kecek rang kini), ba a caronyo badagang Carbon dari hutan ulayat dari nagari-nagari di sekitar danau Maninjau. Kabanyo negara maju basadio membantu masyarakat nan mamaliharo hutannyo (dalam rangka mengurangi pemanasan bumi). Kok lai ado dosen-dosen (di lua tampek ambo maaja) Pengamat kebijakan publik dan aktifis sosial di Jakarta sarato aktifis LSM nan bisa mambantu menghubuangkan nagari-nagari tersebut dengan masyarakat Uni Eropa, US, Australia dll. negara maju, tentunyo dolar, euro, yen akan datang ka kampuang. Indak paralu anak nagari diajai manjua jasa pijit-urut ka turis lai, karano mereka bisa mandapek modal untuak mamaliharo labah, bataranak itiak, kambiang jo Jawi dll secaro moderen. Nagari-nagari awak bisa mengantikan HD, Klink sebagai MLM nan manjajokan madu nan Rp. 250.000,- sa liter. Satantangan karajo ambo, dauluno guru bahasa Indonesia salamo 25 tahun, dimulai dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi dan intansi pemerintah di Palembang dan kini alah pansiun. Aktivitas sosial ambo tahun 1957 sampai 1960 memfasilitasi kegiatan-kegiatan perjuangan daerah bergolak di kota Palembang (penghubung di kota) dan kini dipacayoi dek kawan-kawan lamo manjadi sekretaris Forum Komunikasi Eksponen 66 SS) di sampiang sebagai ketua Seksi Pembinaan Adat Minangkabau BMKM sarato Pembina pengurus Ikatan Keluarga Agam dan Bukittinggi Palembang. Namo ambo Noor Indones, nan artinyo Cahaya Indonesia tantunyo merupokan niat/doa atau mukasuik atau Visi dari urang gaek ambo nan mengharapkan anaknyo manjadi orang Indonesia nan baik. Khusus untuak pambarian namo iko alah ditabuih dek baliau th. 1936 dengan manghuni pinjaro salamo 3 bulan. Komentar ambo tentang pembangunan ekonomi untuak nagari-nagari di salingka danau (agar disesuaikan dengan budaya), dimukasuikkan untuak menanggapi tulisan salah seorang anggota milis (penulis memperkenalkan dirinyo sebagai aktivis LSM) yang meminta tulisannya untuak dikomentari. Bak kato urang Minangkabau, baliau iko ibarat kayu gadang di tangah koto, nan bapucuak cewang ka langik, baurek limbago matan. Ureknyo tampek baselo, batangnyo tampek basanda. Dahannyo tagok, tampek bagantuang. Daunnyo rimbun tampek balinduang di ari paneh, bataduah di ari ujan. Babuah kato nan bana. Ka pai tampek batanyo, ka pulang tampek babarito, nan sarupo kecek urang: Bak antan mangko bak nangko Di nan dangkek basijingkek Di nan dalam basibanam Ka lurah manurun, ka bukik mandaki Nan ambo takuikkan, bak bunyi pantun: Puyuah nak urang Koto Nopan Bao bapikek lah daulu Guruah nan indak jadi ujan Bumi jo langik nan dapek malu. Demikianlah dari ambo, urang Gaek nan biaso mangaji dimulai dari alih, sarupo urang daulu manjalankan agamo batingkek-tingkek, dari syariat, dilanjuikkan ka thariqat, mangarati jo hakikat akhianyo basuo jo makrifat. Meskipun ambo alah gaek dalam usia, namun praktek ambo barulah satingkek memahami jo manjalankan syariat sajo dalam iduik iko, balain jo kabanyakan (!) urang mudo kini lansuang maraso dapek hakekat. Maaf dan hormat ambo, wollohuaklam. Noor Indones St. Sati Sebagian judul Karangan ambo lihek di www.nagari.org/palanta2.php atau di www.nagari.or.id/?moda=palanta2 Kelompok halaman : 1 2 Judul-judul di halaman: 1 Manggaleh, Badagang, Saudagar dan Budaya (993) Paradigma Minang Kabau unt. pedoman Pemb. Sumbar (1500) luak bapangulu, rantau&#8230;J&#8230;barajo (999) &#8230;tolonglah Ambo&#8230;.. ! (782) Gayuang basambuik, Kato bajawab (922) Kirimkan seiris dagingku unt. Ratu Wihelmina (1871) Manjajokan Bika baulek bakuliliang kota: Servis untuak wisatawan (1017) Bana sasuai, paham saukua Tanggapan unt. Sdr. Jakob Sumardjo (908) Rekomendasi WSIS untuk anak-kamanakan awak (1758) Surek unt. Gubernur: Jaan biakan sarupo Padi Salibu (1240) Evaluasi Industri Utak di Sumbar th. 2005 (617) Talampau Cadiak (661) Tuah Anjiang, cilako kudo (630) Beda Orang dengan Manusia (941) Nagari dan Kota (440) Peto ta ajan utak (606) Inilah Perasaan (388) Si Usuit tagia bagala (443) Gadih Desa Mangamuak (458) Si Usuik manjadi Provokator (376) Dalam batin bahakikat pulo (427) Pandai-pandailah ! (355) Buyuang Tasulo Kayie (366) Ingek Sabalun Kanai (356) Konsep Wisata di Agam (365) Pengemis Jalanan, surek untuak Mamak (351) The derivation of the word &#8220;Minangkabau&#8221; (318) Bacirabuik Lonte (2328) Pil Kada (326) Gilo Mancaliak Baruak Barayun (493) Kembali ke Hal. Utama</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogminangkabau.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogminangkabau.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogminangkabau.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogminangkabau.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogminangkabau.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogminangkabau.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogminangkabau.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogminangkabau.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogminangkabau.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogminangkabau.wordpress.com/388/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogminangkabau.wordpress.com&blog=3495534&post=388&subd=blogminangkabau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/02/01/palanta-mak-sati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e39878fa395a5d6eb4a7146fc7ac321?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">buya masoedabidin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>