Penerapan Ruhul Islam dalam upaya Pembinaan dan Pengembangan melalui Penguatan Akidah dan Ibadah (Bimbingan Ruhul Islam untuk RSI Ibnu Sina Yarsi Sumbar)

Oleh : H. Mas’oed Abidin

I.    Insyaallah kita memahami sesungguhnya bahwa bekal utama dalam hidup, adalah keyakinan  dan keimanan  kepada Allah SWT dan hidup masyarakat memakaikan akhlaqul karimah.

Dakwah Agama Islam mengajarkan syari’at agama Islam yang shahih  dalam menguatkan perilaku berakhlaq sesuai risalah Rasulullah SAW ,  serta tetap menjaga agar lingkungan tertata dengan nilai-nilai tamadun yang terikat kuat dengan penghayatan Islam. Disinilah letak peran Ruhul Islam secara krusial.

Sikap jiwa (mental attitude) dari masyarakat kita – khususnya di Sumatera Barat , sedari masa lalu, dan mesih tetap terjaga sampai kini – adalah selalu tertuntun oleh akhlak, sesuai bimbingan ajaran Islam, dalam ungkapan “syara’ mamutuih, Adat memakai !”.

Nilai-nilai tamaddun ini, menjadi pegangan hidup yang positif. Maka Ruhul Islam adalah identitas (sibghah) atau ciri khas dari sebuah lembaga Islam di daerah ini, terutama lembaga pelayanan keperluan masyarakat seperti Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi Sumbar ini.

Nilai nilai syari’at dan tamaddun yang sudah mengakar di tengah masyarakat itu akan mendorong dan merangsang — menjadi force of motivation –, bahkan menjadi penggerak – dan/atau mendinamiseer – semua kegiatan masyarakat, termasuk sifat dan kebiasaan-kebiasaan untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan meliputi bidang ekonomis, menghindari pemborosan, kebiasaan menyimpan, hidup berhemat, memelihara modal supaya jangan hancur, melihat jauh kedepan, serta interaksi atau silaturahim dengan massyarakat kelilingnya. Sikap jiwa yang baik itu sesungguhnya lahir dari pemahaman syari’at agama Islam atau memiliki Ruhul Islam yang masuk ke dalam budaya dan kehidupan bermasyarakat di Sumatera Barat. Dan ini adalah kekuatan besar dari kekayaan budaya masyarakat yang tidak ternilai besarnya. Ini juga menjadi harapan harapan pencapaian dalam keberhasilan embanan tugas pelayanan masyarakat di daerah ini.

II.  Generasi anak bangsa ini mesti menjauhkan diri dari perilaku yang dimarahi Allah. Berperangai bebas tanpa arah akan mengundang musibah dalam kehidupan. Mengerjakan yang diwajibkan dan meninggalkan yang dilarang berarti berupaya menjauhkan diri dari kemaksiatan.

Mengatasi problematika sosial dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya ; a). Melakukan tazkiyah nafs  dengan teratur dalam manhaj suffiyah, b). Memantapkan iman, tauhid uluhiyah, c). Melaksanakan Ibadah yang teratur, sebagai perwujudan tauhid rububiyah, d). Melakukan Wirid yang berkesinambungan, e). Shalat berjamaah, dan ibadah sunat yang teratur, seperti qiyamullail, shaum, dan lainnya, f). Melakukan interaksi intensif (silaturahim yang terjaga) ditengah masyarakat. Semua pengupayaan ini akan menjadi kekuatan untuk mengantisipasi berkembangnya maksiat.

Pergeseran budaya itu terjadi ketika mengabaikan nilai-nilai agama. Pengabaian nilai-nilai agama, menumbuhkan penyakit social yang kronis, karena aqidah tauhid melemah – yang menjadi penyebab lahirnya  perilaku tidak mencerminkan akhlak Islami,  serta suka melalaikan ibadah.

Kelemahan dalam meujudkan misi dakwah umumnya datang tersebab pembinaan akhlak sering tercecerkan. Pendidikan  yang mengedepankan Ruhul Islam sudah hampir tiada. Peran pendidikan  agama dan pemeliharaan ibadah juga melemah. Pendidikan akhlak dan budi pekerti berdasarkan perinsip perinsip syari’at agama Islam yang mewarnai kehidupan budaya masyarakat menjadi kabur.  Padahal Janji Allah SWT sangat jelas dan tepat, ” apabila penduduk negeri beriman dan bertaqwa dibukakan untuk mereka keberkatan langit dan bumi “.

Kita memerlukan generasi yang handal, dengan beberapa sikap berakhlak,  berpegang pada nilai-nilai  iman dan taqwa,  memiliki daya kreatif dan innovatif, menjalin kerja sama berdisiplin, kritis dan dinamis,  memiliki vitalitas tinggi, tidak mudah terbawa arus,  sanggup menghadapi realita baru di era kesejagatan.  

Memahami nilai‑nilai budaya luhur, punya makna jati diri yang jelas,  menjaga martabat, patuh dan taat beragama,  menjadi agen perubahan, dengan motivasi yang bergantung kepada Allah, mengamalkan nilai‑nilai ajaran Islam sebagai kekuatan spritual, dinamis dalam mewujudkan sebuah kemajuan fisik‑material, tanpa harus mengorbankan nilai‑nilai kemanusiaan.

III.  Bagi setiap orang yang secara serius ingin berjuang di bidang pembangunan masyarakat  — terutama di Sumatera Barat, dengan tamaddun Minangkabau  — pasti akan menemui satu iklim (mental climate) yang subur, yakni ada kekuatan agama, tamadun, budaya, adat istiadat, dan budi bahasa yang baik.

Satu realita objektif  adalah ;  Siapa yang paling banyak menyelesaikan persoalan masyarakat ,  pasti akan berpeluang banyak mengatur masyarakat. Beberapa model perlu dikembangkan di dalam pembinaan Ruhul Islam diantaranya  ; pemurnian wawasan fikir, mempertajam kekuatan zikir, penajaman visi  akhlak banagari, mengembangkan keteladanan uswah hasanah, sabar, benar, memupuk rasa kasih sayang, pendalaman spiritual religi. Bila itu ada, Insyaallah kendala atau tantangan perubahan zaman dapat diatasi.

Pengendali kemajuan sebenarnya adalah agama dan akhlak mulia yang mewarnai budaya bangsa. Budaya atau tamaddun  bangsa yang selama ini telah berlaku turun temurun dalam masyarakat kita di Sumatera Barat – Minangkabau dengan tamaddun ABSSBK – adalah hidup santun dan sopan sesuai bimbingan adat dan agama Islam.

Tercerabutnya agama dari diri masyarakat  — di Sumatera Barat atau hilangnya adat istiadat Minangkabau berdasarkan syari’at agama Islam –, berakibat besar kepada perubahan perilaku dan tatanan masyarakatnya. Hal ini disebabkan, karena “adatnya bersendi syarak, syaraknya bersendi kitabullah” dan “syarak mangato (=memerintahkan) maka adat mamakai (=melaksanakan)” .  Akibatnya, akan ditemui maraknya penyakit masyarakat (pekat, tuak, arak, judi, dadah, pergaulan bebas di kalangan kaula muda, narkoba, tindakan kriminal dan anarkis),  yang merusak tatanan keamanan, maka dirasakan adalah prinsip ABS-SBK menjadi kabur.

Peranan  pendidikan Ruhul Islam sejak dulu adalah membawa umat kepada keadaan yang lebih baik, kokoh aqidah, qanaah,  istiqamah, berilmu pengetahuan, mencintai nagari, matang dengan visi dan misi  Islam, memelihara kebersamaan dan gotong royong, berkualitas dengan iman dan hikmah, amar maktruf dan nahyun ‘anil munkar, research oriented, professional, berteraskan iman dan ilmu pengetahuan, mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat. Jiko mangaji dari alif, Jiko naiak dari janjang, Jikok turun dari tango,  Jiko babilang dari aso, artinya hidup berperaturan.

IV.  Dalam gerakan  “membangun kehidupan masyarakat yang beragama Islam secara shahih”, tidak dapat tidak, setiap peribadi  akan menjadi pengikat dalam membentuk masyarakat yang lebih kuat, sehingga merupakan kekuatan sosial yang efektif, dengan kekuatan persaudaraan.

Pemasyarakatan budaya dalam keseharian  sesuai syari’at Islam, mesti bersandar kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul.  Maka pembinaan dan pelayanan masyarakat oleh siapa saja harus bertujuan kepada mencapai derajat pribadi taqwa, dalam hubungan hidup bermasyarakat sesuai tuntunan syariat Agama Islam. Mamutieh cando riak danau, tampak nan dari muko-muko, Batahun-tahun dalam lunau, namun nan intan bakilek juo.

Mengakarkan nilai nilai Ruhul Islam kedalam  kehidupan masyarakat atau kelompok  di Sumatera Barat  — Minangkabau —  adalah dengan kemestian  memiliki ilmu dengan akidah tauhid yang jelas. Generasi pelanjut Yarsi mestinya dinamik yang tumbuh dengan kejelian akal fikir disertai kejernihan budi pekerti. “Pucuak pauah sadang tajelo, Panjuluak bungo galundi,  Nak jauh silang sangketo, Pahaluih baso juo  basi.  Anjalai tumbuah di munggu, Sugi-sugi di rumpun padi, Nak pandai sungguah baguru, Nak tinggi naiak-kan budi.”

Filosofi Hidup bermasyarakat  mesti  diberi ruh oleh Islam. Kekuatan hubungan ruhaniyah (spiritual emosional) dengan basis iman dan taqwa akan memberikan ketahanan bagi umat. Hubungan ruhaniyah, lebih lama bertahan daripada hubungan struktural fungsional. 

Prinsip-prinsip Kepemimpinan Rasulullah harus masuk ke dalam seluruh kehidupan secara komprehensif dan akan berlaku universal, yang dijabarkan dengan kebersamaan, gotong royong, sahino samalu, kekerabatan, dan penghormatan sesama, atau barek sapikue ringan sajinijing, yang menjadi kekuatan di dalam incorporated social responsibility. Kekusutan dalam masyarakat  diatasi dengan komunikasi. Persoalan perilaku harus mendapatkan porsi yang besar. Diperlukan sosialisasi nilai-nilai Islam masuk ke dalam budaya kerja. Kekekrabatan dijaga dengan satu sistem pandangan  cinta  dalam kegiatan membangun yang dipersamakan, dengan landasan mencari redha Allah..

V. Kekuatan Umat ada pada jati dirinya. Shabar dan syukur adalah bukti nyata dari jiwa yang sadar beragama dan beriman tauhid. Disinilah letak kekuatan umat itu. Sabda Rasulullah SAW tentang sibghah orang Muslim itu diantaranya ;

عَجِبْتُ لِلْمُسْلِمِ إِذَا أَصَابَتْهُ مُصِيْبَةٌ احْتَسَبَ وَ صَبَرَ وَ إِذَا أَصَابَهُ خَيْرٌ حَمِدَ اللهَ وَ شَكَرَ، إِنَّ اْلمُسْلِمَ يُؤْجَرُ فيِ ُكلِّ شَيْءٍ حَتَّى فيِ الُّلقْمَةِ يَرْفَعُهَا إِلىَ فِيْهِ. (رواه البهقي عن سعيد(

Aku kagum kepada orang Islam, apabila ditimpa cobaan, dia ikhlas dan sabar, sebaliknya apabila memperoleh kebaikan, dia memuji Allah dan bersyukur. Sesungguhnya orang Islam itu diberi pahala dalam segala hal, bahkan berkenaan dengan suap yang diangkatnya ke mulutnya. (HR. Baihaqi dari Sa’id).

Pengikut hawa nafsu, adalah kelompok manusia yang tidak mempunyai jiwa yang sadar. Karena itu mereka akan Suka melanggar hukum, Bersifat ghaflah  = lalai, dan selalu berbuat Maksiat.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah).

Mengaplikasi peringatan ini, maka peranan Pendidikan Surau menjadi sangat signifikan membangun dan mendidik generasi bersih, beriman dan dinamik. Hal tersebut dapat dicapai dengan silabus pendidikan dan pemahaman agama yang benar. melalui pendidikan surau (halaqah), diharapkan terbinanya peribadi muslim yang kaffah (sempurna). Masyarakat keliling (lingkungan) akan memahami, meyakini, dan menerapkan aqidah iman yang istiqamah, konsisten menjauhi perbuatan dosa dan maksiat.

VI.  Akhlak adalah konsep perangai dari  Khalik. Akhlak adalah jembatan makhluk dengan Khaliknya. Hidup tidak berakhlak menjadikan kehidupan tidak akan bermanfaat, serta di akhirat merugi. Akhlaq, meliputi akhlaq kepada Allah, kepada tetangga, sama besar, lebih muda, kepada lawan jenis, berbeda agama, lingkungan, guru, orang lebih tua, dan kepada ibu bapa.

حَقُّ الوَلَدِ عَلىَ وَالِدِهِ أَنْ يُحْسِنَ اسْمَهُ وَ أَدَبَهُ، وَ أَنْ يُعَلِّمَهُ الْكِتَابَةَ وَ السِّبَاحَةَ وَ الرِّمَايَةَ،  وَ أَنْ لاَ يَرْزُقَهُ إِلاَّ طَيِّبًا، وَ أَنْ يُزَوِّجَهُ إِذَا أَدْرَكَ. (رواه الحكيم(

Kewajiban ayah kepada anaknya, supaya memberinya nama yang baik dan pendidikan budi pekerti yang baik, mengajarnya tulis baca, berenang dan memanah (keterampilan dan kemampuan membela diri dan bela wathani), memberinya makanan yang baik dan mengawinkannya apabila telah dewasa. (HR. Hakim).

ياَ غُلاَمُ: احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ وَ إِذَا سَأَلَكَ فَاسْأَلِ اللهَ تَعَالىَ وَ إِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ عَزَّ وَجَلّ                    

رواه الترذي

Pemuda! Jagalah (perintah) Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Allah, nanti engkau akan mendapati penjagaan-Nya di hadapan engkau. Apabila engkau menanya, tanyalah kepada Allah dan apabila engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan hanya kepada Allah ‘Azza Wajalla. (HR. Tirmidzi).

Nilai-nilai ajaran Islam mewajibkan mengimani Allah dan menghargai nikmatNya menjadi sumber rezeki, kekuatan dan kedamaian. Pengamalan syari’at dengan tauhid yang benar di tengah keluarga akan menjauhkan semua bentuk kemaksiatan. Tujuannya jelas, yaitu : membina, mengembangkan potensi da’wah  berperilaku Islami di tengah kehidupan anak nagari. Akhlak mulia mendorong nagari maju bermartabat dengan minat terarah dan terbimbing pandai  bersyukur. Anak bangsa yang tidak menjaga budi akhlak akan mengalami kehancuran, punahnya adat luhur, lenyapnya keyakinan & lunturnya budaya bangsa.

Membentuk watak yang lasak (dinamik), Memiliki wawasan  Agama Islam, Memiliki tanggung jawab kemanusiaan (wazhifah insaniah). Membina kesadaran komunikatif,  Menggerakkan potensi dengan bimbingan syarak basandi Kitabullah (basis religi).

VII.  Beberapa langkah dapat dilakukan ;  a). memulai dari lembaga keluarga dan rumah tangga Yarsi,  b). memperkokoh peran  pemimpin menjadi orang tua bagi semua yang dipimpinnya,  c). memperkaya warisan budaya, setia, cinta dan rasa tanggung jawab patah tumbuh hilang berganti ,  d). menanamkan aqidah shahih (tauhid),  e). istiqamah pada ajaran agama Islam yang dianut dengan menularkan ilmu pengetahuan yang segar dengan tradisi luhur, f). menanamkan kesadaran, tanggung jawab terhadap hak dan kewajiban asasi individu secara amanah, g). penyayang dan adil dalam memelihara hubungan harmonis dengan alam  lingkungan,  h). melazimkan musyawarah dengan disiplin, teguh politik, kukuh ekonomi,  i). bijak memilih prioritas , sesuai puncak budaya Ruhul Islam yang benar. 

Kalbu atau hati = القَلْبُ  adalah Jiwa yang memerintah manusia.  Allah mengingatkan bahwa ;

فَإِنَّهَا لآ تَعْمَى الآَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Al-Hajj:22:46)

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ

Dan aku tidaklah akan mampu membersihkan diriku dari kesalahan  – selama memperturutkan hawa nafsu –, karena sesungguhnya nafsu sangat menyuruh kepada kejahatan.

Memperturutkan hawa nafsu sama dengan menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan, menjadi musyrik khafiy (tersembunyi)

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلاً   

الفرقان: 43

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? ..

Pengikut hawa nafsu selalu,

  1. Suka melanggar hukum.
  2. Bersifat ghaflah  = lalai.
  3. Maksiat kepada Allah SWT .

Umumnya inilah ciri pendirian kelompok sempalan. Upaya upaya menuju masyarakat kuat yang terhindar dari aliran sempalan adalah dengan memantapkan iman, tauhid uluhiyah, Ibadah jelas, tauhid rububiyah. Menjaga Wirid teratur,qiyamullail,shaum, Shalat berjamaah, dan memelihara Ibadah sunat, di tengah kehidupan bermasyarakat.

VIII.  Terbentuk akhlaq umat jadi  domain ruhiyah (ranah rohani) dalam satu komunitas mempunyai sahsiah  berbasis tauhid dan ibadah. Memahami, meyakini, dan menetapkan aqidah iman yang istiqamah. Menetapi ibadah  Islam dalam kehidupan seharian dan berakhlak yang beradat. Yang perlu di ingat bahwa semua bimbingan Kitabullah menekankan adab pergaulan antar manusia dan sesama makhluk yang di ikat hubungan kasih dengan khalik Maha Pencipta, yang ujud  dengan ibadah dan sikap hidup tawakkal dan bertaqwa. Akhlak mulia mendorong kepada berkemajuan dan bermartabat dengan minat  terarah memelihara sumber kehidupan dan terbimbing pandai  bersyukur.

Pembentukan karakter atau watak berawal dari penguatan unsur unsur perasaan, hati (qalbin Salim) yang menghiasi nurani manusia dengan nilai-nilai luhur tumbuh mekar dengan kesadaran kearifan yang  tumbuh dengan kecerdasan budaya memperhalus kecerdasan emosional  serta dipertajam oleh kemampuan periksa  evaluasi positif dan negatif  atau kecerdasan rasional intelektual yang dilindungi oleh kesadaran yang melekat pada keyakinan (kecerdasan spiritual) yakni hidayah Islam. Watak yang sempurna dengan nilai nilai luhur (akhlaqul karimah) ini akan melahirkan tindakan terpuji, yang tumbuh dengan motivasi (nawaitu) yang bersih (ikhlas). Para Pembina mesti menyadari bahwa, menjelang kiamat akan terjadi berbagai peristiwa sangat gawat, dan bencana yang besar. Pada saat-saat kritis, kelompok zhalim akan  berkuasa, dan orang fasik memegang posisi penting. Penyeru kebaikan akan ditindas, dan pencegah kemungkaran mendapat tekanan.

يَاأَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لآ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِين

“Wahai Rasul Allah, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu), berarti kamu tidak menyampaikan amanahnya. Allah memelihara kamu dari gangguan manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang kafir”.   (QS.Al Maidah, 5:67)

 

IX.  Khulasahnya ;

  1. Agama Islam yang dianut diyakini dapat menjadi penggerak pembangunan dan telah terbukti dalam sejarah yang panjang menjadi kekuatan mendinamisir masyarakat adat Minangkabau menampilkan jati diri  dalam adat mereka.
  2. Ada fenomena menyedihkan, diantaranya, a). minat penduduk kepada pengamalan agama Islam di kampung-kampung mulai melemah, b). dayatarik dakwah agama mulai kurang, c). banyak bangunan agama yang kurang terawat, d). Guru-guru agama Islam yang ada mulai tidak diminati (karena kurang konsisten, ekonomi, pengetahuan, penguasaan teknologi, interaksi) masyarakat lingkungan. e). banyak kalangan tak mengindahkan pesan-pesan agama (indikasinya  acara hiburan TV di rumah lebih digandrungi dari pada pesan-pesan agama di surau). Fenomena negatif ini berakibat langsung kepada angka kemiskinan makin meningkat (karena kemalasan, hilangnya motivasi, hapusnya kejujuran, musibah sosial mulai mengancam).
  3. Pemantapan tamaddun, agama dan adat budaya menjadi landasan dasar pengkaderan dengan kewajiban,
  •  Memelihara dan menjaga generasi pengganti yang lebih sempurna,
  •  Mengupayakan berlangsungnya timbang terima kepemimpinan secara alamiah,
  •  Teguh setia melaksanakan pembinaan dan mengajarkan nilai nilai keyarsian dan menjaga lingkungan dengan baik.

‘Handak kayo badikik-dikik, Handak mulie tapek i janji, Handak tuah ba tabue urai, Handak  namo tinggakan jaso,  Handak luruih rantangkan tali, Handak pandai rajin baraja, Handak bulieh kuek mancari,  Nan lorong tanami tabu, Nan tunggang tanami bambu, Nan gurun buek ka parak, Nan munggu ka pandam pakuburan, Nan rawang  ranangan  itiek, Nan padang kubangan kabau,  Nan bancah jadikan sawah, Nan gauang ka tabek ikan, Artinya ada kemauan kuat melakukan perubahan, dan memanfaatkan alam sesuai dengan tata ruang yang jelas, karena segala tindakan dan perbuatan akan disaksikan oleh Allah, Rasul dan semua orang beriman. 

 Billahittaufiq wal Hidayah,

Wassalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.

Iklan

Generasi Muda dan Perkembangan Paham Komunisme di Nusanatara Indonesia

Generasi Muda dan Perkembangan Paham Komunisme di Nusanatara Indonesia

 

Oleh : H. Mas’oed Abidin

 

Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan ni`mat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mu’min itu harus bertawakkal.

(Al Maa-idah (5) : 11)

 

Muqaddimah

Secara global istilah komunisme dipahami untuk menyebutkan sebuah terori atau sistem organisasi sosial yang didasarkan pada pemilihan bersama atas harta kekayaan dan alat-alat produksi.

Secara khusus, istilah komunisme ditujukan pada seperangkat doktrin yang mendasari gerakan revolusioner yang bertujuan untuk menghapus kapitalisme dan pada gilirannya membangun masyarakat komunis. Ta’rif komunisme adalah  aliran berfikir berlandaskan atheisme, yang menjadikan materi sebagai asas segalagalanya. Ditafsirkannya sejarah berdasarkan pertarungan kelas dan factor ekonomi.

Aliran ini lahir di Jerman dibawah asuhan Marx (Karl Marx, 1818-1883M, berkebangsaan Jerman dan dikenal tidak mempunyai prisip jelas, berwatak pendendam, egoistis dan materialistis,  adalah cucu tokoh  Yahudi terkenal  Murdkhoy Marx) dan Engels (Freiderich Engels, 1820-1895M, adalah sahabat karib Marx yang membiayai hidupnya dan keluarganya sampai akhir hayatnya serta berperan menyebarkan teori-teori Marx), yang kemudian menjelma dalam bentuk revolusi Bolsheviks di Rusia tahun 1917 dengan planning dari Yahudi. Lalu ekspansinya berkembang dengan tangan besi dan kekerasan.

Sejarah ikut mencatat, bahwa Ummat Islam banyak terluka oleh ideology ini, dan banyak bangsa-bangsa yang hilang dari peredaran sejarah karena perekembangan ideologi ini.

Tujuan utama ideology komunis adalah ingin membawa masyarakat dunia ke arah masyarakat yang tak berkelas-kelas dengan melalui suatu perjuangan yang dinamakan perjuangan kelas. Perjuangan akan dilakukan dengan menghalalkan segala cara baik secara revolusioner maupun kekerasan. Dalam idiom komunis cara yang mereka tempuh untuk mencapai tujuannya disebut revolusi proletar atau dictator proletar.

Untuk pertama kalinya istilah komunisme digunakan pada tahun 1830, yakni di masa tumbuh dan berkembangnya gerakan-gerakan revolusioner rahasia di Paris. Adalah Etiene Cabet orang pertama yang memperkenalkan istilah tersebut melalui karyanya Voyage en  Icarie (Baharudin Lopa et.al, Bahaya Komunisme, Jakarta : Bulan Bintang, 1982 : 40).

Komunisme ketika itu berarti suatu sistem atau teori mengenai organisasi sosial yang mengakibatkan milik bersama atas bidang produksi dan berusaha ke arah persamaan dalam bidang distribusi hasil-hasil industri.

PAHAM KOMUNIS

Kendati komunisme selalu didasarkan pada Marxisme dan Leninisme. Lenin, nama sebenarnya Vladimir Ilich Ulyanov (1870-1924M) terkenal seorang dictator yang ditakuti, kejam dalam memaksakan kehendak dan dendam dengan manusia.

Dalam penelitian sejarah dia adalah seorang turunan Yahudi, yang banyak  mirip dengan tokoh Trotsky (1879M-1940M). Trotsky dibunuh atas perintah Stalin (Yoseph Stalin,1879-1954M) karena tuduhan melawan kepentingan partai. Pada hakekatnya  agar Stalin (Sekjen Partai Komunis yang berkuasa sesudah Lenin) dapat menduduki kekuasaan tertinggi di Rusia. Dalam revolusi komunisme ada faham mengedepan dalam menyelesaikan konflik dengan menghalalkan semua cara, termasuk pembunuhan terhadap lawan-lawan politiknya.

Memang Stalin terkenal kejam. Di tahun 1929, Stalin memerintahkan eksekusi 7 juta petani. Kediktatoran Stalin dikukuhkan lewat kekerasan, dengan menghabisi 10 tokoh komunis Rusia rekan Lenin, 6 anggota Politbiro, 400 jendral (lebih dari separo jenderal AD Sovyet) dan 30.000 perwira menengah. Stalin memang tidak tanggung-tanggung membersihkan Red Army-nya (Bailey, Massacres – An Account of Crimes Against Humanity, 1994).

Pemahaman ini sering disebut sebagai Marxisme-Leninisme, walau sebenarnya Marxisme tidak identik dengan komunisme. Karya tulis Marx terkenal di antaranya Manifesto Komunis (1848M) dan Das Capital(1767M).

Karl Marx sendiri mengatakan bahwa dirinya telah berhubungan dengan filosof Moshe Hiss (peletak dasar zionisme) dan berguru kepada Herzl (pemimpin Zionis terkenal). Karenanya pemikiran Marx sangat dipengaruhi pemikiran Yahudi dan sejumlah teori atheisme seperti ajaran rasionalis idealis Hegel, ajaran perasaan dari Augustine Comte, ajaran Feuerbach tentang filsafat alam kemanusiaan, dan juga ajaran Baconyn (penemu aliran orang kacau yang rancu).

Maka tidak salah bila sejarah kelak mencatat bahwa komunisme tidak dapat menyembunyikan langkah aktifitas yang dilakukan bersama seperti, “memerangi Yahudi dianggap sama dengan memerangi kelas tinggi dan dihukum oleh undang-undang” dan “mengakui hak-hak Yahudi dalam menghapus Palestina”. 

Marxisme-Leninisme adalah idiologi resmi atau ajaran resmi komunisme. Di antara doktrinnya yang terkenal ;

Ø  Diingkarinya wujud Allah dan segala yang ghaib. Materi adalah segala-galanya. Slogan mereka percaya kepada tiga; Marx, Lenin dan Stalin, serta mengingkari tiga; Allah, Agama dan hak milik pribadi.

Ø  Sejarah ummat manusia ditafsirkan dengan pertarungan borjuis dan proletar dan akan berakhir (menurut pandangan mereka) dengan kediktatoran proletar.

Ø  Agama adalah candu masyarakat dan adalah babu kapitalis, imperialis dan eksploitasi ( kecuali Yahudi, bangsa tertindas yang amat memerlukan agamanya untuk mengembalikan hak-haknya yang sudah direbut pihak lain).

Ø  Hak milik harus diperangi, dan komunisme mengatur semua dan hokum waris mesti dihapus. Amal karya tidak ada arti didepan kepentingan materi dan usaha produktivitas.

Ø  Segala perubahan didunia adalah akibat pasti dari berubahnya sarana produksi. Pemikiran, peradaban dan kultur adalah hasil daripada lajunya perkembangan ekonomi.

Ø  Moral itu relative. Moral adalah akibat daripada alat produksi. Dipercayai adanya keazalian materi. Faktor-faktor ekonomi adalah unsure penggerak utama pribadi dan kelompok.

Ø  Diyakini tidak ada akhirat, siksa, balasan kecuali hanya di dunia. Karena itu rakyat mesti diperintah dengan kekerasan dan tangan besi. Untuk merebut tujuan menghalalkan cara. Perbuatan apapun dan betapapun kejamnya demi tercapai tujuan adalah halal. Lenin berkata, “hancurnya tiga perempat dunia tidak menjadi persoalan, yang penting adalah sisa seperempat itu menjadi komunis”.  Rumus ini diterapkan Rusia dimasa revolusi, kemudian Cina dengan berjuta manusia punah dan dilanjutkan intervensi ke Afghan, Samarkand, Bukhara. Beratus masjid dihancurkan diganti dengan tempat-tempat hiburan dan pusat-pusat partai. Pelarangan kepada ummat Islam menonjolkan simbol-simbol agama. Menyimpan Alquran dilarang, hukumannya 6 tahun penjara. Dinegara yang tadinya Islam, banyak rakyat terbunuh, harta dirampas, kehormatan dan kesucian Islam diinjak. Alquran yang disusun dizaman Ustman RA dituduhkan telah mengalami banyak perubahan sampai abad kedelapan, dan dan isinya menjadi candu masyarakat, maka harus dimusnahkan. (Untuk maraji’ selanjutnya dapat dibaca al Mausu’ah al Maiysirah fii al Adyaan wa al Madzahib wa al Mu’ashirah, Riyadh, KSA, Cet.2, 1999, fasal 28 “as Syuyuu’iyyah”).

Ø  Diakui kediktatoran kelas sedang berkuasa, dan mesti diimpikan pemerintahan komunisme internasional. Komunisme percaya pertarungan kekerasan, upaya memancing dendam dan kebencian dikalangan pekerja. Selanjutnya Negara adalah partai. Partai adalah Negara.

Ø  Marxisme mengingkari ikatan-ikatan keluarga. Keluarga mengandung dukungan terhadap berjuis dan selayaknya diganti dengan kekacauan seksual.  

Ø  Tiada halangan menipu dan pengkhianatan, pembunuhan meski terhadap anggota sendiri yang tidak setia dengan paham komunis.

Selanjutnya komunisme menjadi gerakan dengan kekuatan partai komunis berkembang sejak revolusi Bolsjewik tahun 1917 di Rusia dipimpin Lenin dan tumbuh menjadi kekuatan politis dan ideologis internasional. Lenin memulainya dengan membantai 500.000 orang dalam enam tahun, pada rentang waktu 1917-1923 (Conquest, Human Cost of Soviet Comunism).

 

Benturan Islam dengan Komunisme

                Dari praktek kesehariannya cara-cara hidup yang dianut oleh Marxisme–Leninisme bertentangan dan tidak mungkin dikonvergensikan dengan Islam, karena :

ð Pertama : ajaran Komunis disebut juga as-syuyuu’iyyah yang menjunjung paham materialisme sehingga menafikan eksistensi segala yang berbentuk immateri, yang pada hakekatnya adalah menolak eksistensi Tuhan (Allah), sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam Islam yang paling pokok adalah kepercayaan akan eksistensi Allah dan mengakui segala yang ada didunia ini adalah makhluk-Nya, karena Dia-lah yang menciptakan. Hal ini dapat kita baca pada surat Thahaa ayat 14 dan surat Al Maa-idah ayat 3.

ð Kedua : menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, hal ini sangat bertentangan dengan akhlak yang diajarkan dalam Islam. Agama Islam sangat menekankan agar ummatnya  berakhlak mulia dengan melarang keras segala bentuk kerusakan. Larangan ini dapat kita baca pada surat Al Baqarah ayat 11 dan Al Qashash ayat 77.

ð Katiga : jika komunisme memperjuangkan pendistribusian kekayaan secara merata dan menolak adanya hak milik pribadi, maka Islam mengandung tatanan ekonomi yang tidak menghapuskan kepemilikan pribadi. Namun demikian Islam juga tidak membiarkan cara kapitalisme. Dalam Islam diajarkan bahwa di dalam harta si kaya terdapat hak si miskin. Islam mewajibkan ummatnya untuk membayarkan zakat dengan cara inilah Islam mendidik ummatnya untuk hidup bersosial.

ð Keempat : Komunisme pada dasarnya menentang segala sesuatu yang teratur dan oleh karena itu menurut Lenin –tokoh komunuis Rusia, negara tidak diperlukan. Malahan bukan negara saja yang tidak diperlukan tetapi juga lembaga perkawinan dan lembaga keluarga. Sebab semua itu tidak sesuai dengan prinsip sama rata-sama rasa. Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Dalam Islam seluruh dimensi kehidupan manusia diatur secara rapi melalui perundang-undangan yang disebut syari’ah. Negara adalah lembaga yang berfungsi menjaga keteraturan dan tertib hukum pada semua sektor kehidupan manusia.

 

Penutup

                Dari praktek-praktek Komunisme di dunia ternyata parta komunis adalah partai dengan tangan paling berdarah di dunia. Dalam abad 20 yang lalu partai ini telah membunuh sekitar 95,2 juta manusia (Rummel, Religion and Society Report, 1986) atau mencapai jumlah 105 juta orang (Nihan, The Marxist Empire, 1991). Maka dalam kurun seabad ini, partai komunis di seantero jagat telah membunuh 1 juta manusia setiap tahun. Atau setiap hari mencabut nyawa 2.739 orang, setiap jam 114 orang, atau setiap detik 1,9 orang (Taufiq Ismail, Gatra 13 Mei 2000). Maka saya berpendapat bahwa kehadiran kembali  partai komunis mesti diawasi oleh setiap generasi.

 

                Semestinya Indonesia bersyukur dengan adanya TAP MPRS No.XXV/1966 yang melarang kegiatan komunis di Indonesia, sebagai antisipasi pengalaman sejarah  kekejaman komunis dinegeri ini dalam Peristiwa Tiga Daerah (1945), Pemberontakan Madiun (1948) dan Pengkhianatan Gestapu (1965). Karena itu semestinya generasi muda di Indonesia ekstra hati-hati untuk tidak memperturutkan pseudo-liberal yang naïf sehingga membenarkan bangkitnya komunisme di Indonesia dengan dalih hak asasi manusia (HAM).

 

                Perlu dicermati bahwa lahan subur tumbuhnya komunisme adalah apabila ketidak adilan social tidak jalan, atau ketika pengangguran menjadi-jadi, rimba balantara politik memainkan jurus pendekar mabuk, saling curiga dan gampang memfitnah serta kriminalitas memuncak, ekonomi amburadul atau pejabat tak bermalu, dan akhlak agama mulai menipis.  Kondisi runyam seperti ini berpeluang untuk melahirkan marxisme-leninisme varian baru dengan berbalut demokratisasi dan hak asasi manusia dengan mengedepankan otokritik kegagalan taktik dan strategi masa lalu.

Maka saya berpendapat, sangat wajib diawasi setiap gejala yang menampilkan suasana kacau. Karena, chaos yang luar biasa akan menjadi lahan subur bagi hidupnya marxisme species untuk konsolidasi membelah badan menjadi sel-sel yang banyak dan sewaktu-waktu siap untuk bangkit membalas dendam.

                Na’udzubillah.

 

Padang, 2 Oktober 2001 M.